LAYANAN DARURAT COVID-19
112
0811 1211 2112
0813 8837 6955

Beranda > Informasi > FAQ

FAQ

Pertanyaan yang sering ditanyakan mengenai Covid-19.

Informasi Dasar COVID-19

Coronavirus Disease 2019 atau Covid-19 adalah penyakit baru yang dapat menyebabkan gangguan pernapasan dan radang paru. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Gejala klinis yang muncul beragam, mulai dari seperti gejala flu biasa (batuk, pilek, nyeri tenggorok, nyeri otot, nyeri kepala) sampai yang berkomplikasi berat (pneumonia atau sepsis) atau bahkan tidak bergejala sama sekali.

Orang dengan Covid-19 memiliki berbagai gejala yang dilaporkan - mulai dari gejala ringan hingga penyakit parah. Gejala dapat muncul 2-14 hari setelah terpapar virus. Orang dengan gejala di bawah ini mungkin memiliki Covid-19:

-Demam atau kedinginan

-Batuk

-Napas pendek atau sulit bernapas

-Kelelahan

-Otot atau sakit tubuh

-Sakit kepala

-Kehilangan rasa atau bau baru

-Sakit tenggorokan

-Hidung tersumbat atau berair

-Mual atau muntah

-Diare

Jika ada orang yang dalam 14 hari sebelum muncul gejala tersebut pernah melakukan perjalanan ke wilayah terjangkit atau pernah merawat/kontak erat dengan penderita Covid-19, maka orang tersebut akan diperiksa melalui pemeriksaan laboratorium lebih lanjut untuk memastikan diagnosisnya.

Jika ada gejala di atas DAN ada riwayat perjalanan ke wilayah terjangkit Covid-19 atau Anda terpapar dengan pasien positif Covid-19, hubungi Jakarta Tanggap Covid-19 Dinas Kesehatan DKI Jakarta di nomor 112 atau di nomor Whatsapp 081 112 112 112 atau 081 388 376 955 untuk mendapat arahan lebih lanjut.

Menurut KMK No. HK.01.07-MENKES-413-2020 ttg Pedoman Pencegahan dan Pengendalian COVID-19, yang dimaksud dengan Kasus Suspek, Probable, dan Konfirmasi adalah sebagai berikut:

Kasus Suspek 

Seseorang yang memiliki salah satu dari kriteria berikut:

a. Orang dengan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)* DAN pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di negara/wilayah Indonesia yang melaporkan transmisi lokal**. 

b. Orang dengan salah satu gejala/tanda ISPA* DAN pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat kontak dengan kasus konfirmasi/probable Covid-19. Orang dengan ISPA berat/pneumonia berat yang membutuhkan perawatan di rumah sakit DAN tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan.

Istilah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) saat ini dikenal kembali dengan istilah kasus suspek. 

Kasus Probable

Kasus suspek dengan ISPA Berat/ARDS/meninggal dengan gambaran klinis yang meyakinkan Covid-19 DAN belum ada hasil pemeriksaan laboratorium RT-PCR.  

Kasus Konfirmasi 

Seseorang yang dinyatakan positif terinfeksi virus Covid-19 yang dibuktikan dengan pemeriksaan laboratorium RT-PCR. Kasus konfirmasi dibagi menjadi 2: 

a. Kasus konfirmasi dengan gejala (simptomatik) 

b. Kasus konfirmasi tanpa gejala (asimptomatik)

Keterangan:

*ISPA yaitu demam (≥38oC) atau riwayat demam; dan disertai salah satu gejala/tanda penyakit pernapasan seperti: batuk/sesak nafas/sakit tenggorokan/pilek/pneumonia ringan hingga berat.   

** Negara/wilayah transmisi lokal adalah negara/wilayah yang melaporkan adanya kasus konfirmasi yang sumber penularannya berasal dari wilayah yang melaporkan kasus tersebut. Negara transmisi lokal merupakan negara yang termasuk dalam klasifikasi kasus klaster dan transmisi komunitas, dapat dilihat melalui situs https://www.who.int/emergencies/diseases/nov el-coronavirus-2019/situation-reports.

Wilayah transmisi lokal di Indonesia dapat dilihat melalui situs https://infeksiemerging.kemkes.go.id.

Persyaratan Surat Izin Keluar-Masuk bagi warga berdomisili Jakarta:
  1. Surat pengantar dari Ketua RT yang diketahui Ketua RW tempat tigngalnya
  2. Surat pernyataan sehat bermeterai
  3. Surat keterangan:
    - perjalanan dinas keluar Jabodetabek (untuk perjalanan sekali);
    - surat keterangan bekerja bagi pekerja yang tempat kerjanya berada di luar Jabodetabek (untuk perjalanan berulang); atau
    - surat keterangan memiliki usaha di luar Jabodetabek yang diketahui oleh pejabat berwenang (untuk perjalanan berulang) 
  4. Pas foto berwarna
  5. Pindaian KTP

Persyaratan Surat Izin Keluar-Masuk bagi warga berdomisili Non-Jabodetabek:
  1. Surat keterangan dari kelurahan/desa asal
  2. Surat pernyataan sehat bermeterai
  3. Surat Keterangan Bekerja di DKI Jakarta dari tempat kerja (untuk perjalanan berulang)
  4. Surat Tugas/Undangan dari instansi/perusahaan tempat bekerja di Jakarta
  5. Surat jaminan bermeterai dari keluarga atau tempat kerja yang berada di Provinsi DKI Jakarta yang diketahui oleh Ketua RT setempat (untuk perjalanan sekali)
  6. Surat keterangan domisili tempat tinggal dari kelurahan di Jakarta untuk pemohon dengan alasan darurat
  7. Pas foto berwarna
  8. Pindaian KTP

Menurut KMK No. HK.01.07-MENKES-413-2020 ttg Pedoman Pencegahan dan Pengendalian COVID-19, yang dimaksud dengan Kontak Erat adalah sebagai berikut:

Orang yang memiliki riwayat kontak dengan kasus probable atau konfirmasi Covid-19. Riwayat kontak yang dimaksud antara lain: 

a. Kontak tatap muka/berdekatan dengan kasus probable atau kasus konfirmasi dalam radius 1 meter dan dalam jangka waktu 15 menit atau lebih. 

b. Sentuhan fisik langsung dengan kasus probable atau konfirmasi (seperti bersalaman, berpegangan tangan, dan lain-lain). 

c. Orang yang memberikan perawatan langsung terhadap kasus probable atau konfirmasi tanpa menggunakan APD yang sesuai standar. 

d. Situasi lainnya yang mengindikasikan adanya kontak berdasarkan penilaian risiko lokal yang ditetapkan oleh tim penyelidikan epidemiologi setempat.

Pada kasus probable atau konfirmasi yang bergejala (simptomatik), untuk menemukan kontak erat periode kontak dihitung dari 2 hari sebelum timbul gejala dan hingga 14 hari setelah timbul gejala.  

Pada kasus konfirmasi yang tidak bergejala (asimptomatik), untuk menemukan kontak erat periode kontak dihitung dari 2 hari sebelum dan 14 hari setelah tanggal pengambilan spesimen kasus konfirmasi. 

Menurut KMK No. HK.01.07-MENKES-413-2020 ttg Pedoman Pencegahan dan Pengendalian COVID-19, yang dimaksud dengan Pelaku Perjalanan, Discarded, Selesai Isolasi, dan Kasus Kematian adalah sebagai berikut:

Pelaku Perjalanan 

Seseorang yang melakukan perjalanan dari dalam negeri (domestik) maupun luar negeri pada 14 hari terakhir.

Discarded

Seseorang dikategorikan discarded apabila memenuhi salah satu kriteria berikut: 

a. Seseorang dengan status kasus suspek dengan hasil pemeriksaan RT-PCR 2 kali negatif selama 2 hari berturut-turut dengan selang waktu >24 jam. 

b. Seseorang dengan status kontak erat yang telah menyelesaikan masa karantina selama 14 hari.

Selesai Isolasi

Selesai isolasi apabila memenuhi salah satu kriteria berikut: 

a. Kasus konfirmasi tanpa gejala (asimtomatik) yang tidak dilakukan pemeriksaan follow up RT-PCR dengan ditambah 10 hari isolasi mandiri sejak pengambilan spesimen diagnosis konfirmasi. 

b. Kasus probable/kasus konfirmasi dengan gejala (simptomatik) yang tidak dilakukan pemeriksaan follow up RT-PCR dihitung 10 hari sejak tanggal onset dengan ditambah minimal 3 hari setelah tidak lagi menunjukkan gejala demam dan gangguan pernapasan.  

c. Kasus probable/kasus konfirmasi dengan gejala (simptomatik) yang mendapatkan hasil pemeriksaan follow up RT-PCR 1 kali negatif, dengan ditambah minimal 3 hari setelah tidak lagi menunjukkan gejala demam dan gangguan pernapasan. 

Kematian 

Kematian Covid-19 untuk kepentingan surveilans adalah kasus konfirmasi/probable Covid-19 yang meninggal. 

Seperti penyakit pernapasan lainnya, COVID-19 dapat menyebabkan gejala ringan termasuk pilek sakit tenggorokan, batuk, dan demam. Sekitar 80% kasus dapat pulih tanpa perlu perawatan khusus. Sekitar 1 dari setiap 6 orang mungkin akan menderita sakit yang parah, seperti disertai pneumonia atau kesulitan bernafas, yang biasanya muncul secara bertahap. Walaupun angka kematian penyakit ini masih jarang, namun bagi orang yang berusia lanjut, dan orang-orang dengan kondisi medis yang sudah ada sebelumnya (seperti diabetes, tekanan darah tinggi dan penyakit jantung), mereka biasanya lebih rentan untuk gejala yang lebih parah. Orang yang mengalami demam, batuk, dan sulit bernapas harus segera mendapatkan pertolongan medis.

Sampai saat ini belum diketahui dengan pasti berapa lama COVID-19 mampu bertahan di permukaan suatu benda, meskipun studi awal menunjukkan bahwa COVID-19 dapat bertahan hingga beberapa jam, tergantung jenis permukaan, suhu, atau kelembaban lingkungan.

Namun desinfektan sederhana dapat membunuh virus tersebut sehingga tidak mungkin menginfeksi orang lagi. Dan membiasakan cuci tangan dengan air dan sabun, atau handrub berbasis alkohol, serta hindari menyentuh mata, mulut atau hidung (segitiga wajah) lebih efektif melindungi diri Anda.

SARS adalah coronavirus yang diidentifikasi pada tahun 2003 dan termasuk dalam keluarga besar virus yang sama dengan COVID-19, namun berbeda jenis virusnya. Gejalanya mirip dengan COVID-19, namun SARS lebih berat. SARS lebih mematikan tetapi tidak lebih infeksius (menular) dibanding COVID-19.

Penularan COVID-19

Seseorang dapat terinfeksi dari penderita COVID-19. Penyakit ini dapat menyebar melalui tetesan kecil (droplet) dari hidung atau mulut pada saat batuk atau bersin. Droplet tersebut kemudian jatuh pada benda di sekitarnya. Kemudian jika ada orang lain menyentuh benda yang sudah terkontaminasi dengan droplet tersebut, lalu orang itu menyentuh mata, hidung atau mulut (segitiga wajah), maka orang itu dapat terinfeksi COVID-19. Atau bisa juga seseorang terinfeksi COVID-19 ketika tanpa sengaja menghirup droplet dari penderita. Inilah sebabnya penting untuk memakai masker dan menjaga jarak dengan orang lain.

Sampai saat ini, para ahli masih terus melakukan penyelidikan untuk menentukan sumber virus, jenis paparan, dan cara penularannya. Tetap pantau sumber informasi yang akurat dan resmi mengenai perkembangan penyakit ini.

Orang yang tinggal atau bepergian di daerah di mana virus COVID-19 bersirkulasi sangat mungkin berisiko terinfeksi. Mereka yang terinfeksi adalah orang-orang yang dalam 14 hari sebelum muncul gejala melakukan perjalanan dari negara terjangkit, atau yang kontak erat, seperti anggota keluarga, rekan kerja atau tenaga medis yang merawat pasien sebelum mereka tahu pasien tersebut terinfeksi COVID-19.

Petugas kesehatan yang merawat pasien yang terinfeksi COVID-19 berisiko lebih tinggi dan harus konsisten melindungi diri mereka sendiri dengan prosedur pencegahan dan pengendalian infeksi yang tepat.

Tidak ada batasan usia orang-orang dapat terinfeksi oleh coronavirus ini (COVID-19). Namun orang yang lebih tua dan orang-orang dengan kondisi medis yang sudah ada sebelumnya (seperti asma, diabetes, penyakit jantung, atau tekanan darah tinggi) tampaknya lebih rentan mengalami gejala yang lebih parah.

Cara penularan utama penyakit ini adalah melalui tetesan kecil (droplet) yang dikeluarkan pada saat seseorang batuk atau bersin. 

Banyak orang yang teridentifikasi Covid-19 hanya mengalami gejala ringan seperti batuk ringan, atau tidak mengeluh sakit, yang mungkin terjadi pada tahap awal penyakit. Sampai saat ini, para ahli masih terus melakukan penyelidikan untuk menentukan periode penularan atau masa inkubasi Covid-19. Tetap pantau sumber informasi yang akurat dan resmi mengenai perkembangan penyakit ini.

Menurut WHO, droplet, yang umumnya dianggap partikel dengan diameter <5μm, dapat tetap berada di udara untuk jangka waktu yang lama dan ditransmisikan ke orang lain pada jarak lebih dari 1 m. Dalam konteks Covid-19, transmisi melalui udara dapat terjadi dalam keadaan dan pengaturan khusus di mana prosedur atau perawatan pendukung yang menghasilkan aerosol dilakukan, misalnya, bronkoskopi, mengubah pasien ke posisi tengkurap, memutus hubungan pasien dari ventilator, atau lainnya.
Saat ini, belum ditemukan bukti bahwa hewan peliharaan seperti anjing atau kucing dapat terinfeksi virus COVID-19. Namun, akan jauh lebih baik untuk selalu mencuci tangan dengan sabun dan air setelah kontak dengan hewan peliharaan. Kebiasaan ini dapat melindungi Anda terhadap berbagai bakteri umum seperti E.coli dan Salmonella yang dapat berpindah antara hewan peliharaan dan manusia.
Vaksin untuk mencegah infeksi COVID-19 sedang dalam tahap pengembangan/uji coba.
Silakan melakukan uji risiko mandiri gejala Covid-19 di JakCLM pada aplikasi JAKI. Jika timbul gejala mirip Covid-19, segera hubungi Jakarta Tanggap Covid-19 Dinas Kesehatan DKI Jakarta di nomor 112 atau di nomor Whatsapp 081 112 112 112 atau 081 388 376 955 untuk mendapat arahan lebih lanjut.
Pastikan teman atau tetangga Anda melakukan isolasi mandiri atau menghubungi Jakarta Tanggap Covid-19 Dinas Kesehatan DKI Jakarta di nomor 112 atau di nomor Whatsapp 081 112 112 112 atau 081 388 376 955 untuk mendapat arahan lebih lanjut.
Orang yang menerima paket tidak berisiko tertular virus Covid-19. Dari data virus korona sebelumnya, kita tahu bahwa jenis virus ini tidak bertahan lama pada benda mati, seperti surat atau paket.
Saat ini tidak ada bukti bahwa penularan coronavirus penyebab COVID-19 dari makanan. Virus seperti coronavirus tidak bisa hidup lama di luar tubuh.
Waktu yang diperlukan sejak tertular/terinfeksi hingga muncul gejala disebut masa inkubasi. Saat ini masa inkubasi COVID-19 diperkirakan antara 1-14 hari, dan perkiraan ini dapat berubah sewaktu-waktu sesuai perkembangan kasus.

Tes untuk Covid-19 di fasilitas kesehatan milik Pemprov DKI Jakarta hanya dilakukan jika ada kemungkinan besar Anda memiliki penyakit tersebut

Misalnya jika:

-Anda melakukan kontak dekat dengan seseorang dengan orang yang positif Covid-19

-Anda bepergian ke negara atau daerah dengan risiko Covid-19 tinggi dalam 14 hari terakhir

Dalam kasus ini, Anda dapat hubungi Jakarta Tanggap Covid-19 Dinas Kesehatan DKI Jakarta di nomor 112 atau di nomor Whatsapp 081 112 112 112 atau 081 388 376 955 untuk mendapat arahan lebih lanjut.

Anda tidak disarankan untuk melakukan kegiatan di luar rumah kecuali untuk kegiatan yang penting atau mendesak. Jika Anda mengalami gejala demam/batuk/pilek/nyeri tenggorok atau sesak napas, segera kembali ke rumah, lakukan isolasi diri dan Segera hubungi Jakarta Tanggap COVID-19 Dinas Kesehatan DKI Jakarta di nomor 112 atau di nomor Whatsapp 081 112 112 112 atau 081 388 376 955 untuk mendapat arahan lebih lanjut.

Jika Anda diduga terjangkit COVID-19, Tim Tanggap COVID-19 akan mengambil beberapa sampel untuk diuji, misalnya:

  • Lendir dari hidung, tenggorokan, atau paru-paru, dan/atau
  • darah

Dan, anda akan diisolasi dari orang lain sampai dikonfirmasi apakah Anda negatif terinfeksi coronavirus.

Mencegah Penularan COVID-19

Hingga saat ini, belum ada vaksin untuk mencegah penularan Covid-19 tetapi Anda dapat melakukan tindakan pencegahan agar tidak tertular. Di antaranya dengan:

A. Menjaga kesehatan dan kebugaran agar sistem imunitas/kekebalan tubuh meningkat.

B. Gunakan masker penutup mulut dan hidung ketika Anda berada di luar rumah.

C. Jaga jara aman dengan orang lain minimal 1,5 meter.

D. Mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir atau menggunakan alkohol 70-80% handrub sesuai langkah-langkah mencuci tangan yang benar. Mencuci tangan sampai bersih merupakan salah satu tindakan yang mudah dan murah. Dan, sebagian besar penyebaran penyakit akibat virus dan bakteri bersumber dari tangan. Karena itu, menjaga kebersihan tangan adalah hal yang sangat penting.

E. Ketika batuk dan bersin, upayakan menjaga agar lingkungan Anda tidak tertular. Tutup hidung dan mulut Anda dengan tisu atau dengan lipatan siku tangan bagian dalam (bukan dengan telapak tangan) dan gunakan masker.

F.  Hindari kontak dengan orang lain atau bepergian ke tempat umum.

G. Hindari menyentuh mata, hidung dan mulut (segitiga wajah). Tangan menyentuh banyak hal yang dapat terkontaminasi virus. Jika kita menyentuh mata, hidung dan mulut dengan tangan yang terkontaminasi, maka virus dapat dengan mudah masuk ke tubuh kita.

H. Buang tisu dan masker yang sudah digunakan ke tempat sampah dengan benar, lalu cucilah tangan Anda.

I.  Menunda perjalanan ke daerah/negara di mana virus ini ditemukan.

J. Hindari bepergian ke luar rumah kecuali untuk kegiatan mendesak 

K. Selalu pantau perkembangan penyakit Covid-19 dari sumber resmi dan akurat. Ikuti arahan dan informasi dari petugas kesehatan dan Dinas Kesehatan setempat. Informasi dari sumber yang tepat dapat membantu Anda melindungi dari Anda dari penularan dan penyebaran penyakit ini.

Iya. Namun, Anda dapat menggunakan masker kain (berlapis 3) karena masker kesehatan dibutuhkan oleh petugas medis.
Iya. Anda wajib untuk selalu menggunakan masker saat berkegiatan di luar rumah. Masker yang digunakan dapat berupa masker kain (berlapis 3).
Anda diminta untuk selalu waspada dan mengikuti imbauan pemerintah. Tetap berada di rumah dan berkegiatan dari rumah dan tetap tenang. Carilah informasi yang benar dan akurat tentang perkembangan COVID-19 agar Anda mengetahui situasi wilayah Anda dan Anda dapat mengambil tindakan pencegahan yang tepat.
Tidak. Antibiotik hanya bekerja untuk melawan bakteri, bukan virus. Karena COVID-19 disebabkan oleh virus, maka antibiotik tidak bisa digunakan sebagai sarana pencegahan atau pengobatan. Namun, jika Anda dirawat di rumah sakit dan didiagnosis COVID-19, Anda mungkin akan diberikan antibiotik, karena seringkali terjadi infeksi sekunder yang disebabkan bakteri.
Pemindai suhu tubuh dinilai efektif dalam mendeteksi orang dengan suhu tinggi yang dapat disebabkan oleh coronavirus. Tetapi, alat ini tidak dapat mendeteksi orang yang terjangkit COVID-19 dengan gejala suhu tinggi yang tidak ditemukan.

Orang yang terinfeksi COVID-19 dan influenza akan mengalami gejala infeksi saluran pernafasan yang sama, seperti demam, batuk dan pilek. Walaupun gejalanya sama, tapi penyebab virusnya berbeda-beda, sehingga kita sulit mengidentifikasi masing-masing penyakit tersebut.

Pemeriksaan medis yang akurat disertai rujukan pemeriksaan laboratorium sangat diperlukan untuk mengonfirmasi apakah seseorang terinfeksi COVID-19. Bagi setiap orang yang menderita demam, batuk, dan sulit bernapas sangat direkomendasikan untuk segera mencari pengobatan, dan memberitahukan petugas kesehatan jika mereka telah melakukan perjalanan dari wilayah terjangkit dalam 14 hari sebelum muncul gejala, atau jika mereka telah melakukan kontak erat dengan seseorang yang sedang menderita gejala infeksi saluran pernafasan.

Kasus COVID-19

WHO secara ketat memantau situasi terkini dan secara teratur menerbitkan informasi tentang penyakit ini. Informasi lebih lanjut mengenai penyakit ini dapat dilihat melalui: https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019 atau https://infeksiemerging.kemkes.go.id/category/situasi-infeksi-emerging/info-corona-virus
Anda dapat melihat data terbaru terkait kasus Covid-19 di Indonesia pada portal Kementerian Kesehatan Republik Indonesia di https://infeksiemerging.kemkes.go.id/ atau pada menu Data di corona.jakarta.go.id/data untuk data kasus di DKI Jakarta.
Situasi perkembangan penyakit COVID-19 di Indonesia dapat dipantau melalui laman website https://infeksiemerging.kemkes.go.id atau melalui https://corona.jakarta.go.id/data untuk memantau perkembangan kasus di Jakarta.
Untuk kondisi saat ini, seseorang belum bisa diberikan surat keterangan bebas COVID-19, karena kita tidak pernah tahu apakah dia pernah kontak dengan orang yang sakit COVID-19.

Sejak 5 Februari 2020, Indonesia telah memberlakukan pembatasan perjalanan ke Tiongkok berupa penghentian sementara penerbangan dari dan ke Tiongkok.
Pada tanggal 5 Maret 2020, Indonesia juga memberlakukan pelarangan transit atau masuk ke Indonesia bagi pelaku perjalanan yang dalam 14 hari sebelumnya datang dari wilayah berikut:

  • Iran: Tehran, Qom, Gilan
  • Italia: Wilayah Lombardi, Veneto, Emilia Romagna, Marche dan Piedmont
  • Korea Selatan: Kota Daegu dan Provinsi Gyeongsangbuk-do.

Informasi tentang media KIE atau situasi perkembangan COVID-19, dapat diakses melalui:

Halo Kemenkes: 1500567
Hotline Emergency Operation Center (EOC): 119 atau (021) 521 0411 atau 0812 1212 3119

Twitter: @KemenkesRI
Facebook: @KementerianKesehatanRI
Instagram: @kemenkes_ri
Website: www.who.int, www.infeksiemerging.kemkes.go.id, www.sehatnegeriku.kemkes.go.id

Vaksin Covid-19

Vaksin adalah produk biologi yang berisi antigen berupa bagian mikroorganisme atau zat yang dihasilkannya yang telah diolah sedemikian rupa sehingga aman, yang apabila diberikan kepada seseorang akan menimbulkan kekebalan spesifik secara aktif terhadap penyakit tertentu.

Vaksinasi adalah proses di dalam tubuh, dimana seseorang menjadi kebal atau terlindungi dari suatu penyakit sehingga apabila suatu saat terpapar penyakit tersebut maka tidak akan sakit atau hanya mengalami sakit ringan, biasanya dengan pemberian vaksin.
Vaksin bukanlah obat. Vaksin mendorong pembentukan kekebalan spesifik tubuh agar terhindar dari penularan ataupun kemungkinan sakit berat. Selama belum ada obat yang definitif untuk Covid-19, maka vaksin Covid-19 yang aman dan efektif serta perilaku 3M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak) adalah upaya perlindungan yang bisa kita lakukan agar terhindar dari penyakit Covid-19.
Sebagaimana manfaat dari vaksin lainnya, vaksin Covid-19 bermanfaat untuk memberi perlindungan tubuh agar tidak jatuh sakit akibat Covid-19 dengan cara menimbulkan atau menstimulasi kekebalan spesifik dalam tubuh dengan pemberian vaksin.
  1. Vaksin adalah produk biologi yang diberikan kepada seseorang untuk melindunginya dari penyakit yang melemahkan, bahkan mengancam jiwa.
  2. Vaksin akan merangsang pembentukan kekebalan terhadap penyakit tertentu pada tubuh seseorang.
  3. Tubuh akan mengingat virus atau bakteri pembawa penyakit, mengenali dan tahu cara melawannya.
  • Vaksin yang diproduksi massal sudah melewati proses yang panjang dan harus memenuhi syarat utama yakni: Aman, Ampuh, Stabil dan Efisien dari segi biaya.
  • Aspek keamanan vaksin dipastikan melalui beberapa tahapan uji klinis yang benar dan menjunjung tinggi kaidah ilmu pengetahuan, sains, dan standar-standar kesehatan.
  • Intinya, pemerintah tidak tergesa-gesa dalam pelaksanaan vaksinasi, dan tetap mengedepankan aspek keamanan dan manfaat atau keampuhan vaksin.
  • Pemerintah hanya menyediakan vaksin Covid-19 yang terbukti aman dan lolos uji klinis, serta sudah mendapatkan Emergency Use of Authorization (EUA) dari BPOM.

Secara umum, efek samping yang timbul dapat beragam. Pada umumnya ringan, bersifat sementara, dan tidak selalu ada, serta bergantung pada kondisi tubuh. Efek samping ringan seperti demam dan nyeri otot atau ruam pada bekas suntikan adalah hal yang wajar namun tetap perlu dimonitor. Melalui tahapan pengembangan dan pengujian vaksin yang lengkap, efek samping yang berat dapat terlebih dahulu terdeteksi sehingga dapat dievaluasi lebih lanjut. Manfaat vaksin jauh lebih besar dibandingkan risiko sakit karena terinfeksi bila tidak divaksin.

Apabila nanti terjadi Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), sudah terbentuk Komite Nasional Pengkajian dan Penanggulangan KIPI maupun komite di setiap daerah untuk memantau dan menanggulangi KIPI.

Masyarakat yang mendapatkan pemberitahuan melalui Short Message Service (SMS) Blast wajib mengikuti pelaksanaan Vaksinasi Covid-19.

Vaksinasi tidak hanya bertujuan untuk memutus rantai penularan penyakit dan menghentikan wabah saja, tetapi juga dalam jangka panjang untuk mengeliminasi bahkan mengeradikasi (memusnahkan/ menghilangkan) penyakit itu sendiri.

Indonesia punya sejarah panjang dalam upaya penanggulangan penyakit menular dengan vaksinasi atau imunisasi. Indonesia juga berkontribusi terhadap penanggulangan penyakit di muka bumi ini melalui pemberian vaksinasi. Sebagai contoh sejak pertama kali imunisasi cacar dicanangkan pada tahun 1956, akhirnya penyakit cacar bisa dieradikasi yaitu dimusnahkan atau dihilangkan di seluruh dunia pada tahun 1974 sehingga pelaksanaan imunisasi campak distop pada tahun 1980. Pun demikian dengan polio. Sejak imunisasi polio dicanangkan pertama kali tahun 1972, Indonesia akhirnya mencapai bebas polio tahun 2014.

Saat ini dunia, termasuk Indonesia, sedang dalam proses menuju eradikasi polio yang ditargetkan pada tahun 2023. Contoh lainnya adalah upaya gencar pemberian imunisasi tetanus toxoid pada ibu hamil, yang membuat Indonesia akhirnya mencapai status eliminasi tetanus maternal dan neonatal pada tahun 2016.

Vaksinasi bertujuan untuk memberikan kekebalan spesifik terhadap suatu penyakit tertentu sehingga apabila suatu saat terpajan dengan penyakit tersebut maka tidak akan sakit atau hanya mengalami sakit ringan. Tentu, apabila seseorang tidak menjalani vaksinasi maka ia tidak akan memiliki kekebalan spesifik terhadap penyakit yang dapat dicegah dengan pemberian vaksinasi tersebut. Apabila cakupan vaksinasi tinggi dan merata di suatu daerah maka akan terbentuk kekebalan kelompok (herd immunity). Kekebalan kelompok inilah yang menyebabkan proteksi silang, dimana anak tetap sehat meskipun tidak diimunisasi karena anak-anak lainnya di lingkungan tempat tinggalnya sudah mendapatkan imunisasi secara lengkap, sehingga anak yang tidak diimunisasi ini mendapatkan manfaat perlindungan melalui kekebalan kelompok yang ditimbulkan dari cakupan imunisasi yang tinggi tadi. Anak yang tidak diimunisasi tersebut dilindungi oleh orang-orang di sekitarnya yang telah kebal terhadap penyakit tertentu sehingga risiko tertular penyakit dari orang sekitarnya menjadi kecil. Hal ini menunjukan bahwa imunisasi dengan cakupan yang tinggi dan merata sangatlah penting. Namun, jika suatu saat anak tersebut keluar dari wilayah dengan cakupan tinggi tadi, anak tersebut akan memiliki risiko untuk tertular penyakit karena pada dasarnya ia belum memiliki kekebalan spesifik yang didapat dari imunisasi.

Vaksinasi Covid-19 DKI Jakarta

Kelompok prioritas penerima vaksin adalah penduduk dengan domisili di Indonesia yang berusia ≥ 18 tahun. Kelompok penduduk berusia di bawah 18 tahun dapat diberikan vaksinasi apabila telah tersedia data keamanan vaksin yang memadai dan persetujuan penggunaan pada masa darurat (emergency use authorization) atau penerbitan Nomor Izin Edar (NIE) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan

SDM Kesehatan yang mendapatkan vaksinasi:

  • Dokter
  • Perawat
  • Bidan
  • Tenaga Kesehatan lainnya (farmasi, gizi, kesmas, dsb)
  • Asisten Tenaga Kesehatan
  • Tenaga penunjang
  • Koas
  • SDMK TNI/POLRI

Vaksinasi dilaksanakan dalam 4 tahapan dengan mempertimbangkan ketersediaan dan waktu kedatangan. Tahapan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dilaksanakan sebagai berikut:

1. Tahap 1 dengan waktu pelaksanaan Januari-April 2021

Sasaran vaksinasi Covid-19 tahap 1 adalah tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan, tenaga penunjang, serta mahasiswa yang sedang menjalani pendidikan profesi kedokteran yang bekerja pada Fasilitas Pelayanan Kesehatan.

2. Tahap 2 dengan waktu pelaksanaan Januari-April 2021

Sasaran vaksinasi Covid-19 tahap 2 adalah:

a. Petugas pelayanan publik yaitu Tentara Nasional Indonesia/Kepolisian Negara Republik Indonesia, aparat hukum, dan petugas pelayanan publik lainnya yang meliputi petugas di bandara/pelabuhan/stasiun/terminal, perbankan, perusahaan listrik negara, dan perusahaan daerah air minum, serta petugas lain yang terlibat secara langsung memberikan pelayanan kepada masyarakat.

b. Kelompok usia lanjut (≥ 60 tahun).

3. Tahap 3 dengan waktu pelaksanaan April 2021-Maret 2022

Sasaran vaksinasi Covid-19 tahap 3 adalah masyarakat rentan dari aspek geospasial, sosial, dan ekonomi.

4. Tahap 4 dengan waktu pelaksanaan April 2021-Maret 2022

Sasaran vaksinasi tahap 4 adalah masyarakat dan pelaku perekonomian lainnya dengan pendekatan kluster sesuai dengan ketersediaan vaksin.

Pentahapan dan penetapan kelompok prioritas penerima vaksin dilakukan dengan memperhatikan Roadmap WHO Strategic Advisory Group of Experts on Immunization (SAGE) serta kajian dari Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional (Indonesian Technical Advisory Group). 

Pelayanan vaksinasi Covid-19 dilaksanakan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan milik Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah Provinsi, Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota atau milik masyarakat/swasta yang memenuhi persyaratan, meliputi:

1. Puskesmas, Puskesmas Pembantu

2. Klinik

3. Rumah Sakit dan/atau

4. Unit Pelayanan Kesehatan di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP)

Vaksinasi Covid-19 dilaksanakan secara bertahap setelah vaksin mendapatkan izin dari BPOM berupa Emergency Use of Authorization (EUA). Calon penerima vaksin Covid-19 akan mendapatkan SMS-Blast untuk melakukan registrasi ulang dan memilih tempat dan waktu pelayanan vaksinasi Covid-19.

Timeline sesuai tahapan dari pemerintah pusat. Tanggal 13 Januari 2021 penyuntikan perdana kepada Presiden dilakukan di Istana Merdeka dan di DKI Jakarta vaksinasi sudah dimulai mulai tanggal 14 Januari 2021.

Pemberian vaksinasi Covid-19 dilakukan oleh dokter, perawat atau bidan yang memiliki kompetensi.

Vaksin diberikan hanya untuk mereka yang sehat. Ada beberapa kriteria inidvidu atau kelompok yang tidak boleh diimunisasi Covid-19:

a. Orang yang sedang sakit

Orang yang sedang sakit, tidak boleh menjalani vaksinasi. Jika sedang sakit,peserta harus sembuh terlebih dahulu sebelum divaksin.

b. Memiliki penyakit penyerta

Orang dengan penyakit penyerta yang tidak terkontrol seperti diabetes atau hipertensi disarankan tidak menerima vaksin. Oleh karena itu, sebelum pelaksanaan vaksinasi, semua orang akan dicek kondisi tubuhnya terlebih dahulu. Mereka yang memiliki penyakit komorbid harus dalam kondisi terkontrol untuk mendapat persetujuan vaksinasi dari dokter yang merawat.

c. Tidak sesuai usia

Sesuai anjuran pemerintah, orang yang mendapat vaksin Covid-19 adalah kelompok usia 18+ tahun. Artinya, mereka yang diluar kelompok tersebut seperti anak-anak, belum boleh menerima vaksin.

d. Memiliki riwayat autoimun.

e. Penyintas Covid-19

f. Wanita hamil dan menyusui

Untuk vaksin yang ada saat ini (Sinovac), sesuai dengan rekomendasi PAPDI dan uji klinis tahap 3 yang dilakukan di bandung, belum dapat diberikan kepada orang yang sudah pernah terkonfirmasi positif Covid-19. Namun, tidak menutup kemungkinan bila sudah ada kajian lebih lanjut, kelompok tersebut dapat diberikan vaksinasi pada tahap berikutnya.

Calon penerima vaksinasi akan dicek suhu tubuh dan menjawab pertanyaan standar dari petugas Kesehatan sebagai upaya skrining status kesehatan.

Saat ini, uji klinis vaksin Covid-19 dibatasi pada umur 18+ tahun yang merupakan kelompok usia terbanyak terpapar Covid-19. Pengembangan vaksin untuk anak-anak masih direncanakan pada beberapa kandidat vaksin. Setelah vaksin Covid-19 yang aman dan efektif tersedia untuk anak-anak, pemerintah akan berupaya keras mendapat aksesnya. Cara melindungi anak: tetap bermain dan belajar dirumah, jangan pergi ke tempat yang banyak kerumunan orang, dan tetap menjalankan protokol kesehatan.

Vaksin tidak 100% membuat kita kebal dari Covid-19. Namun, akan mengurangi dampak yang ditimbulkan jika kita tertular Covid-19. Untuk itu, meskipun sudah divaksin, kami merekomendasikan kepada masyarakat untuk tetap melakukan 3M.

Seluruh puskesmas kecamatan dan puskesmas kelurahan yang ditunjuk. Beberapa RS juga untuk antisipasi sasaran tahap 1 tenaga kesehatan. RS dan klinik jajaran TNI POLRI juga sudah didaftarkan.

Dinas Kesehatan, Sudinkes, Puskesmas dan fasilitas pemberi vaksin yang sudah terdaftar dalam P-Care (Primary Care) memiliki kesiapan tempat penyimpanan vaksin berupa cold room untuk Dinkes dan cold chain untuk Sudinkes dan Puskesmas. Tempat penyimpanan sudah sesuai standar WHO pada suhu 2-8 °C, terkalibrasi dan termonitor suhunya. Manajemen penyimpanan vaksin juga diterapkan oleh petugas secara ketat, untuk memastikan stabilitas vaksin tetap baik dari mulai pabrik, instalasi penyimpanan vaksin, sampai vaksin disuntikkan oleh vaksinator kepada target.

Dinkes DKI bersama KOMDA PP KIPI (Komite Daerah Pencegahan dan Penanggulangan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) sudah mempersiapkan tim yang akan melakukan monitoring dampak pasca vaksinasi di setiap tingkatan administrasi. Dinkes DKI juga telah menetapkan 21 Rumah Sakit Rujukan KIPI untuk vaksinasi Covid-19. Adapun, Surat Keputusan Gubernur terkait KOMDA KIPI provinsi dan wilayah masih dalam proses pembuatan.

Bantuan Sosial Tunai (BST)

Bantuan Sosial Tunai atau BST merupakan bantuan sosial yang diberikan kepada masyarakat terdampak COVID-19 dalam bentuk tunai/uang yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar.
Penerima BST merupakan keluarga penerima bantuan sosial sembako tahun 2020 hasil pembaruan dan pemadanan data dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi DKI Jakarta. Penerima BST tidak termasuk penerima Bantuan Sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
  •  BST Pemerintah Pusat merupakan bantuan sosial yang bersumber dari APBN Kementerian Sosial RI dan disalurkan oleh Pemerintah Pusat melalui PT Pos Indonesia (Persero).
  • BST Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta merupakan bantuan sosial Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta yang bersumber dari APBD dan disalurkan ke rekening penerima BST melalui Bank DKI.
BST akan diberikan sebesar Rp300.000,-/keluarga/bulan yang akan disalurkan per bulan selama 4 bulan.
Dana BST dapat ditarik secara tunai melalui ATM dan dapat dibelanjakan di manapun sesuai dengan peruntukan BST.
Bisa, tidak ada saldo minimum.
Tidak ada biaya administrasi. Penerima BST disarankan untuk tidak menutup rekening setelah program BST selesai dan menjadikan rekening BST tersebut sebagai tabungan.
Penerima BST perlu membawa undangan distribusi, KTP, dan KK (asli dan fotokopi)
Bisa diwakilkan dengan syarat-syarat yang sudah disampaikan melalui undangan pengambilan kartu. Apabila penerima BST diwakilkan oleh Penerima Kuasa, maka: Penerima Kuasa (ada dalam 1 KK) Persyaratan: - Surat Kuasa dari penerima BST - KTP dan KK Pemberi Kuasa dan Penerima Kuasa (asli dan fotokopi) Penerima Kuasa (di luar KK contoh: Paman, Bibi, Nenek) Persyaratan: - Surat Pengantar dari Kepala Satpel Sosial Kecamatan - KTP dan KK Pemberi Kuasa dan Penerima Kuasa (asli dan fotokopi)
Jadwal pendistribusian BST Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan diinformasikan oleh Dinas Sosial DKI Jakarta melalui Kepala Satpel Sosial Kecamatan dan Petugas Pendata dan Pendamping Sosial (Pendamsos) di Kelurahan masing-masing.
  • Lokasi distribusi BST Provinsi DKI Jakarta tersebar pada 160 titik lokasi di wilayah yang tertera pada undangan yang disampaikan kepada penerima BST.
  • BST Pemerintah Pusat akan didistribusikan ke rumah masing-masing penerima BST Pemerintah Pusat oleh PT Pos Indonesia.
Penerima BST akan diundang kembali pada undangan ke-2 hingga ke-3 yang dilakukan setelah distribusi pertama selesai pada 5 wilayah dan Kepulauan Seribu.

a. Penerima dapat memberikan kuasa pengambilan Kartu Tabungan kepada keluarga yang masih terdapat dalam satu KK atau berbeda KK dengan membawa persyaratan sebagaimana disebutkan dalam Surat Undangan; atau

b. Penerima dapat lapor kepada Kasatpel Sosial di Kantor Kecamatan untuk penjadwalan ulang pengambilan Kartu Tabungan.

  • Apabila kartu ATM hilang, Penerima BST dapat melakukan pemblokiran terlebih dahulu dengan menghubungi call center Bank DKI di nomor telpon (021) 1500351.
  • Penerima BST membuat Surat Keterangan Kehilangan dari Kantor Kepolisian setempat kemudian membuat laporan permohonan Kartu ATM atau Kartu Tabungan yang baru di Kantor Layanan Bank DKI terdekat.
Penerima BST dapat datang ke Kantor Layanan Bank DKI terdekat untuk melakukan Reset PIN ATM.
Pertanyaan dan keluhan dapat disampaikan melalui call center Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta melalui nomor telepon: (021) 426 5115 atau menghubungi nomor seluler 0821-1142-0717 (khusus chat WhatsApp) dengan waktu pelayanan selama hari kerja (Senin-Jumat) jam 08.00-17.00.
Informasi tersebut dapat disampaikan melalui call centre Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta melalui nomor telepon: (021) 426 5115 atau menghubungi nomor seluler 0821-1142-0717 (khusus chat WhatsApp) dengan waktu pelayanan selama hari kerja (Senin-Jumat) jam 08.00-17.00.
Saat ini belum ada kebijakan untuk membuka pendaftaran bagi pendaftar baru penerima BST 2021. Bagi warga yang merasa layak namun belum terdaftar, dapat mendaftarkan diri melalui mekanisme pendaftaran Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), informasi jadwal dan persyaratan DTKS dapat diperoleh melalui Petugas Pendamping Sosial di Kantor Kelurahan setempat dan/atau Kepala Satuan Pelaksana Sosial di Kantor Kecamatan setempat.
BST ditransfer langsung ke masing-masing rekening penerima manfaat di minggu kedua Maret 2021 karena adanya proses pemutakhiran data yang dilakukan petugas kewilayahan.
Penerima BST masuk dalam kategori meninggal dunia, pindah luar DKI Jakarta, perubahan status perkawinan, mampu/tidak mampu secara ekonomi, penerima PKH/BPNT dan memiliki penghasilan tetap.
Perubahan data dilakukan berdasarkan usulan RT/RW melalui Forum Musyawarah Kelurahan yang dilaksanakan pada bulan Februari 2021.

Beberapa hal yang menjadi penilaian bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tidak dapat melanjutkan BST COVID-19 tahun 2021:

a. Penyalahgunaan kartu BST (diperjualbelikan, disalahgunakan, dll).

b. Perubahan hasil musyawarah kelurahan dan verifikasi lapangan oleh petugas wilayah.

c. Duplikasi dengan penerima bantuan sosial PKH dan BPNT.

d. Penerima yang sudah pindah/meninggal/tidak lagi masuk ke dalam DTKS.

e. Memiliki penghasilan tetap.

Berdasarkan evaluasi dari BST Tahap 1 dan usulan hasil musyawarah kelurahan, ditemukan ada warga yang masih layak dan memenuhi kriteria untuk mendapatkan bantuan sosial.
Untuk penerima baru tetap akan memperoleh bantuan di bulan Maret 2021. Penjadwalan undangan pendistribusian kartu BST akan dibagikan oleh Bank DKI ke penerima.
Pemprov DKI melalui Bank DKI mengundang kembali pendistribusian kartu rekening BST penerima melalui jadwal undangan yang sudah ditentukan.
Pencairan BST tahap 3 akan dilakukan pada akhir Maret 2021.
Hal ini akan mengacu pada data terakhir hasil muskel yang sudah dilakukan di bulan Februari 2021.

Bantuan Sosial Tunai Tahap 3

Pencairan BST tahap 3 akan ditransfer langsung ke rekening penerima manfaat mulai hari Sabtu tanggal 3 April 2021.
Tidak dikembalikan, dana BST tetap berada di rekening Penerima Manfaat. Untuk itu pengambilan dana bantuan tidak harus pada hari pencairan, namun bisa pada hari-hari berikutnya, sehingga tidak terjadi antrian pengambilan bantuan di lokasi mesin ATM.
Tidak ada potongan, dana bantuan sebesar Rp300.000,- ditransfer langsung ke rekening penerima manfaat.
Penerima manfaat dapat mengadukan ke Dinas Sosial melalui aplikasi JAKI atau menghubungi Call Center (021) 426 5115 dan chat WhatsApp 0821-1142-0717 dengan waktu pelayanan selama hari kerja (Senin s.d. Jumat) jam 08.00 sampai 17.00.
Pada pencairan BST tahap 2, Dinas Sosial melakukan pemutakhiran data penerima bantuan melalui musyawarah kelurahan yang dihadiri oleh RT dan RW. Adapun penerima bantuan dengan kategori sebagai berikut dihapus dari daftar penerima manfaat:
-meninggal dunia
- pindah
- dianggap mampu
- penerima PKH/BPNT
- memiliki penghasilan tetap
- Kepala Keluarga dan / atau Anggota Keluarga dalam satu KK menjadi PJLP di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta (nomor KK terdapat pada sistem e-PJLP)
Undangan pertama pengambilan kartu ATM dan buku tabungan telah didistribusikan pada tanggal 29 – 31 Maret 2021. Apabila tidak hadir, akan diberikan undangan kedua dan ketiga melalui perangkat RT dan RW. Untuk itu disarankan agar penerima manfaat berkoordinasi dengan perangkat RT dan RW.

Bantuan Sosial PSBB Covid-19

Program Bantuan Sosial PSBB Covid-19 adalah program bantuan sosial kepada warga/masyarakat di Provinsi DKI Jakarta yang rentan terdampak dalam memenuhi kebutuhan dasar atau kebutuhan pokoknya selama pelaksanaan PSBB. Bantuan yang diberikan bersumber dari APBD dan/atau APBN. Bantuan sosial ini disalurkan dalam bentuk bahan pokok dan/atau bantuan langsung lainnya, yang mekanisme penyalurannya diatur sesuai ketentuan.
Program Bantuan Sosial PSBB COVID-19 bertujuan untuk mendorong seluruh lapisan masyarakat khususnya bagi yang terdampak dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari, untuk ikut melaksanakan PSBB dalam upaya pencegahan wabah COVID-19 di Provinsi DKI Jakarta.

Penerima Program Bantuan Sosial PSBB COVID-19 ditargetkan sebanyak 1,2 juta keluarga miskin dan rentan yang bermukim di Provinsi DKI Jakarta. Data termasuk:

  1. Penerima Bansos existing Jakarta (Termasuk pangan murah, KJP, KLJ, Disablitas dan PKD anak)
  2. Data Terpadu Kesejahteraan Sosial dari Dinsos dan Kemensos
  3. Data pekerja terdampak COVID-19 oleh Dinas Tenaga Kerja

Penerima program bansos COVID-19 adalah keluarga seperti pada poin 3 ditambah dengan keluarga yang memiliki penghasilan kurang dari Rp 5 juta per bulan dan mengalami salah satu dampak di bawah ini:

Daftar penerima Program Bantuan Sosial PSBB COVID-19 meliputi keluarga yang sudah:

  1. terkena PHK atau dirumahkan dengan pengurangan atau tidak menerima gaji;
  2. tutup usaha/tidak bisa berjualan kembali; dan
  3. pendapatan/omset berkurang drastis akibat pandemik COVID-19.

Untuk mengetahui daftar nama penerima, warga dapat menanyakan kepada RW tempat tinggal masing-masing.

Keluarga yang sudah terdaftar sebagai penerima Program Bantuan Sosial PSBB COVID-19 namun belum mendapatkan bantuan, maka dapat melaporkannya kepada pengurus RW setempat untuk dilakukan pengisian formulir untuk kemudian ditindaklanjuti sesuai ketentuan.
  1. Bagi keluarga yang berdomisili di Jakarta dan memenuhi kriteria (lihat no. 4), namun namanya tidak terdaftar, maka dapat segera melaporkan kepada RW setempat untuk kemudian mengisi formulir permohonan Bantuan Sosial PSBB COVID-19 dan wajib melampirkan surat Pemberhentian Hubungan Kerja (PHK) dari Perusahaannya bagi yang terkena PHK atau dirumahkan.
  2. Bagi keluarga yang berdomisili di Jakarta dan memenuhi kriteria, namun tidak memiliki KTP/Identitas wilayah DKI Jakarta maka dapat segera melaporkan kepada RW setempat untuk kemudian mengisi formulir permohonan Bantuan Sosial PSBB COVID-19 dan wajib melampirkan surat keterangan domisili dari Ketua RT setempat serta wajib melampirkan surat Pemberhentian Hubungan Kerja (PHK) dari Perusahaannya bagi yang terkena PHK atau dirumahkan.
Keluarga yang merasa tidak memenuhi kriteria penerima namun terdaftar sebagai penerima Program Bantuan Sosial PSBB COVID-19 dapat melaporkannya kepada pengurus RW setempat untuk dilakukan pencatatan guna pemutakhiran basis data, dan untuk difasilitasi pengembalian bantuan sesuai ketentuan yang berlaku.

Setiap keluarga penerima Program Bantuan Sosial PSBB COVID-19 akan memperoleh 1 (satu) paket bantuan berisikan komoditas pangan, alat kebersihan diri dan masker yang dikemas rapat agar higienis. Komposisi komoditas pangan yang diberikan memperhatikan pemenuhan rerata kalori harian. Tidak ada pemberian bantuan berupa uang tunai. Selengkapnya komposisi Paket Bantuan Sosial PSBB COVID-19 Provinsi DKI Jakarta adalah terdiri dari:

  1. Beras 5 kg (1 karung);
  2. Bahan makanan berprotein (2 kaleng);
  3. Biskuit (2 bungkus);
  4. Minyak goreng 0,9 liter (1 bungkus);
  5. Sabun mandi batang (2 buah); dan
  6. Masker kain (2 buah).
Pendistribusian Bantuan Sosial PSBB COVID-19 dilaksanakan melalui metode pengantaran ke alamat tempat tinggal penerima. Ketua RW akan melakukan verifikasi data penerima dan mengirimkan langsung hingga ke pintu rumah penerima bantuan dengan protokol penerapan jarak fisik (physical distancing).
Distribusi bantuan sosial dilaksanakan secara terjadwal. Anda bisa memantau informasinya melalui laman https://corona.jakarta.go.id/id/informasi-bantuan-sosial 
Mekanisme pendistribusian bantuan sosial telah diatur sesuai jadwal untuk menghindari kerumunan warga. Bantuan sosial yang didistribusikan tersebut langsung diantar ke rumah warga. Sehingga warga tidak perlu berkumpul untuk mengambil bantuan, guna meminimalisasi potensi penularan COVID-19. Para Walikota, Camat, Lurah dan Ketua RW setempat turut mengawasi proses pendistribusian bansos dan berkolaborasi dengan TNI dan Polri dalam keamanan dan ketertiban termasuk mendisiplinkan masyarakat dalam menerapkan aturan saat berada di luar rumah (memakai masker dan physical distancing) selama proses ini berlangsung hingga selesai.
Pertanyaan, keluhan atau dugaan penyimpangan mengenai pendistribusian bantuan Program Bantuan Sosial PSBB COVID-19 dapat disampaikan melalui call center Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta melalui nomor telepon: (021) 426 5115, nomor seluler 082 111 420 717 dan 087 777 065 202, serta 14 Kanal Pengaduan Resmi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang telah terintegrasi dengan Cepat Respon Masyarakat (CRM) dengan prioritas pada layanan pengaduan berbasis daring (online), yaitu: Aplikasi JAKI (Jakarta Kini), Twitter akun @DKIJakarta, Facebook akun Pemprov DKI Jakarta, Alamat Email: [email protected], Akun Media Sosial Gubernur, SMS 081 112 722 06, Website Jakarta.go.id, Aplikasi QLUE, LAPOR 1708.
Dalam proses penyelenggaraan Program Bantuan Sosial PSBB COVID-19 ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah melaksanakan mekanisme pendataan (pengumpulan data, verifikasi dan validasi data) sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Penyediaan informasi publik terkait daftar penerima bantuan sosial akan mengikuti aturan dan mekanisme yang berlaku sesuai dengan amanat Undang-Undang RI No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Informasi mengenai daftar penerima bantuan sosial dapat diakses oleh publik melalui mekanisme permohonan informasi publik dengan mengecualikan data yang terkait dengan informasi pribadi penerima bantuan sosial ataupun informasi yang dikecualikan lainnya menurut UU Keterbukaan Informasi Publik.
Program Bantuan Sosial PSBB COVID-19 bersumber dari realokasi anggaran APBD DKI Jakarta.

Program Bantuan Sosial PSBB COVID-19 adalah program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang bentuk, jadwal dan mekanisme penyaluran bantuannya telah disebutkan pada poin 9, 10, dan 11. Pembiayaan Program Bantuan Sosial PSBB COVID-19 bersumber dari APBD DKI Jakarta dan terpisah sumber pembiayaannya dari Program Bantuan Sosial yang direncanakan oleh Pemerintah Pusat.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendukung Program Bantuan Sosial yang akan dilaksanakan Pemerintah Pusat agar dapat terlaksana secara efektif dan mengurangi beban warga miskin dan rentan yang bermukim di wilayah Jakarta selama pelaksanaan PSBB.

Fasilitas Isolasi Terkendali: Hotel Pasien OTG

Fasilitas Isolasi Terkendali kategori hotel yang dikelola Pemprov DKI Jakarta terdapat di

Hotel Ibis Senen

Alamat: Jl. Kramat Raya No. 100, Kwitang, Kota Jakarta Pusat 10420
Pasien: OTG
Pembiayaan: Pemerintah

Hotel Grand Asia Jakarta

Alamat: Jl. Bandengan Selatan No. 88 RT 01, Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Kota Jakarta Utara 14450
Pasien: OTG
Pembiayaan: Pemerintah

Hotel U Stay Mangga Besar

Alamat: Jl. Kartini Raya No. 2 RT 16/RW 3, Mangga Besar, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat 10750
Pasien: OTG
Pembiayaan: Pemerintah

Hotel Twin Plaza

Alamat: Jl. Tol S. Parman Kav. 93-94, RT 1/RW 8, Kota Bambu Utara, Kecamatan Palmerah, Kota Jakarta Barat 11420
Pasien: OTG
Pembiayaan: Pemerintah

Hotel Ibis Styles Jakarta Mangga Dua

Alamat: Jl. Gunung Sahari No. 1, Pademangan Barat, Kota Jakarta Utara 14420
Pasien: OTG
Pembiayaan: Pemerintah

Fasilitas Isolasi Terkendali kategori hotel yang dapat digunakan berada di

Hotel Mega Anggrek

Alamat: Jl Arjuna Selatan No. 4 RT 2/RW 8, Tanjung Duren Selatan, Kecamatan Grogol Petamburan, Kota Jakarta Barat 11480
Pasien: OTG
Pembiayaan: berbayar

Hotel Ciputra

Alamat: Jl. Letjen S. Parman No.11 RT 11/RW 1, Tanjung Duren Utara, Kecamatan Grogol Petamburan, Kota Jakarta Barat 11470
Pasien: OTG
Pembiayaan: berbayar

Hotel Pomelotel

Alamat: Jl Dukuh Patra No. 28, RT. 11/RW 1, Menteng Dalam, Kecamatan Tebet, Kota Jakarta Selatan 12870
Pasien: OTG
Pembiayaan: berbayar

Hotel Oasis Amir

Alamat: Jl Senen Raya Blok A No.135-137, RW 2, Senen, Kecamatan Senen, Kota Jakarta Pusat 10410
Pasien: OTG
Pembiayaan: berbayar

Hotel Ibis Bugdet Jakarta Daan Mogot

Alamat: Jl Daan Mogot No. 50 B, Wijaya Kusuma, Kota Jakarta Barat 11460
Pasien: OTG
Pembiayaan: berbayar

Oyo Kalisma Syariah

Alamat: Jl Ks. Tubun No. 15-17 RT 2/RW 1, Petamburan, Kecamatan Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat 10260
Pasien: OTG
Pembiayaan: berbayar

Kolaborasi Sosial Berskala Besar

KOLABORASI SOSIAL BERSKALA BESAR (KSBB) adalah sebuah program kolaborasi sosial untuk bahu membahu membantu sesama, dengan mempertemukan antara masyarakat yang ingin memberi dan masyarakat yang membutuhkan bantuan melalui fasilitasi Pemprov DKI Jakarta.


KOLABORASI SOSIAL BERSKALA BESAR (KSBB) diluncurkan seiring dengan datangnya bulan mulia, bulan Ramadhan. Harapannya, program ini dapat terus berlanjut, terutama dalam menghadapi pandemik COVID-19.


KOLABORASI SOSIAL BERSKALA BESAR (KSBB) difasilitasi melalui laman corona.jakarta.go.id/kolaborasi yang dapat mempertemukan pemberi bantuan dengan warga yang membutuhkan melalui data dan informasi kondisi wilayah yang terkena dampak pandemik COVID-19. Pemprov DKI Jakarta juga melakukan pendampingan dan pengawasan saat penyaluran bantuan KSBB.

Dalam menghadapi COVID-19, masyarakat memiliki semangat kesetiakawanan yang sangat kuat, meski sedang dalam masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), terlebih di bulan Ramadhan ini. Pemprov DKI hadir dengan program KOLABORASI SOSIAL BERSKALA BESAR (KSBB) untuk memfasilitasi semangat masyarakat untuk meringankan beban masyarakat yang terkena langsung maupun tidak langsung dampak sosial dari pandemik COVID-19, khususnya berupa bantuan pangan.

Masyarakat, baik perorangan, kelompok, maupun lembaga dapat mengikuti panduan sebagai berikut:

  1. Buka laman corona.jakarta.go.id/kolaborasi.
  2. Peta lokasi akan menjadi petunjuk awal, wilayah dan kriteria yang sesuai dengan kemampuan dan keinginan Anda; baik secara wilayah, jumlah kepala keluarga, kriteria lokasi yang membutuhkan (lingkungan RW, panti sosial asuhan anak, panti sosial bagi lanjut usia, panti sosial disabilitas atau pesantren).
  3. Pilih wilayah yang Anda inginkan, dan klik tombol “Beri Bantuan”. Anda akan diminta untuk mengisi formulir Komitmen Penyaluran Paket KOLABORASI SOSIAL BERSKALA BESAR (KSBB). Isi sesuai dengan rencana dan kemampuan Anda.
  4. Klik submit, dan donasi anda akan tercatat dalam sistem.
  5. Anda akan mendapatkan kontak penanggung jawab lokasi yang anda tuju. segera hubungi dalam waktu kurang dari 2x24 jam dan koordinasikan rencana penyaluran anda.
  6. Penyaluran di lapangan untuk jenis bantuan Makanan Siap Saji harus diantarkan secara langsung.
  7. Jika anda sudah menyalurkan bantuan, sampaikan konfirmasi penyaluran bantuan ke dalam sistem. Informasi ini akan menjadi informasi publik yang dilaporkan secara berkala.

KOLABORASI SOSIAL BERSKALA BESAR (KSBB) berbeda dengan program Bantuan Sosial PSBB COVID-19 dan Program Bantuan Sosial dari Pemerintah Pusat yang merupakan program Pemerintah menggunakan Anggaran Pemerintah Pusat terkait penanganan COVID-19.


KOLABORASI SOSIAL BERSKALA BESAR (KSBB) adalah wadah berbagi dari warga untuk warga lainnya yang membutuhkan, menggunakan data dan informasi yang disediakan oleh Pemprov DKI sebagai fasilitator program.

Bentuk bantuan ditentukan oleh setiap kolaborator yang hendak berpartisipasi untuk membantu sesama. Pemprov DKI Jakarta turut menyediakan referensi bentuk bantuan prioritas KSBB Ramadhan, yakni:


  1. Paket Makanan Siap Saji Pagi-Malam Rp 45,000/orang/hari. Nasi, Sayur, Lauk Pauk, Minuman Segar, Takjil (untuk berbuka puasa) atau bentuk lain yang setara. Asumsi 1 KK berisikan 4 orang.
  2. Paket Sembako Rp 200,000/KK/minggu. Beras 5 Kg, Minyak Goreng 2L, Tepung Terigu 1 Kg, Susu Kental Manis 1, Kaleng, Gula Pasir 1 Kg, Teh dan Kopi Instan, Sarden 1 kaleng, Mie Instan 5 bungkus, Margarin 200 Gr, Kurma 500 Gr atau bentuk lain yang setara.
  3. Paket Lebaran Rp 85,000 (hanya 1x). Sirup 580 ml, Biskuit, Gula Pasir, Teh, Nata De Coco atau bentuk lain yang setara. 
  4. Paket THR Uang tunai senilai Rp 50.000/orang atau Rp 200.000/ keluarga (hanya 1x). Asumsi 1 KK berisikan 4 orang. 
    Bantuan pangan harus dalam kondisi baik, higienis dan halal. Untuk bantuan dalam bentuk sembako diberikan dengan ketentuan masa kadaluarsa yang cukup. Bantuan juga harus terbebas dari politik, ras, dan informasi hoax.
Saat ini, program KOLABORASI SOSIAL BERSKALA BESAR (KSBB) memiliki fokus utama pada bantuan dalam bentuk pangan. Namun pemberian bantuan dalam bentuk lain dapat menjadi aspirasi untuk kedepannya. Informasi mengenai pembaruan bentuk bantuan dapat dipantau pada laman corona.jakarta.go.id/kolaborasi

Program KOLABORASI SOSIAL BERSKALA BESAR (KSBB) berlaku tidak hanya untuk warga Jakarta, melainkan juga warga lain yang berdomisili di Jakarta. Secara khusus, program ini ditujukan kepada unit :

1. RW

2. Pesantren

3. Panti Sosial Asuhan Anak

4. Panti Sosial bagi Lanjut Usia

5. Panti Sosial Disabilitas

6. Lokasi Prioritas Potensial Lainnya

Seluruh informasi mengenai program KOLABORASI SOSIAL BERSKALA BESAR (KSBB) merupakan informasi publik yang diperbarui secara berkala melalui situs corona.jakarta.go.id/kolaborasi. Di situs ini, masyarakat/institusi dapat mengawasi kegiatan dan penyaluran bantuan yang mereka berikan atau terima.
Dalam program KOLABORASI SOSIAL BERSKALA BESAR (KSBB), masyarakat yang ingin menyalurkan bantuan pangan cukup memilih lokasi tujuan bantuan KSBB, baik di lingkungan RW, pesantren, maupun panti sosial.

Penyaluran bantuan kepada warga yang membutuhkan akan dikoordinasikan oleh RT/RW sesuai dengan data kerentanan warga setempat berdasarkan kriteria sosial dan ekonomi Pemprov DKI Jakarta, atau kepada pengurus lembaga terkait. Data bersifat dinamis dan dapat terus berkembang.
Data yang digunakan RT/RW untuk membagikan bantuan merupakan data aktual masyarakat yang membutuhkan sekalipun telah menerima bantuan Pemprov DKI Jakarta. Data ini akan terus diperbarui (dapat bertambah ataupun berkurang) secara berkala sesuai dengan kondisi di lapangan.
Saat melakukan penyaluran bantuan, diharapkan terdapat pendampingan dari pihak pemberi bantuan sesuai protokol dan SOP COVID-19 untuk memastikan penyaluran bantuan yang tepat guna dan tepat sasaran. Proses penyaluran juga akan didampingi oleh pihak Kelurahan, Kecamatan, dan Satpol PP.
Informasi mengenai program KOLABORASI SOSIAL BERSKALA BESAR (KSBB) akan terekam dan dapat diakses oleh pemberi (masyarakat/institusi) sebagai pertanggungjawaban kegiatan. Jika bantuan di lokasi tersebut sudah cukup, maka masyarakat tidak dapat memilih lagi untuk menyalurkan bantuan ke lokasi tersebut.
Data yang disajikan merupakan data berbasis RW, Pesantren, dan Panti yang ada di Jakarta, sehingga diharapkan telah memberikan cakupan yang luas dan menyeluruh, termasuk telah mencakup berbagai profesi seperti ojek online dan warung.
Anda disarankan untuk menyalurkan donasi kepada lembaga sosial kemanusiaan yang telah menjadi mitra KOLABORASI SOSIAL BERSKALA BESAR (KSBB), seperti BAZNAS BAZIS, Aksi Cepat Tanggap, Palang Merah Indonesia, Rumah Zakat, Human Initiative dan Yayasan Dompet Dhuafa Republika. Donasi anda bersama warga lainnya yang terlibat akan disalurkan oleh mitra Agregator.

Untuk keterangan lebih lanjut mengenai mitra KOLABORASI SOSIAL BERSKALA BESAR (KSBB), anda dapat memantau situs corona.jakarta.go.id/kolaborasi
Anda dapat menyalurkan donasi melalui lembaga sosial kemanusiaan yang telah menjadi mitra KOLABORASI SOSIAL BERSKALA BESAR (KSBB) seperti BAZNAS BAZIS, Aksi Cepat Tanggap, Palang Merah Indonesia, Rumah Zakat, Human Initiative dan Yayasan Dompet Dhuafa Republika. Donasi anda selanjutnya akan disalurkan ke lokasi bantuan oleh mitra Agregator.

1. Palang Merah Indonesia.

Bank DKI 101-03-08868-0 a.n. PMI DKI Jakarta

CP: Erna Cahyani 081283335320

pmidkijakarta.or.id

2. Baznas DKI Jakarta

Bank BCA 03-53-04-8888 a.n. Baznas Bazis DKI

CP: Ahmad Sholih 085216880310

baznasbazisdki.id


3. Yayasan Rumah Zakat

Bank DKI Syariah 701-70-07000-1 a.n. Yayasan Rumah Zakat

CP: Nur Lutfiyana 085691910364

rumahzakat.org


4. Aksi Cepat Tanggap

Bank DKI Syariah 70-209-002-767 a.n. Aksi Cepat Tanggap

CP: Panca Irawan 085262942208

act.id


5. Human Initiative

Bank Mandiri 129-000-5450-057 a.n. PKPU

CP: Ferdiansyah 081321105551

human-initiative.org


6. Yayasan Dompet Dhuafa Republika

Bank DKI Syariah 708-0900-050 a.n. Yayasan Dompet Dhuafa Republika

CP: Dian Mulyadi 08176033317

dompetdhuafa.org

Proses pendistribusian bantuan diwajibkan mengikuti pengaturan PSBB ke lokasi yang telah disepakati bersama RW atau langsung kepada Panti Sosial dan Pondok Pesantren.


Jika bantuan ditujukan kepada RW, maka selanjutnya RT/RW setempat akan membagikan langsung paket bantuan hingga ke pintu rumah penerima bantuan dengan protokol dan SOP COVID-19; didampingi oleh Lurah, Camat, Satpol PP, serta perwakilan dari pemberi sumbangan. Dengan demikian, warga tidak perlu berkumpul untuk mengambil bantuan.

Masyarakat dapat melakukan penyaluran bantuan secara mandiri, namun dihimbau agar tetap melapor melalui laman KOLABORASI SOSIAL BERSKALA BESAR (KSBB) sehingga informasi mengenai bentuk dan lokasi penyaluran bantuan dapat tercatat. Selain itu, kriteria tepat sasaran dan tepat guna dapat dipantau sedini mungkin.

Pertanyaan dapat disampaikan melalui Chat Center pada nomor Whatsapp berikut:

-Admin JDCN 1

+62 811 834 8899

-Admin JDCN 2

+62 811 96000 196

- Admin JDCN 3

+62 811 96000 197


Keluhan, atau dugaan penyimpangan mengenai pendistribusian bantuan dapat disampaikan melalui 14 kanal aduan resmi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang telah terintegrasi dengan Cepat Respon Masyarakat (CRM) dengan prioritas pada layanan pengaduan berbasis daring (online), yaitu:

1. Aplikasi JAKI (Jakarta Terkini)

2. Twitter akun @DKIJakarta

3. Facebook akun Pemprov DKI Jakarta

4. Email: [email protected]

5. Akun Media Sosial Gubernur

6. SMS 08111272206

7. Website jakarta.go.id

8. Aplikasi QLUE

9. LAPOR 1708

Pelaksanaan PSBB Masa Transisi

PSBB Masa Transisi
Masa Transisi Menuju Masyarakat Sehat, Aman dan Produktif yang selanjutnya disebut Masa Transisi adalah pelaksanaan pemberlakuan PSBB dengan melakukan penyesuaian berbagai kegiatan/aktivitas masyarakat berdasarkan indikator kajian epidemiologi, penilaian kondisi kesehatan publik dan penilaian kesiapan fasilitas kesehatan dan kewajiban masyarakat menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pencegahan Covid-19.

Aktivitas yang Terlibat dalam Masa Transisi
Pemberlakuan Masa Transisi dilaksanakan secara bertahap terhadap kegiatan/aktivitas meliputi:
  • pembelajaran di sekolah dan/atau institusi pendidikan lainnya;
  • kegiatan keagamaan di rumah/tempat ibadah;
  • aktivitas bekerja di tempat kerja;
  • kegiatan di tempat/fasilitas umum;
  • kegiatan sosial dan budaya; dan
  • pergerakan orang dan barang menggunakan moda transportasi.
Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Masa Pandemi Covid-19 adalah sekumpulan perilaku yang dipraktikkan atas dasar kesadaran untuk mencegah terpaparnya diri dan lingkungan sekitar dari penyebaran Covid-19.

Setiap orang yang tinggal/berdomisili di Provinsi DKI Jakarta dalam berkegiatan:

1. wajib menggunakan masker di luar rumah;

2. melaksanakan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) melalui penerapan PHBS pencegahan Covid-19 dengan ketentuan sebagai berikut:

  • membatasi aktivitas ke luar rumah hanya untuk kegiatan yang penting dan mendesak;
  • menjaga kesehatan diri dan tidak beraktivitas di luar rumah ketika merasa tidak sehat;
  • membatasi aktivitas di luar rumah bagi mereka yang memiliki resiko tinggi bila terpapar Covid-19;
  • melakukan pembatasan fisik (physical distancing) berjarak dalam rentang paling sedikit 1 (satu) meter antara orang jika dalam berinteraksi kelompok;
  • membatasi diri untuk tidak berada dalam kerumunan orang;
  • menghindari penggunaan alat pribadi secara bersama;
  • mencuci tangan dengan air bersih dan sabun sebelum dan/atau sesudah beraktivitas;

Pimpinan/penanggung jawab setiap tatanan sebagaimana dimaksud harus:
  • menerapkan higiene dan sanitasi lingkungan pada setiap tatanan;
  • menerapkan pembatasan jarak antar orang untuk semua aktifitas di setiap tatanan, termasuk pada sarana mobilitas vertikal seperti penggunaan lift dan tangga (physical distancing);
  • melakukan pengukuran suhu tubuh di setiap titik masuk lingkungan di setiap tatanan;
  • menghindari aktivitas kerja/kegiatan yang dapat menciptakan kerumunan orang;
  • menyediakan sarana dan prasarana untuk mendukung pelaksanaan penerapan PHBS pencegahan Covid-19;
  • memasang tanda indikator dan/atau penjelasan terkait penerapan PHBS pencegahan Covid-19 pada setiap tatanan yang menjadi tanggung jawabnya; menghimbau dan melakukan edukasi kepada semua orang yang berada dalam tanggung jawabnya untuk menerapkan PHBS pencegahan Covid-19; dan
  • melakukan pengawasan internal PHBS pencegahan Covid-19 secara berkala pada setiap tatanan yang menjadi tanggung jawabnya.
Tindak Lanjut Kasus Covid-19 di Tempat Kerja/Tempat Kegiatan
Dalam hal ditemukan adanya pekerja dan/atau anggota masyarakat di tempat kerja/tempat kegiatan yang menjadi OTG, ODP, PDP atau konfirmasi Covid-19, maka pimpinan/penanggung jawab tempat kerja/tempat kegiatan wajib:
  • melaporkan dan berkoordinasi dengan Pusat Kesehatan Masyarakat atau Dinas Kesehatan; melakukan penghentian sementara aktivitas di tempat kerja/tempat kegiatan selama proses pembersihan dan disinfeksi paling sedikit 1 x 24 (satu kali dua puluh empat) jam;
  • melakukan pembersihan semua area kerja pada permukaan yang sering disentuh pekerja dengan cairan pembersih/cairan disinfektan;
  • melakukan disinfeksi pada seluruh tempat kerja/tempat kegiatan berikut fasilitas dan peralatan kerja yang terkontaminasi pekerja sakit;
  • mengatur sirkulasi udara di dalam tempat yang terkontaminasi pekerja sakit; dan
  • melakukan pemeriksaan kesehatan dan Isolasi Mandiri/Karantina Mandiri terhadap pekerja dan/atau anggota masyarakat yang pernah melakukan kontak fisik dengan pekerja dan/atau anggota masyarakat yang terpapar Covid-19.
PSBB Transisi di Sekolah dan Institusi Pendidikan Lainnya
Sekolah dan/atau institusi pendidikan lainnya dapat menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar sesuai dengan tahapan Masa Transisi dan mengikuti ketentuan dari instansi yang berwenang di bidang pendidikan.

Pengurus dan/atau penanggung jawab sekolah dan/atau institusi pendidikan lainnya dalam menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar wajib mematuhi ketentuan sebagai berikut:
  • menerapkan protokol kesehatan di area sekolah dan/atau institusi pendidikan lainnya;
  • menggunakan masker;
  • melakukan pengukuran suhu tubuh bagi seluruh peserta didik dan tenaga kependidikan;
  • mencuci tangan dengan air bersih dan sabun sebelum dan/atau sesudah beraktivitas;
  • menerapkan jarak aman antar peserta didik dan tenaga kependidikan paling sedikit 1 (satu) meter (physical distancing);
  • membersihkan area sekolah dan/atau institusi pendidikan lainnya dan lingkungan sekitar;
  • melakukan disinfeksi pada lantai, dinding dan permukaan benda/barang area sekolah dan/atau institusi pendidikan lainnya secara berkala; dan
  • membuat dan mengumumkan pakta integritas dan protokol pencegahan Covid-19.

Rumah Ibadah

Rumah ibadah dapat menyelenggarakan kegiatan keagamaan di kawasan/lingkungan yang aman dari risiko penularan Covid-19 sesuai dengan tahapan Masa Transisi.

Pengurus dan/atau penanggung jawab rumah ibadah yang menyelenggarakan kegiatan keagamaan wajib mematuhi ketentuan sebagai berikut:
  • jumlah pengguna rumah ibadah paling banyak 50% (lima puluh persen} dari kapasitas rumah ibadah;
  • menerapkan protokol kesehatan di area rumah ibadah;
  • melakukan pengukuran suhu tubuh bagi seluruh pengguna rumah ibadah;
  • memberitahukan setiap pengguna rumah ibadah untuk membawa sendiri perlengkapan ibadah;
  • menerapkan jarak aman antar pengguna rumah ibadah paling sedikit 1 (satu) meter (physical distancing);
  • membersihkan rumah ibadah dan lingkungan sekitar;
  • melakukan pembersihan dan disinfeksi pada lantai, dinding dan perangkat bangunan rumah ibadah sebelum dan setelah kegiatan ibadah; dan
  • mengikuti kebijakan yang ditetapkan oleh organisasi keagamaan.

PSBB Transisi di Tempat Kerja
Tempat kerja dapat menyelenggarakan aktivitas bekerja sesuai dengan tahapan Masa Transisi.

Ketentuan yang Wajib Dipatuhi Pimpinan dan/atau Penanggung Jawab Tempat Kerja

Pimpinan dan/atau penanggung jawab tempat kerja yang menyelenggarakan aktivitas wajib mematuhi ketentuan sebagai berikut:
  • membentuk Tim Penanganan Covid-19 di tempat kerja;
  • menerapkan batasan kapasitas jumlah orang paling banyak 50% (lima puluh persen) yang berada dalam tempat kerja dalam waktu yang bersamaan;
  • melakukan pengaturan hari kerja, jam kerja, shif kerja dan sistem kerja;
  • mewajibkan pekerja menggunakan masker;
  • memastikan seluruh area kerja bersih dan higienis dengan melakukan pembersihan secara berkala menggunakan pembersih dan disinfektan;
  • menerapkan pemeriksaan suhu tubuh sebelum masuk tempat kerja;
  • menyediakan hand sanitizer;
  • menyediakan sarana cuci tangan dengan air mengalir dan sabun;
  • dilarang memberhentikan pekerja dalam kondisi yang bersangkutan melakukan Isolasi Mandiri/Karantina Mandiri;
  • memastikan pekerja yang masuk kerja dalam kondisi tidak terjangkit Covid- 19;
  • menjaga jarak dalam semua aktivitas kerja, pengaturan jarak antar pekerja paling sedikit 1 (satu) meter pada setiap aktivitas kerja (physical distancing);
  • menghindari aktivitas kerja/kegiatan yang dapat menciptakan kerumunan orang;
  • melakukan pemantauan kesehatan pekerja secara proaktif;
  • melaksanakan protokol pencegahan Covid-19 di tempat kerja; dan
  • membuat dan mengumumkan pakta integritas dan protokol pencegahan Covid- 19.
Tempat/Fasilitas Umum
Tempat/fasilitas umum dapat menyelenggarakan kegiatan sesuai dengan tahapan Masa Transisi.

Pengurus dan/atau penanggung jawab tempat/fasilitas umum yang menyelenggarakan kegiatan wajib mematuhi ketentuan sebagai berikut:
  • membatasi jumlah pengunjung paling banyak 50% (lima puluh persen) dari kapasitas tempat/fasilitas umum;
  • mewajibkan pengunjung menggunakan masker;
  • menyediakan sarana cuci tangan dengan air mengalir dan sabun;
  • mengatur waktu kunjungan;
  • menjaga jarak paling sedikit 1 (satu) meter antar pengunjung (physical distancing);
  • menjaga kebersihan tempat/fasilitas umum; dan
  • melakukan pembersihan dan disinfeksi di area tempat/fasilitas umum.
Kegiatan Sosial Budaya
Kegiatan sosial dan budaya dapat diselenggarakan sesuai dengan tahapan Masa Transisi.

Pengurus dan/atau penanggung jawab kegiatan sosial dan budaya wajib mematuhi ketentuan sebagai berikut:
  • melaksanakan protokol pencegahan Covid-19 saat pelaksanaan kegiatan sesuai kebijakan yang ditetapkan oleh instansi yang berwenang;
  • jumlah pengunjung paling banyak 50% (lima puluh persen) dari kapasitas tempat acara;
  • mewajibkan pengunjung menggunakan masker;
  • menerapkan pemeriksaan suhu tubuh;
  • memastikan pengunjung yang datang dalam kondisi tidak terjangkit Covid 19,
  • menyediakan sarana cuci tangan dengan air mengalir dan sabun;
  • menyediakan hand sanitizer,
  • menjaga jarak paling sedikit 1 (satu) meter antar pengunjung (physical distancing); dan
  • membuat dan mengumumkan pakta integritas dan protokol pencegahan Covid-19.
Kapasitas Angkut Transportasi
Pengendalian kapasitas angkut bagi penggunaan moda transportasi untuk pergerakan orang dan/atau barang dilakukan melalui penerapan batas kapasitas angkut meliputi:
  • kapasitas angkut mobil penumpang perseorangan paling banyak untuk 2 (dua) orang per baris kursi, kecuali dengan penumpang berdomisili di alamat yang sama;
  • kapasitas angkut mobil penumpang/bus umum, angkutan perairan, angkutan perkeretaapian paling banyak 50% (lima puluh persen) dari kapasitas angkut; dan
  • kapasitas angkut penumpang pada mobil barang paling banyak untuk 2 (dua) orang per baris kursi.
Pengutamaan Berjalan Kaki dan Bersepeda
Selama Masa Transisi untuk semua ruas jalan diutamakan bagi pejalan kaki dan pengguna transportasi sepeda sebagai sarana mobilitas penduduk sehari-hari untuk jarak yang mudah dijangkau. Penggunaan jalur sepeda terbangun akan ditingkatkan serta parkir khusus sepeda akan disediakan.

Penyediaan parkir khusus sepeda ditempatkan pada fasilitas meliputi:
  • ruang parkir perkantoran;
  • ruang parkir pusat perbelanjaan;
  • halte;
  • terminal;
  • stasiun; dan
  • pelabuhan/dermaga.
Penyediaan ruang parkir khusus sepeda di perkantoran dan pusat perbelanjaan ditetapkan sebesar 10% (sepuluh persen) dari kapasitas parkir.

Protokol Kesehatan Transportasi Umum dan Pribadi
Selama Masa Transisi dilakukan penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 terhadap semua jenis sarana transportasi yang digunakan untuk mengangkut orang dan/atau barang.

Protokol Pencegahan Covid-19 untuk Semua Jenis Transportasi
Penerapan protokol pencegahan Covid-19 terhadap semua jenis sarana transportasi yang digunakan untuk mengangkut orang dan/atau barang meliputi:
kewajiban bagi setiap petugas, pengguna dan/atau awak sarana transportasi umum untuk:
  • selalu menggunakan masker;
  • mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir setelah menggunakan kendaraan;
  • melakukan pemeriksaan dan pemantauan suhu tubuh sebelum memasuki sarana transportasi, dan tidak melakukan perjalanan jika sedang mengalami suhu tubuh di atas normal atau dalam keadaan sakit.

Kewajiban bagi Pengguna Kendaraan Pribadi

Kewajiban bagi pengguna kendaraan pribadi baik mobil maupun sepeda motor untuk:
selalu menggunakan masker;
  • mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir setelah menggunakan kendaraan;
  • membersihkan kendaraan sebelum dan/atau setelah dioperasikan; dan
  • tidak berkendara jika sedang mengalami suhu tubuh diatas normal atau dalam keadaan sakit.

Selama Masa Transisi, operator angkutan orang dengan kendaraan bermotor umum, angkutan perairan, angkutan perkeretaapian wajib mengikuti ketentuan sebagai berikut:
  • membatasi jam operasional sesuai pengaturan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan/atau instansi terkait:
  • menjaga jarak di dalam sarana transportasi paling sedikit 1 (satu) meter (physical distancing) dan
  • menyediakan ruang penyimpanan sepeda pada sarana angkutannya.

Informasi lainnya mengenai pelaksanaan dan peraturan Masa Transisi dapat Anda lihat di:
Peraturan Gubernur DKI Jakarta No. 51 Tahun 2020 (unduh SK di sini).

Tanggal berlaku SK: 4 Juni 2020