LAYANAN DARURAT COVID-19
112
0811 1211 2112
0813 8837 6955

Beranda > Informasi > FAQ

FAQ

Pertanyaan yang sering ditanyakan mengenai Covid-19.

Informasi Dasar COVID-19

Coronavirus Disease 2019 atau Covid-19 adalah penyakit baru yang dapat menyebabkan gangguan pernapasan dan radang paru. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Gejala klinis yang muncul beragam, mulai dari seperti gejala flu biasa (batuk, pilek, nyeri tenggorok, nyeri otot, nyeri kepala) sampai yang berkomplikasi berat (pneumonia atau sepsis) atau bahkan tidak bergejala sama sekali.

Orang dengan Covid-19 memiliki berbagai gejala yang dilaporkan - mulai dari gejala ringan hingga penyakit parah. Gejala dapat muncul 2-14 hari setelah terpapar virus. Orang dengan gejala di bawah ini mungkin memiliki Covid-19:

-Demam atau kedinginan

-Batuk

-Napas pendek atau sulit bernapas

-Kelelahan

-Otot atau sakit tubuh

-Sakit kepala

-Kehilangan rasa atau bau baru

-Sakit tenggorokan

-Hidung tersumbat atau berair

-Mual atau muntah

-Diare

Jika ada orang yang dalam 14 hari sebelum muncul gejala tersebut pernah melakukan perjalanan ke wilayah terjangkit atau pernah merawat/kontak erat dengan penderita Covid-19, maka orang tersebut akan diperiksa melalui pemeriksaan laboratorium lebih lanjut untuk memastikan diagnosisnya.

Jika ada gejala di atas DAN ada riwayat perjalanan ke wilayah terjangkit Covid-19 atau Anda terpapar dengan pasien positif Covid-19, hubungi Jakarta Tanggap Covid-19 Dinas Kesehatan DKI Jakarta di nomor 112 atau di nomor Whatsapp 081 112 112 112 atau 081 388 376 955 untuk mendapat arahan lebih lanjut.

Menurut KMK No. HK.01.07-MENKES-413-2020 ttg Pedoman Pencegahan dan Pengendalian COVID-19, yang dimaksud dengan Kasus Suspek, Probable, dan Konfirmasi adalah sebagai berikut:

Kasus Suspek 

Seseorang yang memiliki salah satu dari kriteria berikut:

a. Orang dengan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)* DAN pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di negara/wilayah Indonesia yang melaporkan transmisi lokal**. 

b. Orang dengan salah satu gejala/tanda ISPA* DAN pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat kontak dengan kasus konfirmasi/probable Covid-19. Orang dengan ISPA berat/pneumonia berat yang membutuhkan perawatan di rumah sakit DAN tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan.

Istilah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) saat ini dikenal kembali dengan istilah kasus suspek. 

Kasus Probable

Kasus suspek dengan ISPA Berat/ARDS/meninggal dengan gambaran klinis yang meyakinkan Covid-19 DAN belum ada hasil pemeriksaan laboratorium RT-PCR.  

Kasus Konfirmasi 

Seseorang yang dinyatakan positif terinfeksi virus Covid-19 yang dibuktikan dengan pemeriksaan laboratorium RT-PCR. Kasus konfirmasi dibagi menjadi 2: 

a. Kasus konfirmasi dengan gejala (simptomatik) 

b. Kasus konfirmasi tanpa gejala (asimptomatik)

Keterangan:

*ISPA yaitu demam (≥38oC) atau riwayat demam; dan disertai salah satu gejala/tanda penyakit pernapasan seperti: batuk/sesak nafas/sakit tenggorokan/pilek/pneumonia ringan hingga berat.   

** Negara/wilayah transmisi lokal adalah negara/wilayah yang melaporkan adanya kasus konfirmasi yang sumber penularannya berasal dari wilayah yang melaporkan kasus tersebut. Negara transmisi lokal merupakan negara yang termasuk dalam klasifikasi kasus klaster dan transmisi komunitas, dapat dilihat melalui situs https://www.who.int/emergencies/diseases/nov el-coronavirus-2019/situation-reports.

Wilayah transmisi lokal di Indonesia dapat dilihat melalui situs https://infeksiemerging.kemkes.go.id.

Persyaratan Surat Izin Keluar-Masuk bagi warga berdomisili Jakarta:
  1. Surat pengantar dari Ketua RT yang diketahui Ketua RW tempat tigngalnya
  2. Surat pernyataan sehat bermeterai
  3. Surat keterangan:
    - perjalanan dinas keluar Jabodetabek (untuk perjalanan sekali);
    - surat keterangan bekerja bagi pekerja yang tempat kerjanya berada di luar Jabodetabek (untuk perjalanan berulang); atau
    - surat keterangan memiliki usaha di luar Jabodetabek yang diketahui oleh pejabat berwenang (untuk perjalanan berulang) 
  4. Pas foto berwarna
  5. Pindaian KTP

Persyaratan Surat Izin Keluar-Masuk bagi warga berdomisili Non-Jabodetabek:
  1. Surat keterangan dari kelurahan/desa asal
  2. Surat pernyataan sehat bermeterai
  3. Surat Keterangan Bekerja di DKI Jakarta dari tempat kerja (untuk perjalanan berulang)
  4. Surat Tugas/Undangan dari instansi/perusahaan tempat bekerja di Jakarta
  5. Surat jaminan bermeterai dari keluarga atau tempat kerja yang berada di Provinsi DKI Jakarta yang diketahui oleh Ketua RT setempat (untuk perjalanan sekali)
  6. Surat keterangan domisili tempat tinggal dari kelurahan di Jakarta untuk pemohon dengan alasan darurat
  7. Pas foto berwarna
  8. Pindaian KTP

Menurut KMK No. HK.01.07-MENKES-413-2020 ttg Pedoman Pencegahan dan Pengendalian COVID-19, yang dimaksud dengan Kontak Erat adalah sebagai berikut:

Orang yang memiliki riwayat kontak dengan kasus probable atau konfirmasi Covid-19. Riwayat kontak yang dimaksud antara lain: 

a. Kontak tatap muka/berdekatan dengan kasus probable atau kasus konfirmasi dalam radius 1 meter dan dalam jangka waktu 15 menit atau lebih. 

b. Sentuhan fisik langsung dengan kasus probable atau konfirmasi (seperti bersalaman, berpegangan tangan, dan lain-lain). 

c. Orang yang memberikan perawatan langsung terhadap kasus probable atau konfirmasi tanpa menggunakan APD yang sesuai standar. 

d. Situasi lainnya yang mengindikasikan adanya kontak berdasarkan penilaian risiko lokal yang ditetapkan oleh tim penyelidikan epidemiologi setempat.

Pada kasus probable atau konfirmasi yang bergejala (simptomatik), untuk menemukan kontak erat periode kontak dihitung dari 2 hari sebelum timbul gejala dan hingga 14 hari setelah timbul gejala.  

Pada kasus konfirmasi yang tidak bergejala (asimptomatik), untuk menemukan kontak erat periode kontak dihitung dari 2 hari sebelum dan 14 hari setelah tanggal pengambilan spesimen kasus konfirmasi. 

Menurut KMK No. HK.01.07-MENKES-413-2020 ttg Pedoman Pencegahan dan Pengendalian COVID-19, yang dimaksud dengan Pelaku Perjalanan, Discarded, Selesai Isolasi, dan Kasus Kematian adalah sebagai berikut:

Pelaku Perjalanan 

Seseorang yang melakukan perjalanan dari dalam negeri (domestik) maupun luar negeri pada 14 hari terakhir.

Discarded

Seseorang dikategorikan discarded apabila memenuhi salah satu kriteria berikut: 

a. Seseorang dengan status kasus suspek dengan hasil pemeriksaan RT-PCR 2 kali negatif selama 2 hari berturut-turut dengan selang waktu >24 jam. 

b. Seseorang dengan status kontak erat yang telah menyelesaikan masa karantina selama 14 hari.

Selesai Isolasi

Selesai isolasi apabila memenuhi salah satu kriteria berikut: 

a. Kasus konfirmasi tanpa gejala (asimtomatik) yang tidak dilakukan pemeriksaan follow up RT-PCR dengan ditambah 10 hari isolasi mandiri sejak pengambilan spesimen diagnosis konfirmasi. 

b. Kasus probable/kasus konfirmasi dengan gejala (simptomatik) yang tidak dilakukan pemeriksaan follow up RT-PCR dihitung 10 hari sejak tanggal onset dengan ditambah minimal 3 hari setelah tidak lagi menunjukkan gejala demam dan gangguan pernapasan.  

c. Kasus probable/kasus konfirmasi dengan gejala (simptomatik) yang mendapatkan hasil pemeriksaan follow up RT-PCR 1 kali negatif, dengan ditambah minimal 3 hari setelah tidak lagi menunjukkan gejala demam dan gangguan pernapasan. 

Kematian 

Kematian Covid-19 untuk kepentingan surveilans adalah kasus konfirmasi/probable Covid-19 yang meninggal. 

Seperti penyakit pernapasan lainnya, COVID-19 dapat menyebabkan gejala ringan termasuk pilek sakit tenggorokan, batuk, dan demam. Sekitar 80% kasus dapat pulih tanpa perlu perawatan khusus. Sekitar 1 dari setiap 6 orang mungkin akan menderita sakit yang parah, seperti disertai pneumonia atau kesulitan bernafas, yang biasanya muncul secara bertahap. Walaupun angka kematian penyakit ini masih jarang, namun bagi orang yang berusia lanjut, dan orang-orang dengan kondisi medis yang sudah ada sebelumnya (seperti diabetes, tekanan darah tinggi dan penyakit jantung), mereka biasanya lebih rentan untuk gejala yang lebih parah. Orang yang mengalami demam, batuk, dan sulit bernapas harus segera mendapatkan pertolongan medis.

Sampai saat ini belum diketahui dengan pasti berapa lama COVID-19 mampu bertahan di permukaan suatu benda, meskipun studi awal menunjukkan bahwa COVID-19 dapat bertahan hingga beberapa jam, tergantung jenis permukaan, suhu, atau kelembaban lingkungan.

Namun desinfektan sederhana dapat membunuh virus tersebut sehingga tidak mungkin menginfeksi orang lagi. Dan membiasakan cuci tangan dengan air dan sabun, atau handrub berbasis alkohol, serta hindari menyentuh mata, mulut atau hidung (segitiga wajah) lebih efektif melindungi diri Anda.

SARS adalah coronavirus yang diidentifikasi pada tahun 2003 dan termasuk dalam keluarga besar virus yang sama dengan COVID-19, namun berbeda jenis virusnya. Gejalanya mirip dengan COVID-19, namun SARS lebih berat. SARS lebih mematikan tetapi tidak lebih infeksius (menular) dibanding COVID-19.

Penularan COVID-19

Seseorang dapat terinfeksi dari penderita COVID-19. Penyakit ini dapat menyebar melalui tetesan kecil (droplet) dari hidung atau mulut pada saat batuk atau bersin. Droplet tersebut kemudian jatuh pada benda di sekitarnya. Kemudian jika ada orang lain menyentuh benda yang sudah terkontaminasi dengan droplet tersebut, lalu orang itu menyentuh mata, hidung atau mulut (segitiga wajah), maka orang itu dapat terinfeksi COVID-19. Atau bisa juga seseorang terinfeksi COVID-19 ketika tanpa sengaja menghirup droplet dari penderita. Inilah sebabnya penting untuk memakai masker dan menjaga jarak dengan orang lain.

Sampai saat ini, para ahli masih terus melakukan penyelidikan untuk menentukan sumber virus, jenis paparan, dan cara penularannya. Tetap pantau sumber informasi yang akurat dan resmi mengenai perkembangan penyakit ini.

Orang yang tinggal atau bepergian di daerah di mana virus COVID-19 bersirkulasi sangat mungkin berisiko terinfeksi. Mereka yang terinfeksi adalah orang-orang yang dalam 14 hari sebelum muncul gejala melakukan perjalanan dari negara terjangkit, atau yang kontak erat, seperti anggota keluarga, rekan kerja atau tenaga medis yang merawat pasien sebelum mereka tahu pasien tersebut terinfeksi COVID-19.

Petugas kesehatan yang merawat pasien yang terinfeksi COVID-19 berisiko lebih tinggi dan harus konsisten melindungi diri mereka sendiri dengan prosedur pencegahan dan pengendalian infeksi yang tepat.

Tidak ada batasan usia orang-orang dapat terinfeksi oleh coronavirus ini (COVID-19). Namun orang yang lebih tua dan orang-orang dengan kondisi medis yang sudah ada sebelumnya (seperti asma, diabetes, penyakit jantung, atau tekanan darah tinggi) tampaknya lebih rentan mengalami gejala yang lebih parah.

Cara penularan utama penyakit ini adalah melalui tetesan kecil (droplet) yang dikeluarkan pada saat seseorang batuk atau bersin. 

Banyak orang yang teridentifikasi Covid-19 hanya mengalami gejala ringan seperti batuk ringan, atau tidak mengeluh sakit, yang mungkin terjadi pada tahap awal penyakit. Sampai saat ini, para ahli masih terus melakukan penyelidikan untuk menentukan periode penularan atau masa inkubasi Covid-19. Tetap pantau sumber informasi yang akurat dan resmi mengenai perkembangan penyakit ini.

Menurut WHO, droplet, yang umumnya dianggap partikel dengan diameter <5μm, dapat tetap berada di udara untuk jangka waktu yang lama dan ditransmisikan ke orang lain pada jarak lebih dari 1 m. Dalam konteks Covid-19, transmisi melalui udara dapat terjadi dalam keadaan dan pengaturan khusus di mana prosedur atau perawatan pendukung yang menghasilkan aerosol dilakukan, misalnya, bronkoskopi, mengubah pasien ke posisi tengkurap, memutus hubungan pasien dari ventilator, atau lainnya.
Saat ini, belum ditemukan bukti bahwa hewan peliharaan seperti anjing atau kucing dapat terinfeksi virus COVID-19. Namun, akan jauh lebih baik untuk selalu mencuci tangan dengan sabun dan air setelah kontak dengan hewan peliharaan. Kebiasaan ini dapat melindungi Anda terhadap berbagai bakteri umum seperti E.coli dan Salmonella yang dapat berpindah antara hewan peliharaan dan manusia.
Vaksin untuk mencegah infeksi COVID-19 sedang dalam tahap pengembangan/uji coba.
Silakan melakukan uji risiko mandiri gejala Covid-19 di JakCLM pada aplikasi JAKI. Jika timbul gejala mirip Covid-19, segera hubungi Jakarta Tanggap Covid-19 Dinas Kesehatan DKI Jakarta di nomor 112 atau di nomor Whatsapp 081 112 112 112 atau 081 388 376 955 untuk mendapat arahan lebih lanjut.
Pastikan teman atau tetangga Anda melakukan isolasi mandiri atau menghubungi Jakarta Tanggap Covid-19 Dinas Kesehatan DKI Jakarta di nomor 112 atau di nomor Whatsapp 081 112 112 112 atau 081 388 376 955 untuk mendapat arahan lebih lanjut.
Orang yang menerima paket tidak berisiko tertular virus Covid-19. Dari data virus korona sebelumnya, kita tahu bahwa jenis virus ini tidak bertahan lama pada benda mati, seperti surat atau paket.
Saat ini tidak ada bukti bahwa penularan coronavirus penyebab COVID-19 dari makanan. Virus seperti coronavirus tidak bisa hidup lama di luar tubuh.
Waktu yang diperlukan sejak tertular/terinfeksi hingga muncul gejala disebut masa inkubasi. Saat ini masa inkubasi COVID-19 diperkirakan antara 1-14 hari, dan perkiraan ini dapat berubah sewaktu-waktu sesuai perkembangan kasus.

Tes untuk Covid-19 di fasilitas kesehatan milik Pemprov DKI Jakarta hanya dilakukan jika ada kemungkinan besar Anda memiliki penyakit tersebut

Misalnya jika:

-Anda melakukan kontak dekat dengan seseorang dengan orang yang positif Covid-19

-Anda bepergian ke negara atau daerah dengan risiko Covid-19 tinggi dalam 14 hari terakhir

Dalam kasus ini, Anda dapat hubungi Jakarta Tanggap Covid-19 Dinas Kesehatan DKI Jakarta di nomor 112 atau di nomor Whatsapp 081 112 112 112 atau 081 388 376 955 untuk mendapat arahan lebih lanjut.

Anda tidak disarankan untuk melakukan kegiatan di luar rumah kecuali untuk kegiatan yang penting atau mendesak. Jika Anda mengalami gejala demam/batuk/pilek/nyeri tenggorok atau sesak napas, segera kembali ke rumah, lakukan isolasi diri dan Segera hubungi Jakarta Tanggap COVID-19 Dinas Kesehatan DKI Jakarta di nomor 112 atau di nomor Whatsapp 081 112 112 112 atau 081 388 376 955 untuk mendapat arahan lebih lanjut.

Jika Anda diduga terjangkit COVID-19, Tim Tanggap COVID-19 akan mengambil beberapa sampel untuk diuji, misalnya:

  • Lendir dari hidung, tenggorokan, atau paru-paru, dan/atau
  • darah

Dan, anda akan diisolasi dari orang lain sampai dikonfirmasi apakah Anda negatif terinfeksi coronavirus.

Mencegah Penularan COVID-19

Hingga saat ini, belum ada vaksin untuk mencegah penularan Covid-19 tetapi Anda dapat melakukan tindakan pencegahan agar tidak tertular. Di antaranya dengan:

A. Menjaga kesehatan dan kebugaran agar sistem imunitas/kekebalan tubuh meningkat.

B. Gunakan masker penutup mulut dan hidung ketika Anda berada di luar rumah.

C. Jaga jara aman dengan orang lain minimal 1,5 meter.

D. Mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir atau menggunakan alkohol 70-80% handrub sesuai langkah-langkah mencuci tangan yang benar. Mencuci tangan sampai bersih merupakan salah satu tindakan yang mudah dan murah. Dan, sebagian besar penyebaran penyakit akibat virus dan bakteri bersumber dari tangan. Karena itu, menjaga kebersihan tangan adalah hal yang sangat penting.

E. Ketika batuk dan bersin, upayakan menjaga agar lingkungan Anda tidak tertular. Tutup hidung dan mulut Anda dengan tisu atau dengan lipatan siku tangan bagian dalam (bukan dengan telapak tangan) dan gunakan masker.

F.  Hindari kontak dengan orang lain atau bepergian ke tempat umum.

G. Hindari menyentuh mata, hidung dan mulut (segitiga wajah). Tangan menyentuh banyak hal yang dapat terkontaminasi virus. Jika kita menyentuh mata, hidung dan mulut dengan tangan yang terkontaminasi, maka virus dapat dengan mudah masuk ke tubuh kita.

H. Buang tisu dan masker yang sudah digunakan ke tempat sampah dengan benar, lalu cucilah tangan Anda.

I.  Menunda perjalanan ke daerah/negara di mana virus ini ditemukan.

J. Hindari bepergian ke luar rumah kecuali untuk kegiatan mendesak 

K. Selalu pantau perkembangan penyakit Covid-19 dari sumber resmi dan akurat. Ikuti arahan dan informasi dari petugas kesehatan dan Dinas Kesehatan setempat. Informasi dari sumber yang tepat dapat membantu Anda melindungi dari Anda dari penularan dan penyebaran penyakit ini.

Iya. Namun, Anda dapat menggunakan masker kain (berlapis 3) karena masker kesehatan dibutuhkan oleh petugas medis.
Iya. Anda wajib untuk selalu menggunakan masker saat berkegiatan di luar rumah. Masker yang digunakan dapat berupa masker kain (berlapis 3).
Anda diminta untuk selalu waspada dan mengikuti imbauan pemerintah. Tetap berada di rumah dan berkegiatan dari rumah dan tetap tenang. Carilah informasi yang benar dan akurat tentang perkembangan COVID-19 agar Anda mengetahui situasi wilayah Anda dan Anda dapat mengambil tindakan pencegahan yang tepat.
Tidak. Antibiotik hanya bekerja untuk melawan bakteri, bukan virus. Karena COVID-19 disebabkan oleh virus, maka antibiotik tidak bisa digunakan sebagai sarana pencegahan atau pengobatan. Namun, jika Anda dirawat di rumah sakit dan didiagnosis COVID-19, Anda mungkin akan diberikan antibiotik, karena seringkali terjadi infeksi sekunder yang disebabkan bakteri.
Pemindai suhu tubuh dinilai efektif dalam mendeteksi orang dengan suhu tinggi yang dapat disebabkan oleh coronavirus. Tetapi, alat ini tidak dapat mendeteksi orang yang terjangkit COVID-19 dengan gejala suhu tinggi yang tidak ditemukan.

Orang yang terinfeksi COVID-19 dan influenza akan mengalami gejala infeksi saluran pernafasan yang sama, seperti demam, batuk dan pilek. Walaupun gejalanya sama, tapi penyebab virusnya berbeda-beda, sehingga kita sulit mengidentifikasi masing-masing penyakit tersebut.

Pemeriksaan medis yang akurat disertai rujukan pemeriksaan laboratorium sangat diperlukan untuk mengonfirmasi apakah seseorang terinfeksi COVID-19. Bagi setiap orang yang menderita demam, batuk, dan sulit bernapas sangat direkomendasikan untuk segera mencari pengobatan, dan memberitahukan petugas kesehatan jika mereka telah melakukan perjalanan dari wilayah terjangkit dalam 14 hari sebelum muncul gejala, atau jika mereka telah melakukan kontak erat dengan seseorang yang sedang menderita gejala infeksi saluran pernafasan.

Kasus COVID-19

WHO secara ketat memantau situasi terkini dan secara teratur menerbitkan informasi tentang penyakit ini. Informasi lebih lanjut mengenai penyakit ini dapat dilihat melalui: https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019 atau https://infeksiemerging.kemkes.go.id/category/situasi-infeksi-emerging/info-corona-virus
Anda dapat melihat data terbaru terkait kasus Covid-19 di Indonesia pada portal Kementerian Kesehatan Republik Indonesia di https://infeksiemerging.kemkes.go.id/ atau pada menu Data di corona.jakarta.go.id/data untuk data kasus di DKI Jakarta.
Situasi perkembangan penyakit COVID-19 di Indonesia dapat dipantau melalui laman website https://infeksiemerging.kemkes.go.id atau melalui https://corona.jakarta.go.id/data untuk memantau perkembangan kasus di Jakarta.
Untuk kondisi saat ini, seseorang belum bisa diberikan surat keterangan bebas COVID-19, karena kita tidak pernah tahu apakah dia pernah kontak dengan orang yang sakit COVID-19.

Sejak 5 Februari 2020, Indonesia telah memberlakukan pembatasan perjalanan ke Tiongkok berupa penghentian sementara penerbangan dari dan ke Tiongkok.
Pada tanggal 5 Maret 2020, Indonesia juga memberlakukan pelarangan transit atau masuk ke Indonesia bagi pelaku perjalanan yang dalam 14 hari sebelumnya datang dari wilayah berikut:

  • Iran: Tehran, Qom, Gilan
  • Italia: Wilayah Lombardi, Veneto, Emilia Romagna, Marche dan Piedmont
  • Korea Selatan: Kota Daegu dan Provinsi Gyeongsangbuk-do.

Informasi tentang media KIE atau situasi perkembangan COVID-19, dapat diakses melalui:

Halo Kemenkes: 1500567
Hotline Emergency Operation Center (EOC): 119 atau (021) 521 0411 atau 0812 1212 3119

Twitter: @KemenkesRI
Facebook: @KementerianKesehatanRI
Instagram: @kemenkes_ri
Website: www.who.int, www.infeksiemerging.kemkes.go.id, www.sehatnegeriku.kemkes.go.id

Bantuan Sosial PSBB COVID-19

Program Bantuan Sosial PSBB Covid-19 adalah program bantuan sosial kepada warga/masyarakat di Provinsi DKI Jakarta yang rentan terdampak dalam memenuhi kebutuhan dasar atau kebutuhan pokoknya selama pelaksanaan PSBB. Bantuan yang diberikan bersumber dari APBD dan/atau APBN. Bantuan sosial ini disalurkan dalam bentuk bahan pokok dan/atau bantuan langsung lainnya, yang mekanisme penyalurannya diatur sesuai ketentuan.
Program Bantuan Sosial PSBB COVID-19 bertujuan untuk mendorong seluruh lapisan masyarakat khususnya bagi yang terdampak dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari, untuk ikut melaksanakan PSBB dalam upaya pencegahan wabah COVID-19 di Provinsi DKI Jakarta.

Penerima Program Bantuan Sosial PSBB COVID-19 ditargetkan sebanyak 1,2 juta keluarga miskin dan rentan yang bermukim di Provinsi DKI Jakarta. Data termasuk:

  1. Penerima Bansos existing Jakarta (Termasuk pangan murah, KJP, KLJ, Disablitas dan PKD anak)
  2. Data Terpadu Kesejahteraan Sosial dari Dinsos dan Kemensos
  3. Data pekerja terdampak COVID-19 oleh Dinas Tenaga Kerja

Penerima program bansos COVID-19 adalah keluarga seperti pada poin 3 ditambah dengan keluarga yang memiliki penghasilan kurang dari Rp 5 juta per bulan dan mengalami salah satu dampak di bawah ini:

Daftar penerima Program Bantuan Sosial PSBB COVID-19 meliputi keluarga yang sudah:

  1. terkena PHK atau dirumahkan dengan pengurangan atau tidak menerima gaji;
  2. tutup usaha/tidak bisa berjualan kembali; dan
  3. pendapatan/omset berkurang drastis akibat pandemik COVID-19.

Untuk mengetahui daftar nama penerima, warga dapat menanyakan kepada RW tempat tinggal masing-masing.

Keluarga yang sudah terdaftar sebagai penerima Program Bantuan Sosial PSBB COVID-19 namun belum mendapatkan bantuan, maka dapat melaporkannya kepada pengurus RW setempat untuk dilakukan pengisian formulir untuk kemudian ditindaklanjuti sesuai ketentuan.
  1. Bagi keluarga yang berdomisili di Jakarta dan memenuhi kriteria (lihat no. 4), namun namanya tidak terdaftar, maka dapat segera melaporkan kepada RW setempat untuk kemudian mengisi formulir permohonan Bantuan Sosial PSBB COVID-19 dan wajib melampirkan surat Pemberhentian Hubungan Kerja (PHK) dari Perusahaannya bagi yang terkena PHK atau dirumahkan.
  2. Bagi keluarga yang berdomisili di Jakarta dan memenuhi kriteria, namun tidak memiliki KTP/Identitas wilayah DKI Jakarta maka dapat segera melaporkan kepada RW setempat untuk kemudian mengisi formulir permohonan Bantuan Sosial PSBB COVID-19 dan wajib melampirkan surat keterangan domisili dari Ketua RT setempat serta wajib melampirkan surat Pemberhentian Hubungan Kerja (PHK) dari Perusahaannya bagi yang terkena PHK atau dirumahkan.
Keluarga yang merasa tidak memenuhi kriteria penerima namun terdaftar sebagai penerima Program Bantuan Sosial PSBB COVID-19 dapat melaporkannya kepada pengurus RW setempat untuk dilakukan pencatatan guna pemutakhiran basis data, dan untuk difasilitasi pengembalian bantuan sesuai ketentuan yang berlaku.

Setiap keluarga penerima Program Bantuan Sosial PSBB COVID-19 akan memperoleh 1 (satu) paket bantuan berisikan komoditas pangan, alat kebersihan diri dan masker yang dikemas rapat agar higienis. Komposisi komoditas pangan yang diberikan memperhatikan pemenuhan rerata kalori harian. Tidak ada pemberian bantuan berupa uang tunai. Selengkapnya komposisi Paket Bantuan Sosial PSBB COVID-19 Provinsi DKI Jakarta adalah terdiri dari:

  1. Beras 5 kg (1 karung);
  2. Bahan makanan berprotein (2 kaleng);
  3. Biskuit (2 bungkus);
  4. Minyak goreng 0,9 liter (1 bungkus);
  5. Sabun mandi batang (2 buah); dan
  6. Masker kain (2 buah).
Pendistribusian Bantuan Sosial PSBB COVID-19 dilaksanakan melalui metode pengantaran ke alamat tempat tinggal penerima. Ketua RW akan melakukan verifikasi data penerima dan mengirimkan langsung hingga ke pintu rumah penerima bantuan dengan protokol penerapan jarak fisik (physical distancing).
Distribusi bantuan sosial dilaksanakan secara terjadwal. Anda bisa memantau informasinya melalui laman https://corona.jakarta.go.id/id/informasi-bantuan-sosial 
Mekanisme pendistribusian bantuan sosial telah diatur sesuai jadwal untuk menghindari kerumunan warga. Bantuan sosial yang didistribusikan tersebut langsung diantar ke rumah warga. Sehingga warga tidak perlu berkumpul untuk mengambil bantuan, guna meminimalisasi potensi penularan COVID-19. Para Walikota, Camat, Lurah dan Ketua RW setempat turut mengawasi proses pendistribusian bansos dan berkolaborasi dengan TNI dan Polri dalam keamanan dan ketertiban termasuk mendisiplinkan masyarakat dalam menerapkan aturan saat berada di luar rumah (memakai masker dan physical distancing) selama proses ini berlangsung hingga selesai.
Pertanyaan, keluhan atau dugaan penyimpangan mengenai pendistribusian bantuan Program Bantuan Sosial PSBB COVID-19 dapat disampaikan melalui call center Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta melalui nomor telepon: (021) 426 5115, nomor seluler 082 111 420 717 dan 087 777 065 202, serta 14 Kanal Pengaduan Resmi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang telah terintegrasi dengan Cepat Respon Masyarakat (CRM) dengan prioritas pada layanan pengaduan berbasis daring (online), yaitu: Aplikasi JAKI (Jakarta Kini), Twitter akun @DKIJakarta, Facebook akun Pemprov DKI Jakarta, Alamat Email: [email protected], Akun Media Sosial Gubernur, SMS 081 112 722 06, Website Jakarta.go.id, Aplikasi QLUE, LAPOR 1708.
Dalam proses penyelenggaraan Program Bantuan Sosial PSBB COVID-19 ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah melaksanakan mekanisme pendataan (pengumpulan data, verifikasi dan validasi data) sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Penyediaan informasi publik terkait daftar penerima bantuan sosial akan mengikuti aturan dan mekanisme yang berlaku sesuai dengan amanat Undang-Undang RI No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Informasi mengenai daftar penerima bantuan sosial dapat diakses oleh publik melalui mekanisme permohonan informasi publik dengan mengecualikan data yang terkait dengan informasi pribadi penerima bantuan sosial ataupun informasi yang dikecualikan lainnya menurut UU Keterbukaan Informasi Publik.
Program Bantuan Sosial PSBB COVID-19 bersumber dari realokasi anggaran APBD DKI Jakarta.

Program Bantuan Sosial PSBB COVID-19 adalah program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang bentuk, jadwal dan mekanisme penyaluran bantuannya telah disebutkan pada poin 9, 10, dan 11. Pembiayaan Program Bantuan Sosial PSBB COVID-19 bersumber dari APBD DKI Jakarta dan terpisah sumber pembiayaannya dari Program Bantuan Sosial yang direncanakan oleh Pemerintah Pusat.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendukung Program Bantuan Sosial yang akan dilaksanakan Pemerintah Pusat agar dapat terlaksana secara efektif dan mengurangi beban warga miskin dan rentan yang bermukim di wilayah Jakarta selama pelaksanaan PSBB.

Kolaborasi Sosial Berskala Besar

KOLABORASI SOSIAL BERSKALA BESAR (KSBB) adalah sebuah program kolaborasi sosial untuk bahu membahu membantu sesama, dengan mempertemukan antara masyarakat yang ingin memberi dan masyarakat yang membutuhkan bantuan melalui fasilitasi Pemprov DKI Jakarta.


KOLABORASI SOSIAL BERSKALA BESAR (KSBB) diluncurkan seiring dengan datangnya bulan mulia, bulan Ramadhan. Harapannya, program ini dapat terus berlanjut, terutama dalam menghadapi pandemik COVID-19.


KOLABORASI SOSIAL BERSKALA BESAR (KSBB) difasilitasi melalui laman corona.jakarta.go.id/kolaborasi yang dapat mempertemukan pemberi bantuan dengan warga yang membutuhkan melalui data dan informasi kondisi wilayah yang terkena dampak pandemik COVID-19. Pemprov DKI Jakarta juga melakukan pendampingan dan pengawasan saat penyaluran bantuan KSBB.

Dalam menghadapi COVID-19, masyarakat memiliki semangat kesetiakawanan yang sangat kuat, meski sedang dalam masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), terlebih di bulan Ramadhan ini. Pemprov DKI hadir dengan program KOLABORASI SOSIAL BERSKALA BESAR (KSBB) untuk memfasilitasi semangat masyarakat untuk meringankan beban masyarakat yang terkena langsung maupun tidak langsung dampak sosial dari pandemik COVID-19, khususnya berupa bantuan pangan.

Masyarakat, baik perorangan, kelompok, maupun lembaga dapat mengikuti panduan sebagai berikut:

  1. Buka laman corona.jakarta.go.id/kolaborasi.
  2. Peta lokasi akan menjadi petunjuk awal, wilayah dan kriteria yang sesuai dengan kemampuan dan keinginan Anda; baik secara wilayah, jumlah kepala keluarga, kriteria lokasi yang membutuhkan (lingkungan RW, panti sosial asuhan anak, panti sosial bagi lanjut usia, panti sosial disabilitas atau pesantren).
  3. Pilih wilayah yang Anda inginkan, dan klik tombol “Beri Bantuan”. Anda akan diminta untuk mengisi formulir Komitmen Penyaluran Paket KOLABORASI SOSIAL BERSKALA BESAR (KSBB). Isi sesuai dengan rencana dan kemampuan Anda.
  4. Klik submit, dan donasi anda akan tercatat dalam sistem.
  5. Anda akan mendapatkan kontak penanggung jawab lokasi yang anda tuju. segera hubungi dalam waktu kurang dari 2x24 jam dan koordinasikan rencana penyaluran anda.
  6. Penyaluran di lapangan untuk jenis bantuan Makanan Siap Saji harus diantarkan secara langsung.
  7. Jika anda sudah menyalurkan bantuan, sampaikan konfirmasi penyaluran bantuan ke dalam sistem. Informasi ini akan menjadi informasi publik yang dilaporkan secara berkala.

KOLABORASI SOSIAL BERSKALA BESAR (KSBB) berbeda dengan program Bantuan Sosial PSBB COVID-19 dan Program Bantuan Sosial dari Pemerintah Pusat yang merupakan program Pemerintah menggunakan Anggaran Pemerintah Pusat terkait penanganan COVID-19.


KOLABORASI SOSIAL BERSKALA BESAR (KSBB) adalah wadah berbagi dari warga untuk warga lainnya yang membutuhkan, menggunakan data dan informasi yang disediakan oleh Pemprov DKI sebagai fasilitator program.

Bentuk bantuan ditentukan oleh setiap kolaborator yang hendak berpartisipasi untuk membantu sesama. Pemprov DKI Jakarta turut menyediakan referensi bentuk bantuan prioritas KSBB Ramadhan, yakni:


  1. Paket Makanan Siap Saji Pagi-Malam Rp 45,000/orang/hari. Nasi, Sayur, Lauk Pauk, Minuman Segar, Takjil (untuk berbuka puasa) atau bentuk lain yang setara. Asumsi 1 KK berisikan 4 orang.
  2. Paket Sembako Rp 200,000/KK/minggu. Beras 5 Kg, Minyak Goreng 2L, Tepung Terigu 1 Kg, Susu Kental Manis 1, Kaleng, Gula Pasir 1 Kg, Teh dan Kopi Instan, Sarden 1 kaleng, Mie Instan 5 bungkus, Margarin 200 Gr, Kurma 500 Gr atau bentuk lain yang setara.
  3. Paket Lebaran Rp 85,000 (hanya 1x). Sirup 580 ml, Biskuit, Gula Pasir, Teh, Nata De Coco atau bentuk lain yang setara. 
  4. Paket THR Uang tunai senilai Rp 50.000/orang atau Rp 200.000/ keluarga (hanya 1x). Asumsi 1 KK berisikan 4 orang. 
    Bantuan pangan harus dalam kondisi baik, higienis dan halal. Untuk bantuan dalam bentuk sembako diberikan dengan ketentuan masa kadaluarsa yang cukup. Bantuan juga harus terbebas dari politik, ras, dan informasi hoax.
Saat ini, program KOLABORASI SOSIAL BERSKALA BESAR (KSBB) memiliki fokus utama pada bantuan dalam bentuk pangan. Namun pemberian bantuan dalam bentuk lain dapat menjadi aspirasi untuk kedepannya. Informasi mengenai pembaruan bentuk bantuan dapat dipantau pada laman corona.jakarta.go.id/kolaborasi

Program KOLABORASI SOSIAL BERSKALA BESAR (KSBB) berlaku tidak hanya untuk warga Jakarta, melainkan juga warga lain yang berdomisili di Jakarta. Secara khusus, program ini ditujukan kepada unit :

1. RW

2. Pesantren

3. Panti Sosial Asuhan Anak

4. Panti Sosial bagi Lanjut Usia

5. Panti Sosial Disabilitas

6. Lokasi Prioritas Potensial Lainnya

Seluruh informasi mengenai program KOLABORASI SOSIAL BERSKALA BESAR (KSBB) merupakan informasi publik yang diperbarui secara berkala melalui situs corona.jakarta.go.id/kolaborasi. Di situs ini, masyarakat/institusi dapat mengawasi kegiatan dan penyaluran bantuan yang mereka berikan atau terima.
Dalam program KOLABORASI SOSIAL BERSKALA BESAR (KSBB), masyarakat yang ingin menyalurkan bantuan pangan cukup memilih lokasi tujuan bantuan KSBB, baik di lingkungan RW, pesantren, maupun panti sosial.

Penyaluran bantuan kepada warga yang membutuhkan akan dikoordinasikan oleh RT/RW sesuai dengan data kerentanan warga setempat berdasarkan kriteria sosial dan ekonomi Pemprov DKI Jakarta, atau kepada pengurus lembaga terkait. Data bersifat dinamis dan dapat terus berkembang.
Data yang digunakan RT/RW untuk membagikan bantuan merupakan data aktual masyarakat yang membutuhkan sekalipun telah menerima bantuan Pemprov DKI Jakarta. Data ini akan terus diperbarui (dapat bertambah ataupun berkurang) secara berkala sesuai dengan kondisi di lapangan.
Saat melakukan penyaluran bantuan, diharapkan terdapat pendampingan dari pihak pemberi bantuan sesuai protokol dan SOP COVID-19 untuk memastikan penyaluran bantuan yang tepat guna dan tepat sasaran. Proses penyaluran juga akan didampingi oleh pihak Kelurahan, Kecamatan, dan Satpol PP.
Informasi mengenai program KOLABORASI SOSIAL BERSKALA BESAR (KSBB) akan terekam dan dapat diakses oleh pemberi (masyarakat/institusi) sebagai pertanggungjawaban kegiatan. Jika bantuan di lokasi tersebut sudah cukup, maka masyarakat tidak dapat memilih lagi untuk menyalurkan bantuan ke lokasi tersebut.
Data yang disajikan merupakan data berbasis RW, Pesantren, dan Panti yang ada di Jakarta, sehingga diharapkan telah memberikan cakupan yang luas dan menyeluruh, termasuk telah mencakup berbagai profesi seperti ojek online dan warung.
Anda disarankan untuk menyalurkan donasi kepada lembaga sosial kemanusiaan yang telah menjadi mitra KOLABORASI SOSIAL BERSKALA BESAR (KSBB), seperti BAZNAS BAZIS, Aksi Cepat Tanggap, Palang Merah Indonesia, Rumah Zakat, Human Initiative dan Yayasan Dompet Dhuafa Republika. Donasi anda bersama warga lainnya yang terlibat akan disalurkan oleh mitra Agregator.

Untuk keterangan lebih lanjut mengenai mitra KOLABORASI SOSIAL BERSKALA BESAR (KSBB), anda dapat memantau situs corona.jakarta.go.id/kolaborasi
Anda dapat menyalurkan donasi melalui lembaga sosial kemanusiaan yang telah menjadi mitra KOLABORASI SOSIAL BERSKALA BESAR (KSBB) seperti BAZNAS BAZIS, Aksi Cepat Tanggap, Palang Merah Indonesia, Rumah Zakat, Human Initiative dan Yayasan Dompet Dhuafa Republika. Donasi anda selanjutnya akan disalurkan ke lokasi bantuan oleh mitra Agregator.

1. Palang Merah Indonesia.

Bank DKI 101-03-08868-0 a.n. PMI DKI Jakarta

CP: Erna Cahyani 081283335320

pmidkijakarta.or.id

2. Baznas DKI Jakarta

Bank BCA 03-53-04-8888 a.n. Baznas Bazis DKI

CP: Ahmad Sholih 085216880310

baznasbazisdki.id


3. Yayasan Rumah Zakat

Bank DKI Syariah 701-70-07000-1 a.n. Yayasan Rumah Zakat

CP: Nur Lutfiyana 085691910364

rumahzakat.org


4. Aksi Cepat Tanggap

Bank DKI Syariah 70-209-002-767 a.n. Aksi Cepat Tanggap

CP: Panca Irawan 085262942208

act.id


5. Human Initiative

Bank Mandiri 129-000-5450-057 a.n. PKPU

CP: Ferdiansyah 081321105551

human-initiative.org


6. Yayasan Dompet Dhuafa Republika

Bank DKI Syariah 708-0900-050 a.n. Yayasan Dompet Dhuafa Republika

CP: Dian Mulyadi 08176033317

dompetdhuafa.org

Proses pendistribusian bantuan diwajibkan mengikuti pengaturan PSBB ke lokasi yang telah disepakati bersama RW atau langsung kepada Panti Sosial dan Pondok Pesantren.


Jika bantuan ditujukan kepada RW, maka selanjutnya RT/RW setempat akan membagikan langsung paket bantuan hingga ke pintu rumah penerima bantuan dengan protokol dan SOP COVID-19; didampingi oleh Lurah, Camat, Satpol PP, serta perwakilan dari pemberi sumbangan. Dengan demikian, warga tidak perlu berkumpul untuk mengambil bantuan.

Masyarakat dapat melakukan penyaluran bantuan secara mandiri, namun dihimbau agar tetap melapor melalui laman KOLABORASI SOSIAL BERSKALA BESAR (KSBB) sehingga informasi mengenai bentuk dan lokasi penyaluran bantuan dapat tercatat. Selain itu, kriteria tepat sasaran dan tepat guna dapat dipantau sedini mungkin.

Pertanyaan dapat disampaikan melalui Chat Center pada nomor Whatsapp berikut:

-Admin JDCN 1

+62 811 834 8899

-Admin JDCN 2

+62 811 96000 196

- Admin JDCN 3

+62 811 96000 197


Keluhan, atau dugaan penyimpangan mengenai pendistribusian bantuan dapat disampaikan melalui 14 kanal aduan resmi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang telah terintegrasi dengan Cepat Respon Masyarakat (CRM) dengan prioritas pada layanan pengaduan berbasis daring (online), yaitu:

1. Aplikasi JAKI (Jakarta Terkini)

2. Twitter akun @DKIJakarta

3. Facebook akun Pemprov DKI Jakarta

4. Email: [email protected]

5. Akun Media Sosial Gubernur

6. SMS 08111272206

7. Website jakarta.go.id

8. Aplikasi QLUE

9. LAPOR 1708

Tentang SIKM

Surat Izin Keluar-Masuk (SIKM) adalah bukti legalitas sebagai dispensasi yang hanya diberikan kepada pekerja di 11 sektor yang dikecualikan atau orang dengan keperluan mendesak seperti keluarga inti sakit keras atau meninggal dunia.

Menurut Peraturan Gubernur No. 47 Tahun 2020, setiap orang dilarang bepergian keluar/masuk wilayah DKI Jakarta selama masa pandemi COVID-19. SIKM hanya diberikan untuk pekerja di 11 sektor yang dikecualikan selama masa pandemi COVID-19 atau orang dengan keperluan mendesak seperti keluarga inti sakit keras atau meninggal dunia sehingga harus bepergian keluar atau masuk wilayah DKI Jakarta.
SIKM mendukung efektivitas pelaksanaan pengawasan di lingkungan pemukiman, terutama bagi para pengurus RT dalam melakukan pemantauan terhadap pendatang yang masuk ke wilayah mereka. Di sisi lain, SIKM membantu Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 dalam mengarahkan pendatang untuk melakukan pemeriksaan kesehatan pada fasilitas pelayanan kesehatan setempat. Apabila hasil tes kesehatan menunjukkan gejala COVID-19, maka pendatang wajib dikarantina di tempat yang telah disediakan. Dengan demikian, SIKM membantu menekan laju penyebaran COVID-19 di wilayah DKI Jakarta.
Terdapat dua jenis SIKM:
  • SIKM yang bersifat perjalanan berulang yang diperuntukkan bagi pekerja/pengusaha domisili DKI Jakarta yang bekerja/memiliki tempat usaha di luar Jabodetabek atau pekerja/pengusaha domisili luar Jabodetabek yang bekerja/memiliki tempat usaha di wilayah DKI Jakarta;
  • SIKM yang bersifat perjalanan sekali yang diperuntukkan bagi pegawai/pekerja yang melakukan perjalanan dinas keluar Jabodetabek atau orang domisili luar Jabodetabek yang memiliki tempat tinggal/usaha di DKI Jakarta atau memiliki keperluan mendesak, misalnya pasien sakit keras atau urusan menjenguk keluarga yang sakit atau meninggal dunia.
Masih. SIKM diberlakukan selama masa penetapan bencana non alam COVID-19 sebagai bencana nasional.

Anda akan diberikan sanksi, yaitu:

  • jika berasal dari Provinsi DKI Jakarta diarahkan untuk kembali ke rumah/tempat tinggalnya; atau
  • jika berasal dari luar Provinsi DKI Jakarta diarahkan untuk kembali ke tempat asal perjalanannya atau dikarantina selama 14 (empat belas) hari di tempat yang ditunjuk oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 tingkat Provinsi.

Syarat SIKM

Setiap orang atau pelaku usaha yang berada dalam sektor yang dikecualikan sesuai dengan peraturan PSBB dapat mengajukan permohonan SIKM, yaitu:
  1. Seluruh kantor/instansi pemerintahan pusat dan daerah sesuai dengan ketentuan;
  2. Kantor Perwakilan Negara Asing dan/atau Organisasi Internasional;
  3. Badan Usaha Milik Negara/Daerah yang turut serta dalam penanganan COVID-19 dan/atau dalam pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat;
  4. pelaku usaha yang bergerak pada sektor;
    - kesehatan;
    - bahan pangan/makanan/minuman;
    - energi;
    - komunikasi dan teknologi informasi;
    - keuangan;
    - logistik;
    - perhotelan;
    - konstruksi;
    - industri strategis;
    - pelayanan dasar, utilitas publik, dan industri yang ditetapkan sebagai objek vital nasional dan objek tertentu;
    - kebutuhan sehari-hari
  5. organisasi kemasyarakatan lokal dan internasional yang bergerak pada sektor kebencanaan dan/atau sosial
SIKM hanya berlaku untuk 1 orang dan anak di bawah 17 Tahun yang didaftarkan dalam tanggungan.
Domisili yang dimaksud adalah domisili tempat keberadaan saat ini yang mengacu pada perundangan terkait kependudukan. Dalam peraturan perundangan tersebut, domisili seseorang bukan semata-mata mengacu pada domisili yang tertulis di KTP saja tetapi juga tempat tinggal Anda.
Tidak. Surat pernyataan sehat yang menjadi syarat SIKM merupakan hasil cek gejala COVID-19 secara mandiri dan tidak membutuhkan dokumen lampiran tambahan. Anda diminta untuk mengisi data tersebut sesuai dengan keadaan sebenarnya. Kecuali, jika Anda berstatus ODP/PDP maka Anda diminta untuk melampirkan dokumen lain utnuk keperluan penelitian administrasi dan teknis perizinan.
Perizinan SIKM tidak mensyaratkan hal tersebut. Namun, mohon cek kembali aturan Kementerian Perhubungan, otoritas bandara, otoritas terminal, dan otoritas stasiun terkait protokol perjalanan dalam pencegahan penyebaran COVID-19.
Anda disarankan untuk mengurus SIKM terlebih dahulu sebelum memenuhi persyaratan yang diberlakukan otoritas lainnya.
Penjamin adalah orang yang mengetahui tujuan Anda memasuki wilayah DKI Jakarta dan bersedia terikat oleh peraturan perundangan yang berlaku karena dirinya harus menyatakan persetujuan terhadap permohonan Anda. Anda dapat meminta keluarga/atasan/perusahaan baik yang tinggal di Jakarta maupun di luar Jakarta sebagai penjamin, tergantung tujuan perjalanan yang dilakukan.
Anda dapat meminta pemberi tugas/perusahaan melalui pernyataan pimpinan atau atasan langsung sebagai penjamin Anda. Sertakan juga surat tugas yang dikeluarkan secara resmi oleh perusahaan/pemberi kerja.
Penjamin dibutuhkan untuk seluruh jenis permohonan SIKM baik yang berulang maupun sekali. Mohon ikuti petunjuk yang sudah ada saat pengisian formulir secara daring.
Pastikan email penjamin dalam kondisi baik dan optimal. Jika sudah baik dan optimal, maka mohon ditunggu karena pengiriman email dilakukan oleh sistem dan rata-rata waktu validasi permohonan oleh penjamin membutuhkan waktu 5 jam dan tercepat 1,2 menit.
Anda tidak membutuhkan SIKM Pemprov DKI Jakarta karena Anda adalah warga Jabodetabek (Bekasi). Pergub No. 47 Tahun 2020 hanya mengatur warga Jakarta yang akan bepergian keluar Jabodetabek menggunakan SIKM Pemprov DKI Jakarta. Untuk warga Bodetabek, silakan konsultasikan ke Pemerintah Daerah sesuai KTP Anda.
Sistem akan membatalkan permohonan bermasalah baik dari segi penginputan maupun validasi penjamin selama 3x24 jam. Anda harus mengajukan kembali permohonan SIKM melalui situs web corona.jakarta.go.id.

Tata Cara dan Proses SIKM

Anda dapat mengajukan SIKM wilayah DKI Jakarta secara daring melalui website corona.jakarta.go.id dengan cara:
  1. Buka situs corona.jakarta.go.id/izin-keluar-masuk-jakarta
  2. Klik tombol “Urus perizinan” (Anda akan diarahkan ke laman JakEvo)
  3. Persiapkan berkas persyaratan
  4. Isi formulir permohonan
  5. Unggah semua berkas persyaratan
  6. Cek status permohonan melalui nomor telepon pada corona.jakarta.go.id/id/izin-keluar-masuk-jakarta atau melalui JakEvo
  7. Cetak SIKM
Pemrosesan melalui corona.jakarta.go.id dilakukan secara daring dan sesuai dengan langkah-langkah yang tersedia. Permohonan SIKM Anda akan langsung ter-input ke dalam sistem JakEvo.

Pemrosesan melalui email dilakukan manual oleh petugas yang melakukan verifikasi awal, lalu penginputan ke dalam sistem. Jika pemohon tidak memenuhi verifikasi awal terkait syarat dan ketentuan utama permohonan SIKM, maka permohonan tidak dilanjutkan penginputan dan pemohon tidak akan mendapatkan email balasan. Namun jika permohonan tersebut memenuhi syarat utama yaitu SIKM diberikan bagi pekerja yang bekerja di 11 sektor yang diizinkan dan ada keluarga inti yang meninggal dunia/sakit keras maka dilanjutkan dengan penginputan, kemudian diberitahukan ke email pemohon jika disetujui dan/atau jika ada persyaratan yang kurang dilengkapi.
Berdasarkan Pergub No. 47 Tahun 2020, proses perizinan SIKM dilakukan selama 1 hari kerja setelah berkas dinyatakan lengkap dan benar secara daring.
Mohon cek kembali ukuran berkas Anda, disarankan berkas berukuran maksimal 800 kb bertipe file jpg/jpeg/png/pdf.
Silakan cek status permohonan Anda terlebih dahulu. Jika status Anda "Menunggu Validasi Penjamin" maka mintalah penjamin Anda untuk menyetujui surat permohonan yang dikirim ke email penjamin. Sebelum ajukan perizinan cek terlebih dahulu bahwa email penjamin aktif dan optimal.
Anda dapat memantau perkembangan proses pengajuan melalui menu Izin Keluar-Masuk Jakarta menggunakan nomor teepon yang Anda gunakan saat pengurusan izin SIKM. Atau Anda bisa mengunjungi laman JakEvo melacak permohonan menggunakan nomor registrasi/nomor telepon/NIK.
Mohon kirim nomor registrasi Anda melalui @layananjakarta agar dapat di-follow-up petugas perizinan.
Pemrosesan permohonan SIKM dan permintaan informasi, konsultasi, serta penyuluhan daring terkait SIKM tetap dilaksanakan meski pada hari libur, termasuk Sabtu dan Minggu, selama pelaksanaan PSBB di wilayah DKI Jakarta. Saat ini, tim PTSP DKI Jakarta memproses permohonan perizinan SIKM secara daring selama 24 jam dan 7 hari seminggu.
Permohonan SIKM ini gratis. Jika ada pemungutan biaya, harap laporkan melalui JAKI atau saluran pengaduan Cepat Respon Masyarakat.

Sistem akan membatalkan permohonan bermasalah baik dari segi penginputan maupun validasi penjamin selama 3x24 jam. Setelah dibatalkan, pemohon dapat mengajukan kembali melalui situs web corona.jakarta.go.id.

Anda pun dapat melaporkan atau membuat pengaduan jika alasan penolakan tersebut tidak berkenan melalui surat elektronik ke [email protected] dan cc ke [email protected]

Anda dapat melaporkan atau membuat pengaduan jika alasan penolakan tersebut tidak berkenan melalui surat elektronik ke [email protected] dan cc ke [email protected]
Guna memastikan JakEVO tetap efisien dan aman, sistem akan menghentikan proses pengguna yang melakukan penginputan melebihi waktu 3 menit pada setiap modul/langkah proses permohonan SIKM dan muncul notifikasi untuk mengirimkan permohonan melalui email [email protected]
Pastikan penjamin yang Anda daftarkan telah melakukan validasi permohonan yang dikirimkan ke email penjamin. Dan pastikan email penjamin yang didaftarkan bukan email yang sama dengan email Anda. Proses permohonan SIKM akan dilanjutkan setelah penjamin melakukan validasi dengan mengklik "Saya Bersedia" pada email yang dikirimkan.
Jika Anda mengajukan permohonan SIKM melalui email, petugas akan melakukan verifikasi awal dengan melihat ketentuan utama permohonan SIKM. Jika tidak sesuai, petugas tidak akan menginput permohonan ke sistem JakEVO dan pemohon tidak akan menerima email balasan.

Namun, jika sesuai, petugas akan melakukan penginputan ke sistem JakEVO dan pemohon akan mendapatkan email balasan berupa notifikasi permohonan diajukan atau permohonan ditangguhkan karena ada kelengkapan berkas yang belum dilengkapi. Untuk itu kami sarankan untuk mencoba kembali dan mengutamakan permohonan dilakukan melalui situs web corona.jakarta.go.id.
Mohon maaf atas ketidaknyamanannya, petugas kami sedang memproses permohonan Anda. Silakan kirimkan nomor registrasi melalui pesan pribadi ke akun @layananjakarta.
Jika Anda mendapatkan email yang menyatakan permohonan Anda disetujui, artinya permohonan tersebut secara prinsip sudah disetujui petugas. Kemudian, sistem akan mengirimkan email validasi kepada penjamin yang Anda daftarkan. Jika penjamin menyetujui, maka izin dapat segera diterbitkan. Adapun notifikasi selanjutnya setelah izin diterbitkan yaitu "perizinan selesai" dan Anda dapat mengunduh dokumen SIKM Anda.

Gambaran Kasus SIKM

Anda tidak membutuhkan SIKM.
Anda tidak membutuhkan SIKM Pemprov DKI Jakarta karena Anda adalah warga Jabodetabek (Depok). Pergub No. 47 Tahun 2020 hanya mengatur warga Jakarta yang akan bepergian keluar Jabodetabek menggunakan SIKM Pemprov DKI Jakarta. Untuk warga Bodetabek, silakan konsultasikan ke Pemerintah Daerah sesuai KTP Anda.

Anda tidak memerlukan SIKM jika hanya beraktivitas di wilayah Jabodetabek, namun Anda disarankan menunjukan SKDS (Surat Keterangan Domisili Sementara) yang diterbitkan oleh Dukcapil Kecamatan di wilayah Jabodetabek.

Jika tidak memiliki SKDS, Anda disarankan untuk mengurus SIKM karena Anda tercatat sebagai warga Luar Jabodetabek dan tidak ada dokumen kependudukan yang menerangkan anda warga Jobodetabek, sehingga anda termasuk yang dilarang Keluar dan/atau Masuk Wilayah DKI Jakarta dalam Pergub No. 47 Tahun 2020.

Tidak memerlukan SIKM Pemprov DKI Jakarta.
Anda membutuhkan SIKM. Pasal 4 ayat (1) Pergub No. 47 Tahun 2020. Disarankan untuk mengecek kembali aturan Kementerian Perhubungan, otoritas bandara, otoritas terminal, dan otoritas stasiun terkait protokol perjalanan dalam pencegahan penyebaran COVID-19.
Anda tidak membutuhkan SIKM Pemprov DKI Jakarta meskipun melewati wilayah DKI Jakarta karena Anda adalah warga Jabodetabek (Tangerang). Pergub No. 47 Tahun 2020 hanya mengatur warga Jakarta yang akan bepergian keluar Jabodetabek menggunakan SIKM Pemprov DKI Jakarta. Untuk warga Bodetabek, silakan konsultasikan ke Pemerintah Daerah sesuai KTP Anda.
Anda tidak membutuhkan SIKM Pemprov DKI Jakarta meskipun melewati wilayah DKI Jakarta karena Anda adalah warga Jabodetabek (Bekasi). Pergub No. 47 Tahun 2020 hanya mengatur warga Jakarta yang akan bepergian keluar Jabodetabek menggunakan SIKM Pemprov DKI Jakarta. Untuk warga Bodetabek, silakan konsultasikan ke Pemerintah Daerah sesuai KTP Anda.
Tenaga medis termasuk yang dikecualikan dari larangan melakukan kegiatan berpergian dengan tujuan keluar dan/atau masuk Provinsi DKI Jakarta berdasarkan Pasal 5 ayat (1) Pergub 47 Tahun 2020. Untuk itu Anda tidak memerlukan perizinan SIKM.

Ya. Warga Negara Asing yang berasal dari luar Jabodetabek yang akan masuk ke Jakarta memerlukan SIKM bila Anda bukan perwakilan negara asing dan sektor usahanya termasuk dalam yang diperbolehkan.

Selain perwakilan negara asing (Dubes, Diplomat, Konselor, Atase), semua WNA yang menuju Jakarta membuthkan SIKM.

Ya. Karena Anda bukan warga Jabodetabek. Perizinan SIKM diperuntukan bagi warga yang keluar dan/atau masuk wilayah Provinsi DKI Jakarta, termasuk yang melewati wilayah Provinsi DKI Jakarta bagi warga Non Jabodetabek.

Adapun saat Anda mengajukan SIKM, data penjamin yang diisi adalah orang atau pimpinan perusahaan yang mengetahui terkait perjalanan Anda baik yang berKTP dari tempat asal atau berKTP dari tempat tujuan dan bersedia terikat oleh peraturan perundangan yang berlaku karena dirinya harus menyatakan persetujuan terhadap permohonan Anda.
Kasus ini tidak memenuhi ketentuan atau syarat utama perizinan SIKM sesuai Pergub No. 47 Tahun 2020. Adapun ketentuan utama SIKM yaitu diberikan bagi pekerja yang bekerja di 11 sektor yang diizinkan dan keperluan mendesak karena ada keluarga inti yang meninggal dunia/sakit keras.
Sektor pendidikan tidak termasuk dalam 11 sektor yang diizinkan beroperasi selama masa pandemi COVID-19. Berdasarkan pasal 7 Pergub 33/2020, dilakukan penghentian sementara kegiatan pendidikan saat PSBB diberlakukan. Mohon koordinasikan dengan pihak institusi pendidikan terkait dan/atau Kementerian/Lembaga yang memiliki kewenangan terhadap hal tersebut, agar dapat dicarikan solusi terbaik.

Pelaksanaan PSBB Masa Transisi

PSBB Masa Transisi
Masa Transisi Menuju Masyarakat Sehat, Aman dan Produktif yang selanjutnya disebut Masa Transisi adalah pelaksanaan pemberlakuan PSBB dengan melakukan penyesuaian berbagai kegiatan/aktivitas masyarakat berdasarkan indikator kajian epidemiologi, penilaian kondisi kesehatan publik dan penilaian kesiapan fasilitas kesehatan dan kewajiban masyarakat menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pencegahan Covid-19.

Aktivitas yang Terlibat dalam Masa Transisi
Pemberlakuan Masa Transisi dilaksanakan secara bertahap terhadap kegiatan/aktivitas meliputi:
  • pembelajaran di sekolah dan/atau institusi pendidikan lainnya;
  • kegiatan keagamaan di rumah/tempat ibadah;
  • aktivitas bekerja di tempat kerja;
  • kegiatan di tempat/fasilitas umum;
  • kegiatan sosial dan budaya; dan
  • pergerakan orang dan barang menggunakan moda transportasi.
Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Masa Pandemi Covid-19 adalah sekumpulan perilaku yang dipraktikkan atas dasar kesadaran untuk mencegah terpaparnya diri dan lingkungan sekitar dari penyebaran Covid-19.

Setiap orang yang tinggal/berdomisili di Provinsi DKI Jakarta dalam berkegiatan:

1. wajib menggunakan masker di luar rumah;

2. melaksanakan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) melalui penerapan PHBS pencegahan Covid-19 dengan ketentuan sebagai berikut:

  • membatasi aktivitas ke luar rumah hanya untuk kegiatan yang penting dan mendesak;
  • menjaga kesehatan diri dan tidak beraktivitas di luar rumah ketika merasa tidak sehat;
  • membatasi aktivitas di luar rumah bagi mereka yang memiliki resiko tinggi bila terpapar Covid-19;
  • melakukan pembatasan fisik (physical distancing) berjarak dalam rentang paling sedikit 1 (satu) meter antara orang jika dalam berinteraksi kelompok;
  • membatasi diri untuk tidak berada dalam kerumunan orang;
  • menghindari penggunaan alat pribadi secara bersama;
  • mencuci tangan dengan air bersih dan sabun sebelum dan/atau sesudah beraktivitas;

Pimpinan/penanggung jawab setiap tatanan sebagaimana dimaksud harus:
  • menerapkan higiene dan sanitasi lingkungan pada setiap tatanan;
  • menerapkan pembatasan jarak antar orang untuk semua aktifitas di setiap tatanan, termasuk pada sarana mobilitas vertikal seperti penggunaan lift dan tangga (physical distancing);
  • melakukan pengukuran suhu tubuh di setiap titik masuk lingkungan di setiap tatanan;
  • menghindari aktivitas kerja/kegiatan yang dapat menciptakan kerumunan orang;
  • menyediakan sarana dan prasarana untuk mendukung pelaksanaan penerapan PHBS pencegahan Covid-19;
  • memasang tanda indikator dan/atau penjelasan terkait penerapan PHBS pencegahan Covid-19 pada setiap tatanan yang menjadi tanggung jawabnya; menghimbau dan melakukan edukasi kepada semua orang yang berada dalam tanggung jawabnya untuk menerapkan PHBS pencegahan Covid-19; dan
  • melakukan pengawasan internal PHBS pencegahan Covid-19 secara berkala pada setiap tatanan yang menjadi tanggung jawabnya.
Tindak Lanjut Kasus Covid-19 di Tempat Kerja/Tempat Kegiatan
Dalam hal ditemukan adanya pekerja dan/atau anggota masyarakat di tempat kerja/tempat kegiatan yang menjadi OTG, ODP, PDP atau konfirmasi Covid-19, maka pimpinan/penanggung jawab tempat kerja/tempat kegiatan wajib:
  • melaporkan dan berkoordinasi dengan Pusat Kesehatan Masyarakat atau Dinas Kesehatan; melakukan penghentian sementara aktivitas di tempat kerja/tempat kegiatan selama proses pembersihan dan disinfeksi paling sedikit 1 x 24 (satu kali dua puluh empat) jam;
  • melakukan pembersihan semua area kerja pada permukaan yang sering disentuh pekerja dengan cairan pembersih/cairan disinfektan;
  • melakukan disinfeksi pada seluruh tempat kerja/tempat kegiatan berikut fasilitas dan peralatan kerja yang terkontaminasi pekerja sakit;
  • mengatur sirkulasi udara di dalam tempat yang terkontaminasi pekerja sakit; dan
  • melakukan pemeriksaan kesehatan dan Isolasi Mandiri/Karantina Mandiri terhadap pekerja dan/atau anggota masyarakat yang pernah melakukan kontak fisik dengan pekerja dan/atau anggota masyarakat yang terpapar Covid-19.
PSBB Transisi di Sekolah dan Institusi Pendidikan Lainnya
Sekolah dan/atau institusi pendidikan lainnya dapat menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar sesuai dengan tahapan Masa Transisi dan mengikuti ketentuan dari instansi yang berwenang di bidang pendidikan.

Pengurus dan/atau penanggung jawab sekolah dan/atau institusi pendidikan lainnya dalam menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar wajib mematuhi ketentuan sebagai berikut:
  • menerapkan protokol kesehatan di area sekolah dan/atau institusi pendidikan lainnya;
  • menggunakan masker;
  • melakukan pengukuran suhu tubuh bagi seluruh peserta didik dan tenaga kependidikan;
  • mencuci tangan dengan air bersih dan sabun sebelum dan/atau sesudah beraktivitas;
  • menerapkan jarak aman antar peserta didik dan tenaga kependidikan paling sedikit 1 (satu) meter (physical distancing);
  • membersihkan area sekolah dan/atau institusi pendidikan lainnya dan lingkungan sekitar;
  • melakukan disinfeksi pada lantai, dinding dan permukaan benda/barang area sekolah dan/atau institusi pendidikan lainnya secara berkala; dan
  • membuat dan mengumumkan pakta integritas dan protokol pencegahan Covid-19.

Rumah Ibadah

Rumah ibadah dapat menyelenggarakan kegiatan keagamaan di kawasan/lingkungan yang aman dari risiko penularan Covid-19 sesuai dengan tahapan Masa Transisi.

Pengurus dan/atau penanggung jawab rumah ibadah yang menyelenggarakan kegiatan keagamaan wajib mematuhi ketentuan sebagai berikut:
  • jumlah pengguna rumah ibadah paling banyak 50% (lima puluh persen} dari kapasitas rumah ibadah;
  • menerapkan protokol kesehatan di area rumah ibadah;
  • melakukan pengukuran suhu tubuh bagi seluruh pengguna rumah ibadah;
  • memberitahukan setiap pengguna rumah ibadah untuk membawa sendiri perlengkapan ibadah;
  • menerapkan jarak aman antar pengguna rumah ibadah paling sedikit 1 (satu) meter (physical distancing);
  • membersihkan rumah ibadah dan lingkungan sekitar;
  • melakukan pembersihan dan disinfeksi pada lantai, dinding dan perangkat bangunan rumah ibadah sebelum dan setelah kegiatan ibadah; dan
  • mengikuti kebijakan yang ditetapkan oleh organisasi keagamaan.

PSBB Transisi di Tempat Kerja
Tempat kerja dapat menyelenggarakan aktivitas bekerja sesuai dengan tahapan Masa Transisi.

Ketentuan yang Wajib Dipatuhi Pimpinan dan/atau Penanggung Jawab Tempat Kerja

Pimpinan dan/atau penanggung jawab tempat kerja yang menyelenggarakan aktivitas wajib mematuhi ketentuan sebagai berikut:
  • membentuk Tim Penanganan Covid-19 di tempat kerja;
  • menerapkan batasan kapasitas jumlah orang paling banyak 50% (lima puluh persen) yang berada dalam tempat kerja dalam waktu yang bersamaan;
  • melakukan pengaturan hari kerja, jam kerja, shif kerja dan sistem kerja;
  • mewajibkan pekerja menggunakan masker;
  • memastikan seluruh area kerja bersih dan higienis dengan melakukan pembersihan secara berkala menggunakan pembersih dan disinfektan;
  • menerapkan pemeriksaan suhu tubuh sebelum masuk tempat kerja;
  • menyediakan hand sanitizer;
  • menyediakan sarana cuci tangan dengan air mengalir dan sabun;
  • dilarang memberhentikan pekerja dalam kondisi yang bersangkutan melakukan Isolasi Mandiri/Karantina Mandiri;
  • memastikan pekerja yang masuk kerja dalam kondisi tidak terjangkit Covid- 19;
  • menjaga jarak dalam semua aktivitas kerja, pengaturan jarak antar pekerja paling sedikit 1 (satu) meter pada setiap aktivitas kerja (physical distancing);
  • menghindari aktivitas kerja/kegiatan yang dapat menciptakan kerumunan orang;
  • melakukan pemantauan kesehatan pekerja secara proaktif;
  • melaksanakan protokol pencegahan Covid-19 di tempat kerja; dan
  • membuat dan mengumumkan pakta integritas dan protokol pencegahan Covid- 19.
Tempat/Fasilitas Umum
Tempat/fasilitas umum dapat menyelenggarakan kegiatan sesuai dengan tahapan Masa Transisi.

Pengurus dan/atau penanggung jawab tempat/fasilitas umum yang menyelenggarakan kegiatan wajib mematuhi ketentuan sebagai berikut:
  • membatasi jumlah pengunjung paling banyak 50% (lima puluh persen) dari kapasitas tempat/fasilitas umum;
  • mewajibkan pengunjung menggunakan masker;
  • menyediakan sarana cuci tangan dengan air mengalir dan sabun;
  • mengatur waktu kunjungan;
  • menjaga jarak paling sedikit 1 (satu) meter antar pengunjung (physical distancing);
  • menjaga kebersihan tempat/fasilitas umum; dan
  • melakukan pembersihan dan disinfeksi di area tempat/fasilitas umum.
Kegiatan Sosial Budaya
Kegiatan sosial dan budaya dapat diselenggarakan sesuai dengan tahapan Masa Transisi.

Pengurus dan/atau penanggung jawab kegiatan sosial dan budaya wajib mematuhi ketentuan sebagai berikut:
  • melaksanakan protokol pencegahan Covid-19 saat pelaksanaan kegiatan sesuai kebijakan yang ditetapkan oleh instansi yang berwenang;
  • jumlah pengunjung paling banyak 50% (lima puluh persen) dari kapasitas tempat acara;
  • mewajibkan pengunjung menggunakan masker;
  • menerapkan pemeriksaan suhu tubuh;
  • memastikan pengunjung yang datang dalam kondisi tidak terjangkit Covid 19,
  • menyediakan sarana cuci tangan dengan air mengalir dan sabun;
  • menyediakan hand sanitizer,
  • menjaga jarak paling sedikit 1 (satu) meter antar pengunjung (physical distancing); dan
  • membuat dan mengumumkan pakta integritas dan protokol pencegahan Covid-19.
Kapasitas Angkut Transportasi
Pengendalian kapasitas angkut bagi penggunaan moda transportasi untuk pergerakan orang dan/atau barang dilakukan melalui penerapan batas kapasitas angkut meliputi:
  • kapasitas angkut mobil penumpang perseorangan paling banyak untuk 2 (dua) orang per baris kursi, kecuali dengan penumpang berdomisili di alamat yang sama;
  • kapasitas angkut mobil penumpang/bus umum, angkutan perairan, angkutan perkeretaapian paling banyak 50% (lima puluh persen) dari kapasitas angkut; dan
  • kapasitas angkut penumpang pada mobil barang paling banyak untuk 2 (dua) orang per baris kursi.
Pengutamaan Berjalan Kaki dan Bersepeda
Selama Masa Transisi untuk semua ruas jalan diutamakan bagi pejalan kaki dan pengguna transportasi sepeda sebagai sarana mobilitas penduduk sehari-hari untuk jarak yang mudah dijangkau. Penggunaan jalur sepeda terbangun akan ditingkatkan serta parkir khusus sepeda akan disediakan.

Penyediaan parkir khusus sepeda ditempatkan pada fasilitas meliputi:
  • ruang parkir perkantoran;
  • ruang parkir pusat perbelanjaan;
  • halte;
  • terminal;
  • stasiun; dan
  • pelabuhan/dermaga.
Penyediaan ruang parkir khusus sepeda di perkantoran dan pusat perbelanjaan ditetapkan sebesar 10% (sepuluh persen) dari kapasitas parkir.

Protokol Kesehatan Transportasi Umum dan Pribadi
Selama Masa Transisi dilakukan penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 terhadap semua jenis sarana transportasi yang digunakan untuk mengangkut orang dan/atau barang.

Protokol Pencegahan Covid-19 untuk Semua Jenis Transportasi
Penerapan protokol pencegahan Covid-19 terhadap semua jenis sarana transportasi yang digunakan untuk mengangkut orang dan/atau barang meliputi:
kewajiban bagi setiap petugas, pengguna dan/atau awak sarana transportasi umum untuk:
  • selalu menggunakan masker;
  • mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir setelah menggunakan kendaraan;
  • melakukan pemeriksaan dan pemantauan suhu tubuh sebelum memasuki sarana transportasi, dan tidak melakukan perjalanan jika sedang mengalami suhu tubuh di atas normal atau dalam keadaan sakit.

Kewajiban bagi Pengguna Kendaraan Pribadi

Kewajiban bagi pengguna kendaraan pribadi baik mobil maupun sepeda motor untuk:
selalu menggunakan masker;
  • mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir setelah menggunakan kendaraan;
  • membersihkan kendaraan sebelum dan/atau setelah dioperasikan; dan
  • tidak berkendara jika sedang mengalami suhu tubuh diatas normal atau dalam keadaan sakit.

Selama Masa Transisi, operator angkutan orang dengan kendaraan bermotor umum, angkutan perairan, angkutan perkeretaapian wajib mengikuti ketentuan sebagai berikut:
  • membatasi jam operasional sesuai pengaturan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan/atau instansi terkait:
  • menjaga jarak di dalam sarana transportasi paling sedikit 1 (satu) meter (physical distancing) dan
  • menyediakan ruang penyimpanan sepeda pada sarana angkutannya.

Informasi lainnya mengenai pelaksanaan dan peraturan Masa Transisi dapat Anda lihat di:
Peraturan Gubernur DKI Jakarta No. 51 Tahun 2020 (unduh SK di sini).

Tanggal berlaku SK: 4 Juni 2020

PSBB Transisi: Sektor Budaya

Ketentuan Operasional Museum Milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada PSBB Masa Transisi
  • Membentuk Tim Penanganan Covid-19 di Unit Kerja pengelola museum dan memastikan petugas museum yang bertugas tidak terpapar Covid-19
  • Pembatasan jumlah pengunjung maksimal 50% dari kapasitas museum
  • Pengelola dan pengunjung wajib menggunakan masker
  • Memastikan seluruh area museum bersih dan higienis dengan melakukan pembersihan secara berkala menggunakan pembersih dan disinfektan
  • Setiap pengunjung harus melakukan cek suhu tubuh di pintu masuk museum
  • Menyediakan tempat cuci tangan dengan air mengalir dan sabun atau hand sanitizer di pintu masuk dan pintu keluar museum serta di tempat-tempat strategis
  • Tetap jaga jarak minimal 1 (satu) meter dalam semua aktivitas pelayanan museum serta menghindari kegiatan yang dapat menciptakan kerumunan orang
  • Petugas museum menyampaikan informasi protokol pencegahan penularan Covid-19 kepada pengunjung secara aktif
  • Menyediakan area atau ruangan tersendiri untuk mengobservasi petugas atau pengunjung yang ditemukan gejala pada saat pengecekan

Jam Operasional Museum
Museum milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai beroperasi kembali pada tanggal 8 Juni 2020. Kunjungan bisa dilakukan pada hari Selasa - Minggu pukul 09.00-15.00 WIB.


Kunjungan harus dilakukan dengan tetap menerapkan protokol pencegahan Covid-19.

Informasi lainnya mengenai pelaksanaan dan peraturan Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta Anda lihat di:
Keputusan Kepala Dinas Kebudayaan Tentang Operasional Museum Milik Pemprov DKI Jakarta (unduh SK di sini).

Keputusan berlaku sejak 5 Juni 2020.

PSBB Transisi: Sektor Olahraga

Protokol Pencegahan dan Pengendalian Penyebaran Covid-19 di Fasilitas serta Kegiatan Olahraga pada saat PSBB Masa Transisi
Dalam upaya memastikan keamanan pada aktivitas olahraga pada masa transisi, maka masyarakat harus melakukan pencegahan serta pengendalian Covid-19 dengan tetap melaksanakan protokol dan tata tertib kesehatan yang sesuai dengan Keputusan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi DKI Jakarta.
Kegiatan Olahraga di Lingkungan Masyarakat
Pencegahan dan pengendalian penyebaran Covid-19 pada kegiatan olahraga di lingkungan masyarakat diatur dengan ketentuan berikut:
  • Mengutamakan olahraga yang bisa dilakukan di rumah seperti kardio, senam aerobik, yoga, dan olahraga sejenisnya untuk mengurangi risiko terinfeksi tertular Covid-19
  • Olahraga di luar rumah wajib dilakukan di ruang terbuka dengan tetap memperhatikan jarak aman serta mematuhi protokol kesehatan yang berlaku
  • Menjauhi kegiatan yang menimbulkan keramaian
  • Tidak melakukan aktivitas olahraga dengan kontak fisik langsung seperti sepak bola, futsal, basket, olahraga berpasangan (double), beladiri berpasangan atau berkelompok, dan olahraga lain
  • Olahraga sewajarnya dan tidak berlebihan sehingga menyebabkan kelelahan berlebih dan mengurangi daya tahan tubuh yang berakibat meningkatkan resiko terinfeksi Covid-19.
Penggunaan Fasilitas Olahraga
Aturan penggunaan Fasilitas olahraga Pemerintah Provinsi DKI Jakarta:
1. fasilitas olahraga terbuka yang dapat digunakan untuk kegiatan olahraga, di antaranya:
  • jogging track
  • lapangan tennis outdoor single
  • outdoor fitness
  • Jakarta International BMX Track Pulomas
  • lapangan panahan
  • halaman Gelanggang Remaja dan Halaman Gelanggang Olahraga pada tingkat Kecamatan maupun Kota Administrasi.
2. jam operasional lapangan terbuka pada pukul 07.00 – 17.00 WIB;
3. pengguna fasilitas olahraga wajib mematuhi Standar Operasional Prosedur pencegahan/pengurangan resiko penyebaran Covid-19;
4. jumlah pengunjung maksimal 50% dari kapasitas fasilitas olahraga;
5. dalam hal fasilitas olahraga yang berada pada Wilayah Pengendalian Ketat (WPK), maka pengoperasian fasilitas olahraga tersebut ditunda hingga pemberitahuan lebih lanjut;
6. dalam hal fasilitas olahraga yang digunakan sebagai tempat isolasi/karantina/penampungan penyandang masalah kesejahteraan sosial korban Covid-19, maka fasilitas olahraga tersebut tidak dapat digunakan hingga pemberitahuan lebih lanjut;
7. pengelola fasilitas olahraga wajib melakukan tindakan pencegahan dan pengendalian penyebaran Covid-19; dan
8. pelanggaran terhadap pelaksanaan protokol pencegahan dan pengendalian penyebaran Covid-19 di fasilitas olahraga dan kegiatan olahraga masyarakat pada masa transisi menuju masyarakat sehat, aman, dan produktif dapat dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Informasi lainnya mengenai pelaksanaan dan peraturan protokol kesehatan di fasilitas dan aktivitas olahraga di masa PSBB transisi dapat Anda lihat di:
Keputusan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Pemprov DKI Jakarta No. 98 Tahun 2020 (unduh SK di sini).

Keputusan berlaku sejak 19 Juni 2020.

PSBB Transisi: Sektor Pariwisata

Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Bidang Usaha yang dapat Beroperasi selama Masa Transisi
Berdasarkan Keputusan Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta, maka beberapa bidang usaha dibagi tanggal mulai operasionalnya sebagai berikut:
  • Mulai tanggal 5 Juni 2020 - 2 Juli 2020, fasilitas olahraga outdoor sudah boleh digunakan dengan jumlah pengunjung maksimal 50%
  • Mulai tanggal 8 Juni 2020 - 15 Juni 2020, usaha jasa makanan dan minuman, baik yang berdiri sendiri maupun fasilitas hotel, boleh melakukan pelayanan makan-minum ditempat (dine-in) atau pesan-antar (take away), kecuali usaha makan-minum yang berada di Pusat Perbelanjaan/Mall, hanya diperbolehkan pesan-antar (take away).
  • Mulai tanggal 8 Juni 2020 - 2 Juli 2020, Museum dan Galeri sudah boleh beroperasi dengan total 50% pemilik usaha, pekerja, dan pengunjung.
  • Mulai tanggal 13 Juni 2020 – 2 Juli 2020, Pantai atau Kepulauan Seribu sudah boleh beroperasi dengan total 50% pemilik usaha, pekerja, dan pengunjung.
  • Mulai tanggal 15 Juni 2020 – 2 Juli 2020, pusat perbelanjaan (mall), usaha jasa makanan dan minuman yang berdiri sendiri baik fasilitas hotel maupun pusat perbelanjaan (kecuali bar), jasa perawatan rambut (salon/barbershop), dapat beroperasi dengan total 50% pemilik usaha, pekerja, dan pengunjung.
  • Mulai tanggal 20 Juni 2020 – 2 Juli 2020, taman rekreasi indoor dan outdoor (kecuali waterpark), kawasan pariwisata, taman margasatwa/kebun binatang, sudah boleh beroperasi dengan total 50% pemilik usaha, pekerja, dan pengunjung.
Protokol Umum yang Harus Dilakukan Selama Bidang Usaha Beroperasi
Dalam rangka menuju masyarakat kota Jakarta yang sehat, aman, dan produktif, pelaku usaha, pekerja, dan pengunjung perlu mengikuti protokol kesehatan yang berlaku sebagai berikut:
Pelaku Usaha atau Pemilik
1. Penanggung jawab usaha wajib mengisi, menandatangani, dan menempel formulir pakta integritas pada lokasi yang mudah dilihat oleh tamu/pengunjung;
2. memaksimalkan pekerja yang berusia dibawah 45 tahun, selain itu disarankan melakukan pengaturan penempatan dan waktu kerja bagi karyawan yang berusia lebih dari 45 tahun atau memiliki penyakit bawaan untuk meminimalisir resiko penularan;
3. semua pekerja dan tamu/pengunjung wajib untuk selalu menggunakan masker yang menutup mulut serta hidung;
4. area publik dan fasilitas umum yang sering disentuh seperti, tombol lift, pegangan pintu, pegangan tangga harus dibersihkan atau didesinfeksi setiap 4 jam sekali;
5. setiap tempat usaha harus menyediakan fasilitas cuci tangan yang memadai dan mudah diakses oleh pekerja dan konsumen/pelaku usaha. Jika perlu pasang petunjuk lokasi sarana cuci tangan;
6. menyediakan tempat sampah khusus Covid-19 untuk membuang alat pelindung diri, masker atau tisu yang telah digunakan;
7. pastikan pekerja memahami perlindungan diri dari penularan Covid-19 dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS);
8. wajib melakukan pengecekan suhu badan di pintu masuk. Apabila ditemukan pekerja dengan suhu > 37,3 °C (2 kali pemeriksaan dengan jarak 5 menit), tidak diperkenankan masuk dan diminta untuk melakukan pemeriksaan kesehatan. Petugas untuk mengukur suhu harus dilengkapi alat pelindung diri (masker, sarung tangan, dan face shield);
9. untuk memastikan pekerja yang akan masuk kerja dalam kondisi tidak terjangkit Covid-19, maka penanggung jawab usaha wajib menerapkan kebijakan Self Assessment Risiko Covid-19;
10. Apabila bidang usaha menyediakan makanan untuk pekerja, maka asupan nutrisi makanan yang diberikan perlu diatur. Disarankan untuk memberi pekerja buah-buahan yang banyak mengandung vitamin C dan suplemen vitamin C. Apabila tidak menyediakan makanan, maka pelaku usaha wajib memberikan himbauan terkait hal ini kepada pekerja;
11. memasang media informasi untuk mengingatkan pekerja, pelaku usaha, konsumen atau pengunjung agar mengikuti ketentuan pembatasan jarak fisik, mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir/hand sanitizer, serta menggunakan masker;
12. mengoptimalkan desain dan fungsi ruang kerja dengan sirkulasi udara yang baik dan mendapatkan sinar matahari yang cukup;
13. untuk menjaga imunitas pekerja, pelaku usaha perlu mengatur waktu kerja agar tidak terlalu panjang (lembur);
14. pembatasan jarak fisik minimal 1 meter perlu diterapkan dengan beberapa langkah:
  • memberikan tanda khusus yang ditempatkan di lantai area padat pekerja/pengunjung seperti ruang ganti, lift, toilet, area kasir, area customer service dan area lain sebagai pembatas jarak antar pekerja dan tamu/pelanggan;
  • jumlah pekerja yang masuk perlu diatur agar pembatasan fisik tetap terjaga;
  • meja dan tempat duduk perlu diatur dengan jarak minimal 1 meter;
15. melakukan upaya untuk meminimalkan kontak dengan pelanggan:
  • menggunakan pembatas/partisi (misalnya flexy glass) di meja atau counter sebagai perlindungan tambahan untuk pekerja (kasir, customer service dll);
  • mendorong penggunaan metode pembayaran non tunai (tanpa kontak dan tanpa alat bersama), apabila masih menjalankan transaksi tunai maka pelaku usaha wajib menerapkan tindakan yang dianggap perlu untuk mencegah penularan Covid-19.
16. mencegah kerumunan pelanggan, dengan cara:
  • menetapkan kuota dan mengontrol jumlah karyawan/pelanggan yang dapat masuk ke lokasi usaha untuk menghindari kerumunan;
  • menerapkan sistem antrian di pintu masuk dan menjaga jarak minimal 1 meter;
  • pesanan/reservasi secara daring atau melalui telepon dapat diterapkan untuk menghindari kontak langsung dengan pelanggan. Jika memungkinkan, pelaku usaha dapat menyediakan layanan pesan antar (delivery services) atau dibawa pulang secara langsung (take away);
  • melaksanakan jam layanan, sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan pemerintah daerah setempat sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan;
17. menugaskan orang atau tim khusus yang bertanggung jawab khusus untuk memastikan protokol diterapkan dan melakukan pengawasan;
18. melakukan koordinasi dengan instansi yang menangani bidang kesehatan dan penanggulangan bencana di daerah setempat;
19. mempunyai dan menerapkan prosedur mengenai:
  • penanganan bagi tamu/konsumen/pengunjung yang diduga mengalami sakit;
  • pembersihan dan pendesinfeksian tempat yang didatangi tamu/pengunjung/karyawan terduga positif Covid-19;
  • membantu pelacakan kontak;
20. mendokumentasikan seluruh tindakan yang sudah dilaksanakan dalam rangka penanganan COVID-19. Dokumen dan rekaman disimpan setidaknya selama 3 bulan untuk penelusuran;
21. Edukasi dan pelatihan mengenai cara mencegah dan melindungi diri dari Covid-19 perlu dilakukan kepada para pekerja di tempat kerja.

Protokol Umum yang Harus Dilakukan Selama Bidang Usaha Beroperasi
Dalam rangka menuju masyarakat kota Jakarta yang sehat, aman, dan produktif, pelaku usaha, pekerja, dan pengunjung perlu mengikuti protokol kesehatan yang berlaku sebagai berikut:

Pekerja atau Karyawan
  • Wajib untuk selalu menggunakan masker saat berangkat, selama berada di tempat kerja, dan pulang dari tempat kerja;
  • sebelum berangkat bekerja, pastikan tidak dalam kondisi sakit. Jika pekerja mengalami gejala seperti demam/batuk/pilek/sakit tenggorokan disarankan untuk tidak masuk bekerja dan memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan jika diperlukan;
  • pekerja yang mengalami demam, flu, atau gejala Covid-19 pada saat di tempat kerja, wajib melaporkan kepada atasan, temui dokter, dan jauhi rekan kerja lainnya;
  • jaga daya tahan tubuh dengan makan makanan yang bergizi seimbang;
  • aktivitas fisik minimal 30 menit per hari, istirahat cukup (tidur minimal 7 jam), dan berjemur di pagi hari sangat disarankan untuk menjaga imunitas tubuh;
  • melakukan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) setiap hari seperti, sering mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, atau menggunakan hand sanitizer saat sebelum dan setelah beraktifitas, etika batuk/pilek/bersin, menghindari menyentuh wajah (mata, hidung, mulut);
  • tetap jaga jarak/physical distancing minimal 1 meter saat berhadapan dengan pelaku usaha atau rekan kerja saat bertugas;
  • menggunakan pakaian khusus kerja dan mengganti pakaian saat selesai bekerja;
  • bila perlu, pekerja menggunakan alat pelindung diri (APD) seperti, sarung tangan serta pelindung mata dan wajah terutama petugas pengecek suhu tubuh, penerima tamu, kasir dan penyaji makanan;
  • menghindari penggunaan alat pribadi secara bersama seperti alat sholat, alat makan, dan lainnya;
  • segera mandi dan berganti pakaian sebelum kontak dengan anggota keluarga di rumah. Bersihkan barang-barang yang sering disentuh di luar rumah seperti, handphone, kacamata, tas, dan barang lainnya dengan cairan disinfektan;
  • melakukan pembersihan dan disinfeksi secara berkala di area kerja dan area publik, memeriksa dan memelihara sistem ventilasi dan pendingin udara secara teratur, terutama di lift dan toilet;
  • menyapa tamu/pelanggan dengan tidak bersalaman;

Protokol Umum yang Harus Dilakukan Selama Bidang Usaha Beroperasi
Dalam rangka menuju masyarakat kota Jakarta yang sehat, aman, dan produktif, pelaku usaha, pekerja, dan pengunjung perlu mengikuti protokol kesehatan yang berlaku sebagai berikut:

Pekerja atau Karyawan
  • Wajib untuk selalu menggunakan masker saat berangkat, selama berada di tempat kerja, dan pulang dari tempat kerja;
  • sebelum berangkat bekerja, pastikan tidak dalam kondisi sakit. Jika pekerja mengalami gejala seperti demam/batuk/pilek/sakit tenggorokan disarankan untuk tidak masuk bekerja dan memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan jika diperlukan;
  • pekerja yang mengalami demam, flu, atau gejala Covid-19 pada saat di tempat kerja, wajib melaporkan kepada atasan, temui dokter, dan jauhi rekan kerja lainnya;
  • jaga daya tahan tubuh dengan makan makanan yang bergizi seimbang;
  • aktivitas fisik minimal 30 menit per hari, istirahat cukup (tidur minimal 7 jam), dan berjemur di pagi hari sangat disarankan untuk menjaga imunitas tubuh;
  • melakukan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) setiap hari seperti, sering mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, atau menggunakan hand sanitizer saat sebelum dan setelah beraktifitas, etika batuk/pilek/bersin, menghindari menyentuh wajah (mata, hidung, mulut);
  • tetap jaga jarak/physical distancing minimal 1 meter saat berhadapan dengan pelaku usaha atau rekan kerja saat bertugas;
  • menggunakan pakaian khusus kerja dan mengganti pakaian saat selesai bekerja;
  • bila perlu, pekerja menggunakan alat pelindung diri (APD) seperti, sarung tangan serta pelindung mata dan wajah terutama petugas pengecek suhu tubuh, penerima tamu, kasir dan penyaji makanan;
  • menghindari penggunaan alat pribadi secara bersama seperti alat sholat, alat makan, dan lainnya;
  • segera mandi dan berganti pakaian sebelum kontak dengan anggota keluarga di rumah. Bersihkan barang-barang yang sering disentuh di luar rumah seperti, handphone, kacamata, tas, dan barang lainnya dengan cairan disinfektan;
  • melakukan pembersihan dan disinfeksi secara berkala di area kerja dan area publik, memeriksa dan memelihara sistem ventilasi dan pendingin udara secara teratur, terutama di lift dan toilet;
  • menyapa tamu/pelanggan dengan tidak bersalaman;
Protokol Umum yang Harus Dilakukan Selama Bidang Usaha Beroperasi
Dalam rangka menuju masyarakat kota Jakarta yang sehat, aman, dan produktif, pelaku usaha, pekerja, dan pengunjung perlu mengikuti protokol kesehatan yang berlaku sebagai berikut:

Tamu atau Pengunjung
  • Wajib untuk selalu menggunakan masker selama berada di area publik;
  • dilarang membawa anak berusia kurang dari 5 tahun;
  • menerapkan budaya etika batuk atau bersin, dengan menutup mulut menggunakan tisu, dan buang tisu yang kotor ke tempat sampah yang telah disediakan;
  • jaga kebersihan tangan dengan sering mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir atau menggunakan hand sanitizer;
  • menghindari menyentuh bagian tubuh yang terbuka seperti mata, hidung, wajah, dan lengan dengan sarung tangan kotor atau tangan yang belum dicuci menggunakan sabun atau hand sanitizer;
  • tetap memperhatikan jaga jarak atau physical distancing minimal 1 meter dengan orang lain.
Alur Tindak Lanjut etelah Pekerja Melakukan Self Assessment Risiko Covid-19
  • Apabila hasil self assessment pekerja yang dilakukan satu hari sebelum masuk menunjukkan risiko besar, maka pekerja tidak diperbolehkan masuk bekerja dan perlu dilakukan pemeriksaan RT PCR atau Rapid Tes.
  • Namun, apabila hasil self assessment pekerja menunjukkan risiko kecil, maka pekerja diperbolehkan untuk masuk bekerja dengan tetap menerapkan protokol kesehatan sebagai berikut:
  • Mengikuti pemeriksaan suhu tubuh di pintu masuk. Apabila suhu tubuh di atas 37,3 derajat celcius selama dua kali pengukuran dalam jarak 5 menit, maka perlu dilakukan investigasi dan pemeriksaan oleh petugas kesehatan di tempat kerja. Apabila hasil investigasi memenuhi kriteria OTG, ODP, atau PDP, maka pekerja dilarang untuk masuk bekerja;
  • Sementara itu, apabila hasil investigasi tidak memenuhi kriteria OTG, ODP, atau PDP, maka pekerja diizinkan untuk bekerja dengan pemantauan yang ketat (membawa surat keterangan hasil pemeriksaan kesehatan/form 3);
  • Apabila sejak pemeriksaan suhu tubuh di awal menunjukkan di bawah 37,3 derajat celcius, maka pekerja boleh diizinkan masuk bekerja tanpa pemeriksaan atau investigasi lebih lanjut.

PSBB Transisi: Sektor Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM

Protokol Pencegahan Covid-19 di Sektor Perindustrian
Perusahaan Industri dan/atau Perusahaan Kawasan Industri dan layanan pendukung (bengkel, servis, dan fotokopi) diberikan izin untuk tetap menjalankan kegiatan usahanya dan wajib memenuhi ketentuan sebagai berikut:


Bagi pemilik dan penanggung jawab perindustrian (pabrik) dan layanan pendukung (bengkel, servis, dan fotokopi):
  • melakukan screening awal kepada seluruh pekerja melalui pemeriksaan suhu tubuh dan orang dengan gejala pernapasan seperti batuk/flu/sesak napas pada waktu memasuki area pabrik dan pergantian sif;
  • jika ditemukan pekerja yang tidak sehat, larang mereka untuk terlibat dalam kegiatan perusahaan dan rekomendasikan untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas layanan kesehatan perusahaan/pemerintah;
  • memastikan pekerja yang tidak sehat dan memiliki riwayat perjalanan dari negara atau zona/kota dengan transmisi lokal Covid-19 dalam 14 (empat belas) hari terakhir tidak memasuki area pabrik. Hal ini diinformasikan melalui pemberitahuan di area pintu masuk. Informasi daftar negara dengan transmisi lokal Covid-19 dapat diakses di https://covid19.kemkes.go.id/;
  • memastikan area kerja memiliki sirkulasi udara yang baik dan memiliki fasilitas memadai untuk mencuci tangan, termasuk fasilitas mencuci tangan sebelum memasuki bangunan/gedung;
  • memastikan ketersediaan sabun dan air yang mengalir untuk mencuci tangan atau pencuci tangan berbasis alkohol serta masker, sarung tangan dan pakaian yang menjamin keamanan pekerja dan produk yang dihasilkan;
  • meningkatkan frekuensi pembersihan secara rutin antara lain dengan cairan disinfektan untuk area yang umum digunakan, seperti kamar mandi, konter registrasi dan pembayaran, dan area makan terutama pada jam padat aktivitas;
  • melakukan pembatasan jumlah pekerja pada saat penggunaan fasilitas umum, seperti tempat ibadah, kantin, dan toilet;
  • menyediakan suplemen dan makanan bergizi untuk seluruh pekerja;
  • menyiapkan panduan bagi pekerja mulai dari pekerja keluar dari tempat tinggal sampai dengan kembali ke tempat tinggal; dan
  • turut serta mensosialisasikan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan informasi tentang Covid-19 melalui pemasangan banner/spanduk/infografis pada tempat-tempat yang strategis di area pabrik.

Bagi Pekerja
  • jika selama dalam area pabrik, terdapat pekerja yang sakit, maka tidak melanjutkan kegiatan dan segera memeriksakan diri ke fasilitas layanan kesehatan perusahaan/pemerintah;
  • pekerja yang kembali dari negara atau zona/kota dengan transmisi lokal Covid-19 dalam 14 (empat belas) had terakhir WAJIB menginformasikan kepada perusahaan. Jika pada saat berada di area pabrik mengalami demam atau gejala pernapasan seperti batuk/sesak napas, maka tidak melanjutkan kegiatan dan segera memeriksakan diri ke fasilitas layanan kesehatan perusahaan/pemerintah;
  • memakai masker sejak keluar rumah, memakai masker serta sarung tangan selama berada di area pabrik;
  • menjaga jarak minimal 1 (satu) meter (physical distancing) dan DILARANG berkelompok pada saat jam istirahat;
  • seluruh pekerja harus menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) seperti mencuci tangan secara teratur menggunakan air dan sabun atau pencuci tangan berbasis alkohol serta menghindari menyentuh area wajah yang tidak perlu; dan
  • DILARANG berjabatan tangan dengan sesama pekerja atau orang lain, dan mengadopsi alternatif bentuk sapa lainnya.

Penentuan Tingkat Risiko
Dalam rangka pencegahan dan pengendalian potensi penularan Covid-19 di lingkungan kerja yang dilaksanakan oleh seluruh komponen yang ada di tempat kerja. Penentuan langkah ini disesuaikan dengan tingkat risiko berdasarkan jenis pekerjaan dan besarnya sektor usaha dengan pertimbangan sebagai berikut:

Faktor pekerjaan
Identifikasi jenis pekerjaan dan hubungannya dengan potensi bahaya paparan penularan penyakit perlu dilakukan dalam rangka membuat upaya yang lebih efektif. Penilaian risiko ini dilakukan berdasarkan potensi terpapar dari lingkungan umum selama perjalanan, rekan kerja dan hubungan dengan pelanggan serta potensi terpapar dengan riwayat perjalanan dari dan ke daerah terinfeksi penyakit Covid-19. Adapun pengelompokkan pekerja berisiko adalah sebagai berikut:
  • Risiko potensi rendah - pekerjaan yang aktivitas kerjanya tidak sering berhubungan/kontak dengan publik (pelanggan, klien atau masyarakat umum) dan rekan kerja lainnya;
  • Risiko potensi sedang - pekerjaan yang sering berhubungan/kontak dengan masyarakat umum, atau rekan kerja lainnya, pengunjung, klien atau pelanggan, atau kontraktor;
  • Risiko potensi tinggi - pekerjaan atau tugas kerja yang berpotensi tinggi untuk kontak dekat dengan orang-orang yang diketahui atau diduga terinfeksi Covid-19, serta kontak dengan benda dan permukaan yang mungkin terkontaminasi oleh virus.
Faktor di luar pekerjaan
Faktor yang dapat terjadi di rumah maupun komunitas.

Faktor komorbiditas/penyakit penyerta
Potensi pada usia yang lebih tua, adanya penyakit penyerta seperti Diabetes, hipertensi, gangguan pare dan gangguan ginjal, adanya kondisi immunocompromised penyakit autoimun dan kehamilan.

Persyaratan Operasional bagi Tempat-Tempat Kegiatan/Aktivitas Perindustrian (Pabrik)

Umum
1. Pihak manajemen/Tim Penanganan Covid-19 di tempat kerja selalu memperhatikan informasi terkini serta himbauan dan instruksi Pemerintah Pusat dan Daerah terkait Covid-19 di wilayahnya, serta memperbaharui kebijakan dan prosedur terkait Covid-19 di tempat kerja sesuai dengan perkembangan terbaru. (Secara berkala dapat diakses https://covid19.kemkes.go.id/ dan kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta);
2. Pengaturan bekerja dari rumah (work from home): Menentukan pekerja esensial yang perlu tetap bekerja/datang ke tempat kerja dan pekerja yang dapat melakukan pekerjaan dari rumah;
3. Melakukan pengukuran suhu tubuh (skrining) di setiap titik masuk tempat kerja:

  • petugas yang melakukan pengukuran suhu tubuh harus mendapatkan pelatihan dan memakai alat pelindung diri (masker, sarung tangan, dan face shield) karena berhadapan dengan orang banyak yang mungkin berisiko membawa virus;
  • pengukuran suhu tubuh jangan dilakukan di pintu masuk dengan tirai AC karena dapat mengakibatkan pembacaan hasil yang salah.
4. Mewajibkan semua pekerja menggunakan masker selama di tempat kerja, selama perjalanan dari dan ke tempat kerja serta setiap keluar rumah;
5. Mengatur asupan nutrisi makanan yang diberikan oleh tempat kerja, pilih buah-buahan yang banyak mengandung vitamin C seperti jeruk, jambu, dan sebagainya untuk membantu mempertahankan daya tahan tubuh. Jika memungkinkan pekerja dapat diberikan suplemen vitamin;
6. Sarana cuci tangan
  • menyediakan lebih banyak sarana cuci tangan (sabun dan air mengalir);
  • memberikan petunjuk lokasi sarana cuci tangan;
  • memasang poster edukasi cara mencuci tangan yang benar.
7. Menyediakan hand sanitizer dengan konsentrasi alkohol minimal 70% di tempat-tempat yang diperlukan (seperti pintu masuk, ruang rapat, pintu lift, dll);
8. Terapkan physical distancing/jaga jarak minimal 1 (satu) meter;
9. Pengaturan jumlah pekerja yang masuk agar memudahkan penerapan physical distancing;
10. Pada pintu masuk, agar pekerja tidak berkerumun dengan mengatur jarak antrian. Beri penanda di lantai atau poster/banner untuk mengingatkan;
11. Penggunaan lift: batasi jumlah orang yang masuk dalam lift, buat penanda pada lantai lift dimana penumpang lift harus berdiri dan posisi saling membelakangi.

Khusus
1. Pembentukan Tim Penanganan Covid-19 di tempat kerja yang terdiri dari Pimpinan, bagian kepegawaian, bagian K3 dan petugas kesehatan yang diperkuat dengan Surat Keputusan dari Pimpinan Tempat Kerja;
2. Pimpinan atau pemberi kerja memberikan kebijakan dan prosedur untuk pekerja melaporkan setiap ada kasus dicurigai Covid-19 (gejala demam atau batuk/pilek/nyeri tenggorokan/sesak nafas) untuk dilakukan pemantauan oleh petugas kesehatan;
3. Sebelum masuk kerja (minimal 1 hari sebelum masuk kerja), dilakukan Self Assessment Risiko Covid-19 pada seluruh pekerja untuk memastikan pekerja yang akan masuk kerja dalam kondisi tidak terjangkit Covid-19 (sesuai peraturan Kemenkes). Pekerja juga diharapkan mampu deteksi diri sendiri (self monitoring) dan melaporkan apabila mengalami demam/sakit tenggorokan/batuk/pilek selama bekerja;
4. Larangan masuk kerja bagi pekerja, tamu/pengunjung yang memiliki gejala demam/nyeri tenggorokan/batuk/pilek/sesak nafas. Berikan kelonggaran aturan perusahaan tentang kewajiban menunjukkan surat keterangan sakit;
5. Menyediakan area/ruangan tersendiri untuk observasi pekerja yang ditemukan gejala saat dilakukan skrining;
6. Tamu diminta mengisi self assessment (sesuai peraturan Kemenkes);
7. Pada kondisi tertentu jika diperlukan, tempat kerja yang memiliki sumber daya dapat memfasilitasi tempat karantina/isolasi mandiri. Standar penyelenggaraan karantina/isolasi mandiri merujuk pada pedoman dalam https://covid19.kemkes.go.id/;
8. Pengaturan waktu kerja tidak terlalu panjang (lembur) yang akan mengakibatkan pekerja kekurangan waktu untuk beristirahat yang dapat menyebabkan penurunan sistem kekebalan/imunitas tubuh;
9. Lakukan pengaturan sif kerja:
  • jika memungkinkan tiadakan sif 3 (waktu kerja yang dimulai pada malam hingga pagi hari);
  • bagi pekerja sif 3 atur agar yang bekerja terutama pekerja berusia kurang dari 50 tahun;
  • memastikan seluruh area kerja bersih dan higienis dengan melakukan pembersihan secara berkala menggunakan pembersih dan disinfektan yang sesuai (setiap 4 jam sekali). Terutama pegangan pintu dan tangga, tombol lift, peralatan kantor yang digunakan bersama, area dan fasilitas umum lainnya.
10. Menjaga kualitas udara tempat kerja dengan mengoptimalkan sirkulasi udara dan sinar matahari masuk ruangan kerja, pembersihan filter AC;
  • Melakukan rekayasa engineering pencegahan penularan seperti pemasangan pembatas atau tabir kaca bagi pekerja yang melayani pelanggan, dan lain lain;
  • Penggunaan tangga: jika hanya terdapat 1 jalur tangga, bagi lajur untuk naik dan untuk turun, usahakan agar tidak ada pekerja yang berpapasan ketika naik dan turun tangga dan jika terdapat 2 jalur tangga, pisahkan jalur tangga untuk naik dan jalur tangga untuk turun. 
11. Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS);
12. Mendorong pekerja mencuci tangan saat tiba di tempat kerja, sebelum makan, setelah kontak dengan pelanggan/pertemuan dengan orang lain, setelah dari kamar mandi, setelah memegang benda yang kemungkinan terkontaminasi;
13. Etika batuk
14. Membudayakan etika batuk (tutup mulut dan hidung dengan lengan atas bagian dalam) dan jika menggunakan tisu untuk menutup batuk dan pilek, buang tisu bekas ke tempat sampah yang tertutup dan cuci tangan dengan sabun dan air mengalir setelahnya;
15. Olahraga bersama sebelum kerja dengan tetap menjaga jarak aman;
16. Anjuran berjemur matahari saat jam istirahat;
17. Hindari penggunaan alat pribadi secara bersama seperti alat salat, alat makan, dan lain lain;
18. Jika memungkinkan, menyediakan transportasi khusus pekerja untuk perjalanan pulang pergi dari mess/perumahan ke tempat kerja sehingga pekerja tidak menggunakan transportasi publik;
19. Petugas kesehatan/petugas K3/bagian kepegawaian melakukan pemantauan kesehatan pekerja secara proaktif:
  • Sebelum masuk kerja, terapkan Self Assessment Risiko Covid-19 pada seluruh pekerja untuk memastikan pekerja yang akan masuk kerja dalam kondisi tidak terjangkit Covid-19 (sesuai peraturan Kemenkes);
  • Bagi pekerja yang baru kembali dari perjalanan dinas ke negara/daerah terjangkit Covid-19 pekerja diwajibkan melakukan karantina mandiri di rumah dan pemantauan mandiri selama 14 hari terhadap gejala yang timbul dan mengukur suhu 2 kali sehari (sesuai peraturan Kemenkes);
20. Batasan pada mushola: tidak menggunakan karpet, keterangan pembatasan jarak antar orang, menggunakan alas kertas sekali pakai dan kapasitas terbatas 50%;
21. Batasan dalam toilet: pembatasan jumlah orang, keterangan pembatasan jarak pada toilet dan mencuci tangan sebelum keluar toilet.

Persyaratan Operasional Bagi Tempat-tempat Kegiatan/Aktivitas Layanan Pendukung (Bengkel, Servis, dan Fotokopi)

Umum
  • Memberikan informasi yang akurat secara berkala kepada setiap karyawan dan pengunjung toko terkait dengan informasi bahaya dan pencegahan Covid-19 melalui flyer atau spanduk;
  • Pembatasan jumlah pengunjung sebanyak 50%;
  • Pembatasan jarak antar pengunjung dalam antrian/kerumunan (1 meter);
  • Kewajiban menggunakan masker bagi karyawan dan pengunjung;
  • Pengukuran suhu tubuh bagi pekerja dan pengunjung (batas toleransi maksimal 37.5℃);
  • Menyediakan hand sanitizer;
  • Memastikan seluruh area tempat usaha dalam keadaan bersih.
Khusus
  • Mendorong pembayaran secara cashless;
  • Memberlakukan jam kerja sif kepada para karyawan;
  • Mendorong pengunjung menyiapkan kantong belanja ramah lingkungan secara mandiri;
  • Batasan pada mushola: tidak menggunakan karpet, keterangan pembatasan jarak antar orang, menggunakan alas kertas sekali pakai dan kapasitas terbatas 50%;
  • Batasan dalam toilet: pembatasan jumlah orang, keterangan pembatasan jarak pada toilet dan mencuci tangan sebelum keluar toilet.

Pasar Rakyat

Umum
  • memberikan informasi yang akurat secara berkala kepada setiap pedagang dan pembeli terkait dengan protokol pencegahan Covid-19 berupa pengumuman, flyer, spanduk dalam area pasar;
  • membuat ambience koridor-koridor pasar dengan media komunikasi yang mengingatkan kewajiban pemakaian masker, jaga jarak dan cuci tangan;
  • kewajiban menggunakan masker, face shield, dan sarung tangan bagi pedagang;
  • kewajiban menggunakan masker bagi Pembeli;
  • pengukuran suhu tubuh bagi pedagang dan pembeli dengan thermo gun (batas toleransi maksimal 37.5°C);
  • Mendorong pembayaran secara cashless;
  • menyediakan sarana prasarana untuk cuci tangan dan hand sanitizer di pintu masuk/keluar, di area sembako, los produk fresh (sayur, ayam dan daging sapi), dan tempat umum lainnya;
  • pembatasan jarak baik antar pembeli dan pedagang maupun sesama pembeli dalam antrian/kerumunan (1 meter);
  • memastikan seluruh area pasar dalam keadaan bersih;
  • membuat ketentuan tentang sanksi bagi pedagang dan pembeli yang melanggar protokol kesehatan.
Khusus
  • Memastikan sarana dan prasarana yang digunakan sesuai protokol pencegahan Covid-19 di pasar;
  • melakukan pembatasan jumlah pedagang dengan sistem ganjil/genap kios;
  • melakukan pembatasan jumlah pengunjung pasar sebanyak 50%;
  • mendorong pengunjung menyiapkan kantong belanja ramah lingkungan secara mandiri;
  • melakukan disinfeksi di seluruh area pasar secara berkala;
  • mengatur mobilitas keluar masuk kendaraan, logistik, dan pengunjung (pintu masuk/pintu keluar pasar, WC, lift, eskalator, toilet, dan sarana Uumum lainnya);
  • memisahkan antara pintu masuk dan pintu keluar pasar;
  • membuat pembatas/cross line sebagai penanda jaga jarak di pintu masuk dan di antrian di kios-kios;
  • menyediakan chamber/bilik desinfeksi di pintu masuk pasar (lobi utama & lobi selatan);
  • menyediakan ruang isolasi untuk setiap orang yang telah diskrining dengan cek suhu di pintu masuk dan menunjukan suhu 37.5°C;
  • batasan pada musala: tidak menggunakan karpet, keterangan pembatasan jarak antar orang, menggunakan alas kertas sekali pakai, kapasitas terbatas 50%;
  • batasan dalam toilet: pembatasan jumlah orang, keterangan pembatasan jarak pada toilet, mencuci tangan sebelum keluar toilet.

Toko Swalayan, Pertokoan/Retail (Berdiri Sendiri)/Showroom, dan Layanan Pendukung

Umum
  • Memberikan informasi yang akurat secara berkala kepada setiap karyawan dan pengunjung toko terkait dengan informasi bahaya dan pencegahan Covid-19 melalui flyer atau spanduk;
  • pembatasan jumlah pengunjung sebanyak 50%;
  • pembatasan jarak antar pengunjung dalam antrian/kerumunan (1 meter);
  • kewajiban menggunakan masker bagi karyawan dan pengunjung;
  • pengukuran suhu tubuh bagi pekerja dan pengunjung (batas toleransi maksimal 37.5℃);
  • menyediakan hand sanitizer,
  • memastikan seluruh area toko/ showroom dalam keadaan bersih.
Khusus
  • Mendorong pembayaran secara cashless;
  • memberlakukan jam kerja sif kepada para karyawan;
  • mendorong pengunjung menyiapkan kantong belanja ramah lingkungan secara mandiri;
  • batasan pada mushola: tidak menggunakan karpet, keterangan pembatasan jarak antar orang, menggunakan alas kertas sekali pakai, kapasitas terbatas 50%;
  •  batasan dalam toilet: pembatasan jumlah orang, keterangan pembatasan jarak pada toilet, mencuci tangan sebelum keluar toilet.

Pusat Perbelanjaan dan Mal


Umum
  • Memberikan informasi yang akurat secara berkala kepada setiap penyewa/ tenant, pekerja dan pengunjung pusat perbelanjaan/mal terkait dengan informasi bahaya dan pencegahan Covid-19 melalui flyer, spanduk, dan pengumuman oleh pengelola;
  • memastikan fasilitas sarana dan prasarana (peralatan mekanikal, elektrikal) di dalam pusat perbelanjaan/mal berfungsi dengan baik;
  • kewajiban menggunakan masker, face shield, dan sarung tangan bagi penyewa/tenant dan karyawan;
  • kewajiban menggunakan masker bagi pengunjung;
  • pengukuran suhu tubuh bagi penyewa/tenant, pekerja dan pengunjung (batas toleransi maksimal 37.5℃);
  • menyediakan sarana prasarana untuk cuci tangan dan hand sanitizer di pintu masuk dan di tempat umum lainnya;
  • pembatasan jarak antar pengunjung dalam antrian/kerumunan (1 meter) dengan batas penanda;
  • memastikan seluruh area pusat perbelanjaan/mal dalam keadaan bersih dan higienis, termasuk eskalator, lift, toilet, musala serta fasilitas umum lainnya;
  • membuat ketentuan tentang sanksi bagi tenant atau karyawan yang melanggar protokol kesehatan.

Khusus
  • Memastikan tidak ada penumpukan/kerumunan pengunjung;
  • mendorong pengunjung menyiapkan kantong belanja ramah lingkungan secara mandiri;
  • memberlakukan jam kerja sif kepada para pekerja;
  • menyediakan fasilitas kesehatan/rujukan rumah sakit terdekat;
  • mendorong pembayaran secara cashless;
  • melakukan Pembatasan jumlah pengunjung pusat perbelanjaan/mal sebanyak 50%;
  • mendorong pengunjung menyiapkan kantong belanja secara mandiri;
  • melakukan disinfeksi di seluruh area pusat perbelanjaan/mal;
  • mengatur mobilitas keluar masuk kendaraan, logistik, dan pengunjung dengan control yang ketat (pintu masuk/pintu keluar pusat perbelanjaan/mal, WC, lift, eskalator, toilet, dan sarana umum lainnya);
  • batasan pada mushola: tidak menggunakan karpet, keterangan pembatasan jarak antar orang, menggunakan alas kertas sekali pakai, kapasitas terbatas 50%;
  • batasan dalam toilet: pembatasan jumlah orang, keterangan pembatasan jarak pada toilet, mencuci tangan sebelum keluar toilet.
Protokol Pencegahan Covid-19 di Lokasi Binaan (Lokbin) dan lokasi Sementara (Loksem)
  • Standar penyediaan sarana prasarana umum dan penunjang kesehatan
  • Penanggung jawab pengelola Lokbin dan Loksem memastikan sarana prasarana umum yang terdapat di Lokbin dapat memadai dan dalam keadaan bersih dan higienis;
  • Penanggung jawab pengelola Lokbin dan Loksem memastikan tersedianya tempat cuci tangan sebagai penunjang kesehatan pada setiap Lokbin dan Loksem dengan jumlah yang disesuaikan dengan estimasi jumlah konsumen yang mengunjungi Lokbin dan Loksem setiap harinya.

Standar Pencegahan Penyebaran Covid-19 pada Lokbin dan Loksem
  • Penanggung jawab pengelola melakukan upaya meminimalisir interaksi antara pedagang binaan dengan konsumen dengan pelaksanaan pemesanan barang melalui daring dan/atau jarak jauh dengan fasilitas layanan antar melalui kerjasama dengan penyedia fasilitas layanan antar dan penyedia fasilitas penjualan online (e- commerce);
  • Penanggung jawab pengelola memastikan terlaksananya disinfeksi secara berkala terhadap seluruh sarana dan prasarana di Lokbin dan Loksem;
  • Penanggung jawab pengelola memastikan terlaksananya prosedur pengecekan suhu pedagang binaan maupun masyarakat serta petugas yang beraktivitas di Lokbin dan Loksem.
Standar Penggunaan Alat Pelindung Diri bagi Pedagang Binaan dan Konsumen
  • Penanggung jawab pengelola melaksanakan sosialisasi penggunaan alat pelindung diri (masker dan sarung tangan) kepada para pedagang binaan untuk digunakan dalam setiap aktivitas di Lokbin dan Loksem;
  • Penanggung jawab pengelola memberikan informasi kepada masyarakat/konsumen yang berkunjung ke Lokbin dan Loksem terkait penggunaan alat pelindung diri (masker dan sarung tangan) selama beraktivitas di Lokbin dan Loksem;
  • Penanggung jawab pengelola memastikan bahwa setiap pedagang binaan wajib menggunakan alat pelindung diri selama melaksanakan aktivitas usaha di Lokbin dan Loksem.
Standar Jam Operasional pada Lokbin dan Loksem
  • Penanggung jawab pengelola menetapkan jam operasional selama masa transisi sesuai dengan jam operasional normal dan/atau ditentukan kembali berdasarkan analisa jika terdapat kondisi tertentu;
  • Penanggung jawab pengelola menginformasikan jam operasional kepada SKPD/UKPD terkait untuk menjadi acuan terhadap pelaksanaan tugasnya.
Hak Penanggung Jawab Pengelola Lokbin dan Loksem
Melakukan pengelolaan Lokbin dan Loksem sesuai dengan pedoman ini;
  • Melaksanakan penjatuhan sanksi ringan dan sedang berupa teguran lisan dan peringatan tertulis terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh pedagang binaan;
  • Bersama dengan Bidang Pengawasan, Pengendalian dan Perlindungan Konsumen serta SKPD/UKPD terkait di dalam Gugus Tugas Penyebaran Covid-19 melaksanakan penjatuhan sanksi berat berupa pengeluaran pelanggar sebagai pedagang binaan.
Kewajiban Pengelola Lokbin dan Loksem
  • Bersama SKPD/UKPD terkait melakukan pembinaan, pengawasan dan pengendalian pengelolaan Lokbin dan Loksem;
  • Memberikan informasi terkait dengan prosedur dan perkembangan kebijakan pengelolaan Lokbin dan Loksem selama masa transisi;
  • Melaksanakan koordinasi penyediaan pemesanan secara daring dan/atau jarak jauh bagi para pedagang binaan selama masa transisi;
  • Memfasilitasi dukungan pelayanan kesehatan dasar sesuai kebutuhan medis;
  • Memfasilitasi kebutuhan data dan informasi publik seputar Covid-19;
  • Memfasilitasi kemudahan akses pengaduan seputar Covid-19.
Jenis Usaha yang Diperbolehkan
Untuk pelaksanaan pencegahan penyebaran Covid-19 selama masa transisi, maka jenis usaha yang diperbolehkan untuk tetap beraktivitas di Lokbin dan Loksem dikategorikan ke dalam aktiftas usaha rutin dan aktivitas usaha terjadwal dengan rincian sebagai berikut :
  • Aktivitas usaha rutin dengan jenis usaha kebutuhan pokok dan/atau kebutuhan sehari-hari dapat beroperasi setiap hari dan/atau sesuai dengan jam operasional Lokbin dan Loksem.
  • Aktivitas usaha terjadwal dengan jenis usaha kebutuhan sekunder dan tersier hanya dapat beroperasi pada hari Rabu, Sabtu, dan Minggu.
Pembinaan, pengawasan dan pengendalian terhadap pelaksanaan ketentuan dalam pedoman ini dilakukan oleh penanggung jawab pengelola Lokbin dan Loksem beserta Bidang Pengawasan pada Dinas Perinsutrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi DKI Jakarta dibantu oleh SKPD/UKPD terkait yang terdapat dalam Gugus Tugas Pencegahan Covid-19. Standar Operasional Prosedur (SOP) dapat dibuat sesuai dengan kebutuhan untuk pelaksanaan pembinaan, pengawasan dan pengendalian
Sanksi bagi Pelanggar
  • Penanggung jawab pengelola Lokbin dan Loksem memberikan penjatuhan sanksi ringan teguran secara lisan (terdokumentasi) terhadap Pelaku Usaha Kecil dan Menengah di Lokbin dan Loksem yang melakukan pelanggaran dengan bukti dokumentasi pelanggaran;
  • Penanggung jawab pengelola Lokbin dan Loksem memberikan penjatuhan sanksi sedang berupa peringatan tertulis terhadap Pelaku Usaha di Lokbin dan Loksem yang kembali melakukan pelanggaran setelah diberikan teguran lisan dengan bukti dokumentasi pelanggaran;
  • Penanggung jawab pengelola Lokbin dan Loksem bersama dengan Bidang Pengawasan, serta SKPD/UKPD terkait melakukan pemeriksaan untuk memberikan penjatuhan sanksi berat berupa pengeluaran pelanggar sebagai Pelaku Usaha Kecil dan Menengah di Lokbin dan Loksem dengan bukti dokumentasi pelanggaran.
Yang Perlu Diperhatikan oleh Pengelola Lokasi Binaan
  • Memberikan informasi yang akurat secara berkala kepada setiap pedagang dan pembeli terkait dengan protokol pencegahan Covid-19 berupa pengumuman, flyer, spanduk dalam area Lokbin;
  • Kewajiban menggunakan masker, faceshield, dan sarung tangan bagi pedagang;
  • Kewajiban mengganakan masker bagi pembeli;
  • Pengukuran suhu tubuh bagi pedagang dan pembeli (batas toleransi maksimal 37.5°C);
  • Mendorong pembayaran secara cashless.
  • Menyediakan sarana prasarana untuk cuci tangan dan hand sanitizer di pintu masuk/keluar dan di tempat umum lainnya;
  • Pembatasan jarak baik antar pembeli dan pedagang maupun sesama pembeli dalam antrian/kerumunan (1 meter);
  • Memastikan seluruh area lokbin dalam keadaan bersih;
  • Membuat ketentuan tentang sanksi bagi pedagang dan pembeli yang melanggar protokol Kkesehatan;
  • Memastikan sarana dan prasarana yang digunakan sesuai protokol pencegahan Covid-19 di Lokbin;
  • Melakukan Pembatasan jumlah pengunjung Pasar sebanyak 50%;
  • Mendorong pengunjung menyiapkan kantong belanja ramah lingkungan secara mandiri;
  • Melakukan disinfeksi di seluruh area Lokbin secara berkala;
  • Mengatur mobilitas keluar masuk kendaraan, logistik dan pengunjung (pintu masuk/pintu keluar Lokbin, WC, toilet, dan sarana umum lainnya);
  • Batasan pada mushola, tidak menggunakan karpet, keterangan pembatasan jarak antar orang, menggunakan alas kertas sekali, kapasitas terbatas 50%;
  • Batasan dalam toilet: pembatasan jumlah orang, keterangan pembatasan jarak pada toilet, mencuci tangan sebelum keluar toilet.
Yang Perlu Diperhatikan oleh Pedagang di Lokasi Binaan dan Lokasi Sementara
  • Telah mendapatkan, mengetahui dan memahami informasi terkait terkait dengan protokol pencegahan Covid-19;
  • Menggunakan sarung tangan, masker, penutup kepala dan celemek bagi pekerja dan pelayan;
  • Pelaksanaan pengukuran suhu tubuh bagi para pekerja dan pelayanan sebelum melakukan aktivitas;
  • Tersedia dan berfungsinya hand sanitizer di tempat usaha;
  • Menjamin kebersihan area tempat usaha (kios) dalam rangka stikerisasi higiene sanitasi pangan siap saji dari Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta;
  • Jarak antrian antar pembeli telah diberikan batas dengan tanda atau garis.

Informasi lainnya mengenai pelaksanaan, peraturan, hingga formulir mekanisme sektor perindustrian, perdagangan, dan UMKM, dapat Anda lihat di:
Surat Keputusan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, UMKM No. 194 Tahun 2020 (unduh SK di sini).

Keputusan berlaku sejak 5 Juni 2020.

PSBB Transisi: Sektor RPTRA

Ketentuan Pengelolaan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) selama PSBB Masa Transisi
  • Selama PSBB Masa Transisi, RPTRA belum bisa dibuka kembali sebagaimana amanat keputusan Gubernur Nomor 563 Tahun 2020
  • Pengelola RPTRA bekerja dari rumah namun tetap memantau RPTRA melalui patroli.
Saat melaksanakan patroli, Pengelola RPTRA bertugas untuk:
  1. Membersihkan serta merawat sarana dan prasarana RPTRA
  2. Mematikan dan menghidupkan lampu
  3. Melakukan penyemprotan disinfektan
  4. Memelihara tanaman dan kolam gizi

Informasi lainnya mengenai pelaksanaan dan peraturan pengelolaan RPTRA dapat Anda lihat di:
Surat Edaran Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk No. 15/SE/2020 (unduh SK di sini).

Edaran disampaikan tanggal 10 Juni 2020.

PSBB Transisi: Sektor Perpustakaan

Ketentuan Penyelenggaraan Layanan Perpustakaan Umum pada PSBB Masa Transisi
  • Ketentuan ini berlaku pada layanan perpustakaan umum di DKI Jakarta selama PSBB Masa Transisi
  • Layanan Perpustakaan Umum di lingkungan Dinas Perpustakaan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta dibuka secara terbatas mulai tanggal 8 Juni 2020
  • Layanan perpustakaan yang diberikan adalah layanan baca di tempat. Dengan begitu koleksi baca tidak dapat dipinjam atau dibawa pulang.
Jam Layanan Perpustakaan
Jam layanan Perpustakaan Umum di Cikini, Kuningan, Perpustakaan Umum di lima wilayah kota, dan pusat dokumentasi Sastra HB Jassin dibuka pada hari Senin - Minggu, pukul 10.00-15.00 WIB (kecuali hari libur nasional atau hari cuti).
  • Tempat cuci tangan dari air mengalir
  • Sabun
  • Alat ukur suhu tubuh
  • Hand sanitizer dengan kadar alkohol 70%
  • Sarung tangan plastik
Protokol Kesehatan Bagi Pemustaka
Bagi pemustaka juga harus menerapkan protokol kesehatan, di antaranya:
  • Berumur 9 - 60 tahun dan tidak dalam kondisi hamil
  • Wajib menggunakan masker 3 lapis
  • Cuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun selama 20 detik
  • Tes suhu menggunakan alat pengukur. Jika suhu diatas 37,5°C tidak diperkenankan masuk ke ruang perpustakaan dan disarankan untuk segera melakukan pemeriksaan ke rumah sakit terdekat
  • Tetap menjaga jarak fisik minimal 1,5 meter dengan pengelola perpustakaan atau pemustaka lain
  • Pengelola perpustakaan bertugas mencarikan buku yang dibutuhkan untuk dipinjamkan kepada pemustaka.
  • Pemustaka hanya diperbolehkan meminjam dan membaca buku di tempat dan tidak dibawa pulang
  • Buku yang telah selesai dibaca dikembalikan lagi ke tempat yang sudah disediakan
  • Jumlah pengunjung perpustakaan dibatasi sebanyak 50%

Informasi lainnya mengenai pelaksanaan dan peraturan protokol kesehatan di perpustakaan milik Pemprov DKI Jakarta selama masa PSBB transisi dapat Anda lihat di:
Keputusan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan No. 462 Tahun 2020 (unduh SK di sini).

Keputusan berlaku sejak 3 Juni 2020.

PSBB Transisi: Sektor Transportasi

Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 Pada Moda Transportasi

Pencegahan Covid-19 sektor transportasi pada masa transisi menuju masyarakat sehat, aman dan produktif meliputi:

  • pengendalian kapasitas angkut bagi penggunaan moda transportasi untuk pergerakan orang dan barang;
  • pengendalian mobilitas penduduk melalui pengutamaan penggunaan transportasi sepeda dan berjalan kaki;
  • perlindungan terhadap penumpang, awak dan sarana transportasi.

Jam Operasional Transportasi

Pengaturan umum jam operasional pada masing-masing moda diatur sebagai berikut:

  • Transjakarta: 05.00 — 22.00 WIB
  • Angkutan Umum Reguler: 05.00 — 22.00 WIB
  • Moda Raya Terpadu (MRT): 05.00 — 21.00 WIB
  • Lintas Raya Terpadu (LRT): 05.30 — 21.00 WIB
  • Angkutan Perairan: 07.00 — 15.00 WIB

Ketentuan Operasional Ojek

Pengemudi angkutan roda dua (ojek online dan ojek pangkalan) dalam mengangkut penumpang wajib memenuhi ketentuan sebagai berikut:

  • menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) sekurang-kurangnya berupa masker dan menyediakan hand sanitizer;
  • tidak diizinkan beroperasi pada wilayah yang ditetapkan sebagai wilayah pengendalian ketat berskala lokal;
  • menjaga kebersihan sepeda motor dan helm penumpang, dengan melakukan disinfeksi secara rutin setiap selesai mengangkut penumpang;
  • mulai beroperasi pada tanggal 8 Juni 2020;
  • khusus ojek online, juga wajib menggunakan jaket dan helm beridentitas nama perusahaan aplikasi;
  • perusahaan aplikasi transportasi online wajib menerapkan pengaturan geofencing sehingga pengemudi angkutan roda dua (ojek online) tidak beroperasi pada wilayah yang ditetapkan sebagai wilayah pengendalian ketat berskala lokal.

Perlindungan Penumpang

Perlindungan terhadap penumpang, awak dan sarana transportasi, menjadi tanggung jawab operator melalui:

  • menyediakan hand sanitizer yang dapat digunakan oleh penumpang saat menggunakan sarana transportasi;
  • menyediakan APD sekurang-kurangnya berupa masker bagi pegawai dan awak sarana transportasi;
  • melakukan disinfeksi sarana transportasi sebelum dan sesudah beroperasi.

Pengutamaan Bersepeda dan Berjalan Kaki

Pengendalian mobilitas penduduk melalui pengutamaan penggunaan transportasi sepeda dan berjalan kaki dilakukan dengan:

1. setiap perkantoran dan pusat perbelanjaan wajib menyediakan:

  • fasilitas parkir khusus sepeda sebesar 10% (sepuluh persen) dari kapasitas parkir yang tersedia;
  • fasilitas parkir khusus sepeda wajib berada dekat pintu masuk utama gedung, diberi tanda khusus parkir sepeda serta dilengkapi penunjuk arah lokasi;
  • fasilitas shower bagi pengguna sepeda.
2. penyediaan fasilitas parkir khusus sepeda pada halte Bus Rapid Transit (BRT) Transjakarta, terminal bus, stasiun kereta api, pelabuhan/dermaga, dan bandar udara yang disesuaikan dengan ketersediaan ruang pada masing-masing prasarana dan wajib diberi tanda khusus parkir sepeda serta dilengkapi penunjuk arah lokasi.

Informasi lainnya seperti tabel pembatasan kapasitas penumpang untuk setiap moda transportasi dapat Anda lihat di:

Keputusan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta No. 105 Tahun 2020 (unduh SK di sini).

Keputusan berlaku sejak 5 Juni 2020.

PSBB Transisi: Sektor Restoran atau Rumah Makan

Protokol Tambahan untuk Usaha Makanan dan Minuman seperti, Restoran, Rumah Makan, dan sejenisnya
Perlu diingat bahwa setiap usaha pariwisata wajib menjalankan protokol umum pencegahan penularan Covid-19 di sektor usaha pariwisata.

Ketibaan Tamu
  • meminta tamu untuk membersihkan tangan mereka saat memasuki restoran;
  • memfasilitasi pemesanan makanan/minuman secara daring;
  • pramusaji dapat menanyakan nomor kontak tamu atau mempersilakan tamu mengisi buku tamu;
  • memastikan jarak yang aman setidaknya satu meter antar meja dan antar kursi.

Kepulangan Tamu
  • meminta tamu untuk membersihkan tangan mereka sebelum meninggalkan restoran;
  • bersihkan meja dari peralatan makan dan barang lainnya (seperti, tisu bekas dan tusuk gigi) serta mendesinfeksi meja dan kursi yang baru digunakan;
  • menawarkan pemberian kwitansi/receipt melalui email/secara daring.
Selama di Restoran
  • tamu restoran wajib menempati meja yang telah disediakan;
  • tamu tidak diperbolehkan untuk membawa makanan dari luar dan membuka masker hanya saat makanan telah tersedia;
  • melakukan pembatasan waktu kunjungan tamu;
  • mempertimbangkan untuk meminimalkan perlengkapan makanan dan minuman yang ada di meja tamu dan menyediakan kemasan individual jika memungkinkan;
  • mengimplementasikan panduan untuk kebersihan makanan.
Manajemen
  • bidang usaha diharapkan segera mengurus izin Sertifikat Laik Sehat (SLS) demi menjamin mutu kesehatan dan keamanan pangan;
  • manajemen wajib menerapkan prinsip hygiene dan sanitasi makanan.
Penyajian Makanan dan Minuman
  • penyajian diprioritaskan dengan sistem pelayanan ala carte (pemesanan), apabila tidak memungkinkan, maka dapat diselenggarakan pelayanan buffet namun proses pengambilan makanan dilayani oleh petugas khusus;
  • peralatan makan dan minum digunakan sekali pakai, termasuk tisu tidak boleh diletakkan di area umum.

Mencuci Piring, Peralatan Makan dan Taplak Meja
  • semua piring, barang perak, dan gelas harus dicuci dan didesinfeksi dengan mesin pencuci piring (menggunakan sabun/deterjen antiseptik atau bahan antiseptik lainnya), termasuk barang-barang yang belum pernah digunakan, karena mungkin telah bersentuhan dengan tangan para tamu atau staf;
  • jika karena alasan apapun pencucian manual diperlukan, langkah-langkah yang biasa harus diikuti (cuci dengan sabun/deterjen antiseptik, bilas), dengan mengambil langkah pencegahan maksimum;
  • pengeringan peralatan makan harus dilakukan menggunakan handuk kertas sekali pakai. Demikian juga, taplak meja dan serbet harus dicuci dengan cara biasa.

PSBB Transisi: Sektor Perhotelan atau Penginapan

Protokol Tambahan untuk Usaha Akomodasi seperti, Hotel dan sejenisnya
Perlu diingat bahwa setiap usaha pariwisata wajib menjalankan protokol umum pencegahan penularan Covid-19 di sektor usaha pariwisata.

Ketibaan Tamu
  • petugas menanyakan dan mencatat riwayat perjalanan tamu/pengunjung;
  • meminta tamu untuk membersihkan tangan mereka menggunakan hand sanitizer selama proses check-in di hotel.

Tamu Meninggalkan Hotel
  • meminta tamu untuk membersihkan tangan mereka menggunakan hand sanitizer;
  • bila diperlukan, invoice hotel dapat diberikan melalui surat elektronik;
  • memastikan proses mendesinfeksikan kamar dan kamar mandi hotel serta peralatan yang telah digunakan tamu dan/atau pekerja dilakukan dengan tingkat kebersihan yang lebih tinggi;
  • mengganti sarung bantal, sprei, hingga selimut dengan yang telah dicuci bersih.
Selama di Hotel
  • memeriksa, membersihkan, dan memelihara semua sistem ventilasi dan pendingin udara;
  • petugas membersihkan kamar dan kamar mandi sebelum, selama dan setelah kedatangan tamu;
  • mengimplementasikan panduan untuk kebersihan makanan di restoran dan/atau cafe di dalam hotel;
  • menawarkan layanan kamar sebagai solusi ideal meminimalisir kontak dengan orang lain;
  • menyusun dan mengimplementasikan prosedur penyelenggaraan pertemuan dan acara di hotel.
Manajemen
  • Menyediakan set peralatan medis darurat yang berisi:
  • Cairan disinfektan
  • Masker
  • Sarung tangan sekali pakai
  • Pelindung mata
  • Baju sekali pakai
  • Set peralatan medis darurat ini hanya perlu digunakan untuk menangani tamu/staff yang diduga kuat positif COVID-19.
  • Menginformasikan kepada tamu mengenai tindakan pencegahan yang dilakukan manajemen hotel (termasuk jika ada layanan medis dan farmasi di dalam area tersebut).
  • Menyediakan ruang khusus (isolasi) bagi pengunjung/karyawan yang mengalami gejala Covid-19.

Resepsionis
  • Resepsionis mengarahkan tamu untuk melakukan self assessment (mengikuti SOP SELF ASSESSMENT bagi tamu).
  • Resepsionis harus mencuci tangan/membasuh dengan cairan sanitizer setelah melakukan pengecekan dokumen tamu.
  • Resepsionis dianjurkan untuk dapat mendeteksi tamu yang terlihat sakit. Semua data diri tamu dibuatkan catatan dan dilaporkan ke manajemen hotel.
Housekeeping
  1. Memastikan ketersediaan sabun untuk cuci tangan di toilet umum dan kamar.
  2. Melakukan tindakan pembersihan dan desinfeksi di area umum hotel seperti lobi, toilet, aula, koridor, dan lift secara berkala.
  3. Petugas kebersihan harus dilatih tentang penggunaan APD sederhana (masker dan sarung tangan) dan kebersihan tangan segera setelah melepas APD, dan ketika pekerjaan pembersihan dan desinfeksi selesai.
  4. Jika memungkinkan, gunakan bahan pembersih (cleaning materials) sekali pakai. Buang semua peralatan pembersih yang terbuat dari kain dan bahan yang menyerap. Atau lakukan pembersihan dengan desinfektan pada bahan pembersih (cleaning materials) yang tidak berpori dengan larutan natrium hipoklorit 0,5% atau sesuai dengan instruksi pabrik sebelum digunakan untuk ruangan lain.
  5. Tekstil, linen, dan pakaian harus dimasukkan ke dalam kantong cucian bertanda khusus dan ditangani dengan hati-hati untuk mencegah timbulnya debu, yang berpotensi menyebabkan kontaminasi pada permukaan atau orang-orang di sekitarnya. Instruksi harus diberikan untuk mencuci dalam suhu panas (70°C atau lebih) dengan deterjen biasa. Semua barang-barang bekas pakai harus ditangani dengan tepat untuk mengurangi kemungkinan risiko penularan.
  6. Penggunaan desinfektan tidak cocok digunakan pada telepon, peralatan remote control, pegangan pintu, tombol di lift, dll, maka untuk membersihkan barang-barang tersebut dapat menggunakan alkohol 70%.
  7. Barang sekali pakai (handuk tangan, sarung tangan, masker, tisu) harus ditempatkan dalam wadah dengan penutup dan dibuang sesuai dengan standar pengelolaan limbah.
  8. Secara umum, jika tamu yang sakit hanya melewati atau berada sebentar di dalam (koridor) atau area publik lainnya, tidak perlu dibersihkan dan didesinfeksi secara khusus.
  9. Peningkatan pembersihan dan desinfeksi harus mengacu pada SOP yang telah ditetapkan, seperti pengelolaan limbah padat, dan mengenakan alat pelindung diri (APD).
  10. Staf kebersihan harus diberikan pelatihan mengenai penggunaan dan penyimpanan produk-produk desinfektan seperti pemutih yang mungkin berada pada konsentrasi yang lebih tinggi dari biasanya. Staf harus dilatih cara menggunakan pemutih dan cara membilasnya setelah 10 menit.
  11. Staf kebersihan (cleaning) harus dilatih tentang penggunaan dan dilengkapi dengan peralatan perlindungan pribadi sebagaimana tercantum di bawah ini:
  • Sarung tangan
  • Sepatu tertutup
  • Jika melakukan prosedur yang menghasilkan percikan (seperti saat mencuci permukaan), tambahkan pelindung wajah dan celemek yang kedap air).
Makanan dan Minuman
  • Wajib mengikuti protokol tambahan bagi usaha jasa makanan dan minuman
  • Pelayanan makanan dan minuman bagi tamu hotel diarahkan dilaksanakan secara pesanan dan diantar ke kamar tamu dan/atau pelayanan buffet dengan dilayani oleh petugas khusus
  • Mesin pembuat kopi, mesin minuman soda, dan lainnya, khususnya bagian-bagian yang sering disentuh dengan tangan tamu harus dibersihkan dan didesinfeksi setidaknya setelah setiap layanan dan lebih sering jika diperlukan.

Meeting Room
Mengikuti protokol tambahan bagi usaha balai pertemuan.

Fitness Center dan kolam renang
Mengikuti protokol protokol tambahan bagi usaha Fitness Center dan kolam renang.

Spa
Mengikuti protokol tambahan bagi usaha spa.

Business Center
  • Petugas harus menjaga kebersihan pribadi (mencuci tangan secara teratur, etika batuk yang benar, memakai masker dan sarung tangan) seketat mungkin.
  • Menjaga jarak aman antara petugas dengan tamu sesuai standar protokol Covid-19.
  • Semua peralatan dan perlengkapan harus memenuhi kebersihan sesuai dengan protokol Covid-19.
Engineering and Maintenance
  • Dianjurkan mencampurkan cairan antiseptik ke dalam tempat yang berpotensi ada air dalam jumlah banyak dan dikunjungi tamu, seperti: kolam renang, atau spa. Pemberian cairan antiseptik harus merujuk pada penggunaan standar internasional.
  • Peralatan pencuci piring dan binatu. Disarankan untuk peralatan cuci piring dan binatu dilakukan desinfeksi secara rutin. Selain itu peralatan makan juga disemprot cairan antiseptik dalam batas aman.
  • Penting untuk memperhatikan filter pendingin udara dan membersihkan secara berkala. Perlu diperiksa juga jika ada ventilasi/saluran pertukaran udara.
  • Dispenser (alat isi ulang). Pemeriksaan rutin untuk memeriksa fungsi dispenser sabun, tisu, hand sanitizer dan alat pengering tangan diseluruh lokasi hotel. Menyediakan cairan hand sanitizer di tempat yang sering dikunjungi tamu seperti area lobi, restoran, dan toilet.

PSBB Transisi: Sektor Golf dan Diving Range

Perlu diingat bahwa setiap usaha pariwisata wajib menjalankan protokol umum pencegahan penularan Covid-19 di sektor usaha pariwisata.  

Manajemen

1. Manajemen bertanggung jawab melaksanakan dan mengawasi pembatasan terhadap pelaksanaan kegiatan usaha yaitu, pembatasan kegiatan bermain golf di lapangan, pembatasan operasional fasilitas club house dan pembatasan jumlah karyawan.

2. Pembatasan kegiatan bermain golf di lapangan dilaksanakan dengan cara sebagai berikut:

a.      Jumlah pemain dan caddy dibatasi

b.      Seluruh pemain dan caddy wajib menggunakan masker

c.      Seluruh pemain dan caddy WAJIB menjaga jarak minimal 1 meter

d.      Setiap Golf Cart/Trolley menyediakan 1 rake bunker untuk menghindari pemakaian bersama

e.      Sejak awal hingga permainan selesai, bola golf HANYA dipegang oleh pemainnya

f.       Dilarang menyentuh tongkat bendera / pin

g.      Penggunaan 1 golf cart untuk 1 pemain dan 1 caddy (apabila digunakan oleh 2 pemain dan 2 caddy, maka wajib dipasang pembatas)

h.      Caddy tetap berada di belakang golf cart dan tidak diijinkan mengendarai golf cart

i.       Pemain menangani bola golf mereka sendiri (pada saat akan tee off, mengambil dari lubang, membersihkan dan semua prosedur drop)

j.       Caddy hanya menyentuh bagian kepala dari stick golf

3. Pembatasan operasional fasilitas club house (Restoran dan Bar; Sauna dan Kolam Whirpool; Reflexy (massage); Fitness Center; serta Ruang Rapat, VIP, Business Centre) dilaksanakan dengan cara mengikuti protokol pencegahan penularan covid 19 yang ditetapkan sesuai jenis usahanya dan mengikuti ketentuan lain yang ditetapkan oleh pemerintah.

4. Pembatasan jumlah karyawan dilaksanakan dengan cara membatasi hanya karyawan yang terlibat langsung dalam pelaksanaan operasional usaha seperti:

a.      karyawan bagian Lapangan yang pekerjaannya merawat dan memelihara tanaman;

b.      karyawan bagian maintenance (listrik, telepon, pipa air, dan bangunan);

c.      karyawan yang bertugas dalam golf operational (melayani pemain);

d.      satpam;

e.      caddy (diatur berdasarkan jumlah pemain yang datang).

5.  Membuat rekapitulasi data (log data) yang mencakup kebersihan, dan sterilisasi (termasuk tanggal, waktu dan nama petugas pelaksana) 

Resepsionis

1. Staf meja resepsionis harus tersedia informasi mengenai Covid-19, termasuk fasilitas kesehatan. 

2. Menyediakan cairan hand sanitizer di meja resepsionis.

3. Menginformasikan kepada tamu mengenai tindakan pencegahan yang dilakukan manajemen lapangan golf (termasuk jika ada layanan medis dan farmasi di dalam area tersebut).

4. Menyediakan set peralatan medis darurat yang berisi :

- Cairan disinfektan

- Masker

- Sarung tangan sekali pakai

- Pelindung mata

- Baju sekali pakai

- Set peralatan medis darurat ini hanya perlu digunakan untuk menangani tamu/staff yang diduga kuat positif Covid-19.

5. Resepsionis mengarahkan tamu untuk melakukan self assessment (mengikuti SOP SELF ASSESSMENT) bagi tamu.

6. Resepsionis dianjurkan untuk dapat mendeteksi tamu yang terlihat sakit. Semua data diri tamu dibuatkan catatan dan dilaporkan ke manajemen lapangan golf.

Pemain Golf

1. Diwajibkan melakukan reservasi tee time terlebih dahulu.

2. Tidak boleh berkumpul di teebox, green, shelter lebih dari 5 orang

3. Dilarang berbagi/saling meminjam klub golf dengan teman bermain

4. Menyediakan handuk dan perlengkapan mandi di dalam Locker masing-masing

Fasilitas Lapangan Golf

  • Melakukan desinfeksi golf cart & trolley sebelum dan sesudah dipakai pemain;
  • menyediakan tempat cuci tangan minimal 4 titik per 18 hole;
  • menyediakan hand sanitizer di setiap publik area (driving range, loker, lobby, restoran);
  • mengatur penggunaan lemari loker dengan ketentuan jarak minimal 1 meter;
  • mengatur penggunaan shower dengan ketentuan jarak minimal 1 meter;
  • mengatur jumlah pengunjung yang masuk ke dalam area loker maksimal 1 orang/15 m2 luas. Misalnya loker dengan luas 300 m2 maksimal orang yang ada di dalamnya 20 orang pada saat yang bersamaan;
  • mengatur posisi latihan di driving range minimal berjarak 1,5 meter.

Housekeeping

1. Jika memungkinkan, gunakan bahan pembersih (cleaning materials) sekali pakai. Buang semua peralatan pembersih yang terbuat dari kain dan bahan yang menyerap. Atau lakukan pembersihan dengan desinfektan pada bahan pembersih (cleaning materials) yang tidak berpori dengan larutan natrium hipoklorit 0,5% atau sesuai dengan instruksi pabrik sebelum digunakan untuk ruangan lain.

2. Tekstil dan linen harus dimasukkan ke dalam kantong cucian bertanda khusus dan ditangani dengan hati-hati untuk mencegah timbulnya debu, yang berpotensi menyebabkan kontaminasi pada permukaan atau orang-orang di sekitarnya. Instruksi harus diberikan untuk mencuci dalam suhu panas (minimal 50 derajat celcius) dengan deterjen biasa. Semua barang-barang bekas pakai harus ditangani dengan tepat untuk mengurangi kemungkinan risiko penularan.

3. Penggunaan desinfektan tidak cocok digunakan pada telepon, peralatan remote control, pegangan pintu, dll, maka untuk membersihkan barang-barang tersebut dapat menggunakan alkohol 70%.

4. Barang sekali pakai (handuk tangan, sarung tangan, masker, tisu) harus ditempatkan dalam wadah dengan penutup dan dibuang sesuai dengan standar pengelolaan limbah.

5. Secara umum, jika tamu yang sakit hanya melewati atau berada sebentar di dalam (koridor) atau area publik lainnya, tidak perlu dibersihkan dan didesinfeksi secara khusus.

6. Peningkatan pembersihan dan desinfeksi harus mengacu pada SOP yang telah ditetapkan, seperti pengelolaan limbah padat, dan mengenakan alat pelindung diri (APD).

7. Staff kebersihan harus diberikan pelatihan mengenai penggunaan dan penyimpanan produk-produk desinfektan seperti pemutih yang mungkin berada pada konsentrasi yang lebih tinggi dari biasanya. Staf harus dilatih cara menggunakan pemutih dan cara membilasnya setelah 10 menit.

8. Staf kebersihan (cleaning) harus dilatih tentang penggunaan dan dilengkapi dengan peralatan perlindungan pribadi sebagaimana tercantum di bawah ini:

-Sarung tangan

-Pakaian sekali pakai

-Sepatu tertutup

-Jika melakukan prosedur yang menghasilkan percikan (seperti saat mencuci permukaan), tambahkan pelindung wajah dan celemek yang kedap air)

9. Dispenser (alat isi ulang). Pemeriksaan rutin untuk memeriksa fungsi dispenser sabun, tisu, hand sanitizer dan alat pengering tangan diseluruh lokasi lapangan golf. Menyediakan cairan hand sanitizer di tempat yang sering dikunjungi tamu seperti area lobby, restoran dan toilet.

Engineering and Maintenance

1.  Dianjurkan mencampurkan cairan antiseptik ke dalam tempat yang berpotensi ada air dalam jumlah banyak dan dikunjungi tamu, seperti: kolam renang. Pemberian cairan chemical harus merujuk pada penggunaan standar.

2.  Peralatan pencuci piring dan binatu. Disarankan untuk peralatan cuci piring dan binatu dilakukan desinfeksi secara rutin. Selain itu peralatan makan apabila diperlukan juga disemprot cairan antiseptik dalam batas aman.

3. Pendingin ruangan. Meskipun Covid-19 tidak menular melalui udara, penting untuk memperhatikan filter pendingin udara dan membersihkan secara berkala. Perlu diperiksa juga jika ada ventilasi/saluran pertukaran udara.

PSBB Transisi: Sektor Museum dan Galeri Seni

Staf

  • pembagian tugas untuk persiapan pembukaan kembali dengan aturan baru;
  • persiapan tim darurat Covid-19 sesuai anjuran pemerintah;
  • pembuatan aturan baru untuk staf pasca pandemi;
  • implementasi protokol kesehatan Covid-19 sesuai rekomendasi WHO dan KEMKES: cuci tangan, hand sanitizer, masker, jaga jarak aman dan cek suhu tubuh;
  • persiapan area kerja disesuaikan dengan aturan jaga jarak dan tidak berkerumun;
  • pelatihan bagi seluruh staf tentang aturan baru pasca pandemi, tambahan materi untuk staf yang berhubungan langsung dengan publik;
  • kampanye pembersihan yang lebih ketat untuk staf yang mengelola kebersihan.

Pengunjung

  • Persiapan   aturan   dan   implementasi   protokol   kesehatan   terkait Covid-19 untuk pengunjung: pengecekan suhu, pemakaian masker, aturan jarak aman;
  • kampanye pembelian tiket secara daring dan tanpa uang tunai;
  • kampanye implementasi jarak aman bagi pengunjung di dalam antrean dan selama berada di area museum termasuk kafe dan toko museum;
  • persiapan penempatan penjaga museum agar karya aman dan pengunjung nyaman;
  • persiapan pengaturan pengunjung agar tidak menumpuk di satu area saat berada di museum;
  • tetap menyiapkan aktivitas daring bagi pengunjung yang belum mau bepergian dan ingin berinteraksi dari rumah

Fasilitas

  • Pengecekan semua fasilitas di dalam museum dan memastikan semua berfungsi dengan baik;
  • penyediaan alat kebersihan: sabun, desinfektan dan sanitizers, secara maksimal;
  • persiapan agar pengunjung menjaga jarak mulai dari antrean sampai masuk ke dalam area pameran;
  • pembersihan di dalam museum dilakukan lebih sering;
  • mengurangi hal-hal yang dapat disentuh bergantian dan selalu membersihkan hal yang dipakai bergantian: lift, escalator handle, pegangan pintu;
  • memasang perlindungan tambahan dan pengumuman tentang aturan baru dan cara menjaga kesehatan di ruang publik sesuai rekomendasi WHO dan KEMKES.

Komunikasi

Memasang posisi museum sebagai tempat wisata yang aman dan nyaman bagi warga semua umur, dengan menjelaskan secara verbal maupun visual mengenai protokol kesehatan dan kebersihan yang diterapkan di museum.         

Tahap 1: pengumuman pembukaan kembali museum (tanggal pembukaan, program)

Tahap 2: sosialisasi pembelian tiket daring

Tahap 3: sosialisasi peraturan baru di museum

Tahap 4: promosi tiket daring bersama mitra tiket daring museum

PSBB Transisi: Sektor Jasa Homestay/Resor di Kepulauan Seribu

Protokol Tambahan untuk Usaha Jasa Homestay/Resor di Kepulauan Seribu
Selain protokol umum yang wajib diikuti oleh semua pelaku usaha di sektor pariwisata, berikut adalah protokol tambahan bagi para penyedia jasa homestay/resor di Kepulauan Seribu:
Manajemen
  1. Perlu diingat bahwa setiap usaha pariwisata wajib menjalankan protokol umum pencegahan penularan Covid-19 di sektor usaha pariwisata.
  2. Mengikuti rekomendasi atau saran yang sudah dikeluarkan pemerintah dan pihak berwajib. Melakukan disinfeksi seluruh bagian homestay/resor. Hal ini dilakukan untuk mengurangi dampak penyebaran Covid-19.
  3. Pengaturan staf homestay atau resor
    Manajemen homestay atau resor harus memastikan semua staf homestay/resor mematuhi arahan dari pemerintah, langkah pencegahan yang diperlukan antara lain mencuci tangan secara teratur, tidak menyentuh mulut, mata dan hidung, menghindari kerumunan dengan menjaga jarak. Serta mensterilkan benda-benda yang sering disentuh di ruang publik.
  4. Pengawasan
    Manajemen homestay/resor harus melakukan pengawasan terhadap seluruh staf homestay/resor, karena tingginya interaksi di industri pariwisata, hal ini perlu diwaspadai dengan pemeriksaan kesehatan seluruh staf homestay/resor.
  5. Membuat rekapitulasi data
    Disarankan untuk membuat catatan (log data) mencakup kebersihan, dan sterilisasi (termasuk tanggal, waktu dan nama petugas pelaksana).
  6. Manajemen mengarahkan setiap transaksi dilaksanakan secara non tunai, apabila tidak memungkinkan harus memiliki alat sterilisator uang dan melakukan sterilisasi uang hasil transaksi secara berkala
  7. Untuk kamar dalam kapasitas besar bisa digunakan khusus bagi 1 keluarga
Front Office
  • Semua staf yang bertugas di area depan diwajibkan menggunakan masker (disarankan masker kain).
  • Menyediakan hand sanitizer di sudut-sudut lobi homestay atau resor dan meja security.
  • Seluruh tamu dan pegawai wajib diperiksa suhu badan setiap pagi dan mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer.
  • Jika ada tamu dan pegawai yang suhu badan diatas suhu 37,3℃, diarahkan ke fasilitas kesehatan.
  • Menyediakan informasi mengenai Covid-19 dan pencegahannya.
  • Menyediakan informasi fasilitas kesehatan yang bisa diakses oleh tamu.
  • Membuat penanda jarak aman di area homestay atau resor.
Resepsionis
  1. Resepsionis mengarahkan tamu untuk melakukan self assessment (mengikuti SOP self assessment bagi tamu).
  2. Meja resepsionis harus tersedia informasi mengenai Covid-19 termasuk fasilitas alat kesehatan.
  3. Menyediakan cairan hand sanitizer.
  4. Mengatur meja resepsionis dengan mengukur jarak aman antara resepsionis dan tamu.
  5. Menandai area antrean tamu dengan jarak antar tamu minimum 1 meter.
  6. Menginformasikan kepada tamu mengenai tindakan pencegahan yang dilakukan manajemen homestay atau resor (termasuk jika ada layanan medis dan farmasi di dalam area tersebut)
  7. Menyediakan set peralatan medis darurat yang berisi:
    - Cairan disinfektan
    - Masker
    - Sarung tangan sekali pakai
    - Pelindung mata
    - Baju sekali pakai
    - Set peralatan medis darurat ini hanya perlu digunakan untuk menangani tamu/staf yang diduga kuat positif Covid-19.
  8. Hindari kontak fisik dalam bentuk apapun dengan tamu (seperti berjabat tangan).
  9. Menginformasikan kepada tamu agar segera menghubungi staf homestay/resor jika memiliki gejala Covid-19.
  10. Resepsionis harus mencuci tangan/membasuh dengan cairan sanitizer setelah melakukan pengecekan dokumen tamu.
  11. Resepsionis dianjurkan untuk dapat mendeteksi tamu yang terlihat sakit. Semua data diri tamu dibuatkan catatan dan dilaporkan ke manajemen homestay atau resor.
Housekeeping
  1. Semua staf yang bertugas di area housekeeping (membersihkan kamar) diwajibkan menggunakan masker, celemek, dan sarung tangan kain.
  2. Semua staf yang bertugas di area homestay/ resort (selain kamar) wajib menggunakan masker dan sarung tangan kain.
  3. Menyediakan hand sanitizer di seluruh sudut homestay/ resort (terutama di ruangan yang sering dikunjungi tamu).
  4. Memastikan ketersediaan sabun untuk cuci tangan di toilet umum dan kamar.
  5. Membersihkan secara berkala area yang benda-benda yang sering disentuh tamu (contohnya gagang pintu).
  6. Melakukan tindakan pembersihan dan desinfeksi di area umum homestay/resor seperti lobi, toilet, aula, dan koridor secara berkala.
  7. Petugas kebersihan harus dilatih tentang penggunaan APD sederhana (masker dan sarung tangan) dan kebersihan tangan segera setelah melepas APD, dan ketika pekerjaan pembersihan dan desinfeksi selesai.
  8. Jika memungkinkan, gunakan bahan pembersih (cleaning materials) sekali pakai. Buang semua peralatan pembersih yang terbuat dari kain dan bahan yang menyerap. Atau lakukan pembersihan dengan disinfektan pada bahan pembersih (cleaning materials) yang tidak berpori dengan larutan natrium hipoklorit 0,5% atau sesuai dengan instruksi pabrik sebelum digunakan untuk ruangan lain.
  9. Tekstil, linen, dan pakaian harus dimasukkan ke dalam kantong cucian bertanda khusus dan ditangani dengan hati-hati untuk mencegah timbulnya debu, yang berpotensi menyebabkan kontaminasi pada permukaan atau orang-orang di sekitarnya. Instruksi harus diberikan untuk mencuci dengan deterjen biasa. Semua barang-barang bekas pakai harus ditangani dengan tepat untuk mengurangi kemungkinan risiko penularan.
  10. Penggunaan disinfektan tidak cocok digunakan pada telepon, peralatan remote control, pegangan pintu, dll, maka untuk membersihkan barang-barang tersebut dapat menggunakan alkohol 70%.
  11. Barang sekali pakai (handuk tangan, sarung tangan, masker, tisu) harus ditempatkan dalam wadah dengan penutup dan dibuang sesuai dengan standar pengelolaan limbah.
  12. Secara umum, jika tamu yang sakit hanya melewati atau berada sebentar di dalam (koridor) atau area publik lainnya, tidak perlu dibersihkan dan didesinfeksi secara khusus.
  13. Peningkatan pembersihan dan desinfeksi harus mengacu pada SOP yang telah ditetapkan, seperti pengelolaan limbah padat, dan mengenakan alat pelindung diri (APD).
  14. Staf kebersihan harus diberikan pelatihan mengenai penggunaan dan penyimpanan produk-produk disinfektan seperti pemutih yang mungkin berada pada konsentrasi yang lebih tinggi dari biasanya. Staf harus dilatih cara menggunakan pemutih dan cara membilasnya setelah 10 menit.
  15. Staf kebersihan (cleaning) harus dilatih tentang penggunaan dan dilengkapi dengan peralatan perlindungan pribadi sebagaimana tercantum di bawah ini:
    - sarung tangan;
    - pakaian sekali pakai;
    - sepatu tertutup;
    - jika melakukan prosedur yang menghasilkan percikan (seperti saat mencuci permukaan), tambahkan pelindung wajah dan celemek yang kedap air).
 
Makanan dan Minuman
  • Wajib mengikuti SOP pencegahan penularan Covid-19 di usaha jasa penyediaan makanan dan minuman.
  • Menyediakan area makan dengan jarak per grup minimal 2 meter dengan grup lain.
  • Mesin pembuat kopi, mesin minuman soda, dan lainnya, khususnya bagian-bagian yang sering disentuh dengan tangan tamu harus dibersihkan dan didesin
Meeting Room
  • Petugas meeting room harus menjaga kebersihan pribadi (mencuci tangan secara teratur, etika batuk yang benar, memakai masker dan sarung tangan) seketat mungkin.
  • Kapasitas meeting room tidak boleh melebihi 50% dari luas ruangan dengan menjaga jarak aman standar protokol Covid-19 minimal 1 meter.
  • Semua peralatan dan perlengkapan meeting room harus memenuhi standar kebersihan sesuai dengan protokol Covid-19.

Fitness Center
  • Petugas fitness harus menjaga kebersihan pribadi (mencuci tangan secara teratur, etika batuk yang benar, memakai masker dan sarung tangan) seketat mungkin.
  • Jarak antar Peralatan fitness minimal 2 meter.
  • Semua peralatan dan perlengkapan fitness harus memenuhi standar kebersihan sesuai dengan protokol Covid-19.

Business Center
  • Petugas harus menjaga kebersihan pribadi (mencuci tangan secara teratur, etika batuk yang benar, memakai masker dan sarung tangan) seketat mungkin.
  • Menjaga jarak aman antara petugas dengan tamu sesuai standar protokol Covid-19.
  • Semua peralatan dan perlengkapan harus memenuhi kebersihan sesuai dengan protokol Covid-19.
Engineering dan Maintenance
  • Dianjurkan mencampurkan cairan antiseptik ke dalam tempat yang berpotensi terisi air, dalam jumlah banyak, dan dikunjungi tamu, seperti: kolam renang atau spa. Pemberian cairan antiseptik harus merujuk pada penggunaan standar internasional.
  • Peralatan pencuci piring dan binatu. Disarankan untuk peralatan cuci piring dan binatu dilakukan desinfeksi secara rutin. Selain itu peralatan makan juga disemprot cairan antiseptik dalam batas aman.
  • Pendingin ruangan. Penting untuk memperhatikan filter pendingin udara dan membersihkan secara berkala. Perlu diperiksa juga jika ada ventilasi/saluran pertukaran udara.
  • Disarankan penggunaan dispenser (alat isi ulang) dengan modifikasi khusus tidak disentuh langsung dengan menggunakan tangan.

Informasi lainnya mengenai pelaksanaan dan peraturan protokol kesehatan di sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dapat Anda lihat di:
Keputusan Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif No. 131 Tahun 2020 (unduh SK di sini).

Peraturan berlaku sejak 5 Juni 2020.

PSBB Transisi: Usaha Jasa Dive Center dan Dive Operator di Kepulauan Seribu

Protokol Tambahan untuk Usaha Jasa Dive Center dan Dive Operator di Kepulauan Seribu
Selain protokol umum yang wajib diikuti oleh semua pelaku usaha di sektor pariwisata, berikut adalah protokol tambahan bagi para penyedia jasa Dive Center dan Dive Operator di Kepulauan Seribu:


Manajemen
  • Mengikuti rekomendasi/saran yang sudah dikeluarkan pemerintah dan pihak berwajib. Melakukan desinfeksi seluruh bagian Dive Center. Hal ini dilakukan untuk mengurangi dampak penyebaran Covid-19.
  • Pengaturan staf Dive Center. Manajemen Dive Center harus memastikan semua staf Dive Center mematuhi arahan dari pemerintah, langkah pencegahan yang diperlukan antara lain mencuci tangan secara teratur, tidak menyentuh mulut, mata dan hidung, menghindari kerumunan dengan menjaga jarak. Serta mensterilkan benda-benda yang sering disentuh di ruang publik.
  • Pengawasan. Manajemen Dive Center harus melakukan pengawasan terhadap seluruh staf Dive Center. Karena tingginya interaksi di industri pariwisata, hal ini perlu diwaspadai dengan pemeriksaan kesehatan seluruh staf Dive Center.
  • Membuat rekapitulasi data, Disarankan untuk membuat catatan (log data) mencakup kebersihan, dan sterilisasi (termasuk tanggal, waktu dan nama petugas pelaksana).
Front Office Dive Center
  • Semua staf yang bertugas di area depan diwajibkan menggunakan masker (disarankan masker kain).
  • Menyediakan hand sanitizer di area Dive Center.
  • Seluruh tamu dan pegawai wajib diperiksa suhu badan setiap pagi dan mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer.
  • Jika ada tamu dan pegawai dengan suhu badan diatas suhu 37°C, diarahkan ke fasilitas kesehatan.
  • Menyediakan informasi mengenai Covid-19 dan pencegahannya
  • Menyediakan informasi fasilitas kesehatan yang bisa akses oleh tamu.
  • Membuat penanda jarak aman di dive shop.
  • Booking atau pengisian data lain yang diperlukan dilakukan dengan cara online.
  • Pembayaran dilakukan secara online (misalnya transfer bank, dll.).
  • Seluruh tamu disarankan untuk membawa peralatan menyelam sendiri.
  • Akses masuk ke Dive Center hanya untuk tamu yang akan menyewa alat selam untuk menyelam atau snorkeling. Tidak diperkenankan keluarga, teman dan lainnya masuk ke dalam kantor.
  • Dilarang masuk ke kantor penyelam yang menunjukkan gejala batuk, pilek, demam, sesak nafas, pusing, atau/dan diare. Tamu yang memiliki gejala tersebut segera diantar ke RSUD.
  • Tidak diperkenankan menitip barang-barang pribadi di kantor
  • Setelah selesai menyelam, masing masing tamu membawa dan mencuci alatnya di rumah masing-masing, jika Dive Center tidak memungkinkan untuk menyediakan tempat yang cukup untuk pencucian air mengalir untuk masing masing penyelam.
Dive Center/Dive Operator
  • Seluruh tamu dan staf selalu menjaga jarak aman.
  • Menyediakan cairan hand sanitizer di area dive center.
  • Mengatur meja atau tempat untuk menyimpan tas atau peralatan menyelam dengan jarak aman.
  • Menandai area antrian tamu dengan jarak antar tamu minimum 1 meter.
  • Menginformasikan kepada tamu mengenai tindakan pencegahan yang dilakukan manajemen Dive Center (termasuk jika ada layanan medis dan farmasi di dalam area tersebut).
  • Menyediakan set peralatan medis darurat yang berisi:
    - cairan disinfektan;
    - masker;
    - sarung tangan sekali pakai;
    - pelindung mata;
    - baju sekali pakai;
    - set peralatan medis darurat ini hanya perlu digunakan untuk menangani tamu/staf yang diduga kuat positif Covid-19.
  • Hindari kontak fisik dalam bentuk apapun dengan tamu (seperti berjabat tangan).
  • Staf perlu mengetahui negara mana saja yang menjadi wilayah pandemi Covid-19.
  • Menginformasikan kepada tamu agar segera menghubungi staf Dive Center jika memiliki gejala Covid-19.
  • Staf harus menanyakan apakah tamu mengalami gejala seperti Covid-19 seperti demam, batuk, atau sesak napas.
  • Staf dianjurkan untuk dapat mendeteksi tamu yang terlihat sakit. Semua data diri tamu dibuatkan catatan dan dilaporkan ke manajemen Dive Center.
Petugas Penjemput Tamu
  • Semua staf yang bertugas penjemput tamu diwajibkan menggunakan masker dan menggunakan sarung tangan untuk memindahkan barang atau alat yang dibawa tamu selam.
  • Petugas dilengkapi dengan hand sanitizer dan selalu membersihkan tangan setiap pada saat pelaksanaan loading barang ke gerobak angkut.
  • Petugas membawa barang barang tamu selam ke lokasi homestay atau resor atau Dive Center atau lokasi penyelaman dengan tetap menggunakan masker dan sarung tangan.
  • Setelah sampai di resort, homestay, Dive Center, atau lokasi penyelaman, para tamu mengikuti protokol pencegahan penularan Covid-19 untuk resor atau homestay.
Pemandu Selam/Dive Guide
  • Semua pemandu selam yang bertugas di kapal diving diwajibkan menggunakan masker dan sarung tangan plastik.
  • Setiap akan menaiki kapal, pemandu selam diharuskan mencuci tangan menggunakan sabun dan/atau disemprot hand sanitizer.
  • Alat-alat selam pemandu selam terdiri dari masker, snorkel, BCD (Buoyancy Compensator Device), regulator, fin, wetsuit dan lainnya dalam kondisi steril sebelum dan setelah menyelam dilakukan. Perendaman alat-alat selam dilakukan dengan cairan disinfektan/sanitizer selama 5 menit dan dilakukan pembilasan dengan air bersih. Kemudian dikeringkan dan disimpan menggunakan kantong plastik steril. Perendaman dan pembilasan selalu dilakukan setiap selesai penyelaman.
  • Selalu menjaga jarak dengan penyelam tamu, baik di kapal maupun pada saat briefing, dengan jarak 1 – 1,5 meter.
  • Jika tamu ingin dibantu memasangkan alat selam, maka setelah selesai pemasangan alat, tangan dibersihkan dengan menggunakan hand sanitizer.
  • Membantu tamu-tamu selam dalam melepas alat-alat selam, khususnya alat alat yang disewa. Setelah selesai membuka alat, segera menyemprot tangan dengan hand sanitizer. Alat-alat pribadi penyelam dilepas oleh masing masing pemilik kecuali diminta bantuan pemandu untuk melepas. Setelah melepas, bersihkan tangan dengan hand sanitizer.
  • Setelah digunakan, lakukan pembersihan alat-alat selam sesuai SOP.
  • Alat yang sudah bersih dilakukan penjemuran dan ditempatkan pada tas plastik sesuai kepemilikan alat.
Petugas Sanitasi Alat Selam Tamu
  • Petugas sanitasi mempersiapkan bak-bak perendaman dan bak pembilasan serta preparasi cairan disinfektan/sanitasi berupa sodium hypochlorite dengan 5% bahan aktif dengan konsentrasi 0,1% (100 ml NaCLO dalam 4000 ml air).
  • Semua staf yang bertugas di area sanitasi peralatan diwajibkan menggunakan masker, apron, dan sarung tangan plastik.
  • Sebelum digunakan, alat-alat selam pribadi terdiri dari masker, snorkel, BCD, regulator, fin, wetsuit, dan lainnya direndam dengan cairan disinfektan/sanitizer selama 5 menit dan dilakukan pembilasan dengan air bersih.
  • Untuk tabung scuba dan pemberat dilakukan sanitasi dengan penyemprotan disinfektan, menggunakan alat spray tekanan tinggi dan dilakukan pembilasan.
  • Setelah alat bersih dan steril, alat ditempatkan pada wadah atau tas plastik yang disediakan oleh Dive Center dan diberi label nama masing masing pemilik. Tas plastik selalu digunakan selama kegiatan penyelaman.
  • Setelah selesai menyelam, alat-alat selam akan direndam dengan prosedur yang sama seperti saat sebelum digunakan. Alat yang sudah bersih kemudian dilakukan penjemuran dan ditempatkan pada tas plastik sesuai kepemilikan alat.
Penanganan Keadaan Darurat
  • Jika terjadi kecelakaan dan penyelam membutuhkan penanganan CPR di lokasi penyelaman, maka pemandu selam wajib memakai masker, sarung tangan, dan pakaian APD. Dilarang bersentuhan langsung dengan korban tanpa pengaman diri.
  • Segera melaporkan ke kantor Dive Center atau ke RSUD agar dilakukan persiapan-persiapan yang cepat dalam menangani korban dengan tetap mematuhi SOP.
  • Setiap selesai menangani korban, pemandu selam diharuskan mencuci tangan menggunakan sabun dan/atau disemprot hand sanitizer.
Kompressor/Pengisian Tank
  • Semua staf yang bertugas di area pengisian udara diwajibkan menggunakan masker dan sarung tangan.
  • Menyediakan hand sanitizer serta sabun untuk cuci tangan.
  • Membersihkan area benda-benda yang sering disentuh.
  • Melakukan tindakan pembersihan dan disinfeksi di area pengisian tank termasuk kompresor secara berkala.
  • Setiap tank dicuci setelah pengisian.
  • Memindahkan atau membawa tank harus selalu dengan sarung tangan.
Dermaga/Tempat Untuk Briefing Serta Turun
  • Semua area dermaga dicuci dan didisinfeksi, termasuk tempat atau barang yang sering dipegang (misalnya tiang, pegangan tangga, dan lain-lain).
  • Boks atau tas tamu selam tetap dijaga jaraknya.
  • Menyediakan hand sanitizer serta sabun untuk cuci tangan.
  • Menggunakan masker kain saat briefing serta tetap jaga jarak aman di antara penyelam dan menggunakan sarung tangan setiap melakukan penyelaman.
Kapal Menyelam
  • Semua staf yang bertugas di tempat selam serta kapal untuk kegiatan selam diwajibkan menggunakan masker dan sarung tangan.
  • Menyediakan hand sanitizer serta sabun untuk cuci tangan.
  • Membersihkan area benda-benda yang sering disentuh.
  • Melakukan tindakan pembersihan dan disinfeksi di area kapal secara berkala.
  • Tetap menjaga jarak di antara penyelam saat berada di dalam kapal.
  • Setiap penyelam membawa tas masing masing untuk menyimpan mask, snorkel serta alat lainnya.
Staf Dive Center/Dive Operator
  • Semua staf Dive Center harus benar-benar mematuhi dasar langkah-langkah perlindungan terhadap Covid-19 yang sudah direkomendasikan oleh WHO, seperti kebersihan tangan, menjaga jarak, hindari menyentuh mata, hidung dan mulut, etika batuk dan disarankan segera mencari pertolongan medis jika merasakan gejala Covid-19.
  • Setiap staf Dive Center harus menjaga kebersihan pribadi seperti mencuci tangan secara teratur, memakai masker, perilaku batuk yang benar.
Diver/Penyelam Tamu
  • Mengisi formulir sebagai persyaratan menyelam berupa Health Declaration Covid-19 Form dan Liability Release Form yang dikirim melalui email atau WA. Formulir-formulir tersebut dikirim dan diterima oleh staf Dive Center/Dive Operator satu hari sebelum keberangkatan.
  • Melampirkan surat keterangan sehat dari dokter/RS atau hasil negatif rapid test/swab yang berlaku selama 7-14 hari dari jadwal dan dikirim melalui email atau WA bersama formulir di atas.
  • Melampirkan hasil Medical Check Up yang menyatakan penyelam sudah sembuh dari Covid-19.
  • Menangani sendiri alat selamnya.
  • Melakukan disinfektan mandiri tehadap semua alat selamnya.
  • Membersihkan sendiri alat selamnya setiap habis dipakai.
  • Membawa alat selam dalam keadaan terbungkus dalam tas/plastik sendiri tanpa tercampur dengan alat-alat tamu lain.
  • Wajib membawa alat makan dan minum sendiri.
  • Menjaga jarak antar tamu minimal 1 meter/social distancing.
  • Menggunakan masker penutup mulut dan hidung
  • Rajin mencuci tangan dengan sabun atau membawa hand sanitizer sendiri.
  • Melakukan pengecekan suhu badan dengan sesuai aturan.
  • Tamu tamu menyelam wajib mematuhi SOP untuk pencegahan penularan Covid-19

Prosedur Tamu Sakit di Area Dive Center
Staf Dive Center harus menginformasikan kepada manajemen atau resepsionis tentang insiden terkait, termasuk tamu yang mungkin sakit di area Dive Center. Pihak Dive Center wajib menangani tamu yang sakit dengan bijaksana.

Penanganan Diver yang Diduga Terinfeksi Covid-19
  • Jika tamu mengalami gejala infeksi pernapasan akut, harus segera mengurangi kontak dengan orang yang sedang sakit dan berada di tempat tersebut. Penerimaan tamu diver harus mengikuti prosedur ketika melayani tamu yang terindikasi Covid-19.
  • Jauhkan orang sakit dengan orang lain dengan jarak minimum 2 meter (6 kaki).
  • Jika keadaan mengharuskan orang yang sakit tidak dipindahkan ke lembaga medis, manajemen Dive Center harus mempertimbangkan langkah–langkah yang sesuai dengan pelayanan terhadap orang yang sakit.
  • Beri arahan kepada tamu diver yang sakit untuk memakai masker medis dan melakukan etika saat batuk dan bersin. Jika tidak ada masker medis, sediakan tisu untuk tutup mulut dan segera buang tisu ke dalam kantong limbah pembuangan biohazard. Jika tidak ada kantong limbah pembuangan biohazard, sediakan kantong plastik utuh, segel, dan buang; lalu cuci tangan dengan sabun dan gosok tangan dengan air atau alkohol.
  • Apabila orang yang sakit tidak memakai masker, staf Dive Center yang berinteraksi harus menjaga jarak dengan orang yang sakit. Kecuali jika sudah mengenakan setidaknya baju sekali pakai, sarung tangan, masker, dan pelindung mata (APD lengkap).

Prosedur Evakuasi Tamu yang Terinfeksi Covid-19
Staf Dive Center yang terlibat dalam evakuasi suspect Covid-19 harus menerapkan pencegahan dan pengendalian infeksi sesuai dengan pedoman dari WHO. Mereka harus secara rutin melakukan kebersihan tangan dan memakai masker medis, pelindung mata, sarung tangan, dan baju sekali pakai ketika memuat pasien yang diduga COVID-19 untuk diangkut dalam ambulans. Mereka harus memastikan bahwa mereka membersihkan tangan mereka sebelum mengenakan APD dan setelah melepasnya.

Prosedur Melepas APD yang Telah Dipakai saat Berinteraksi dengan Tamu yang Terinfeksi
  • Untuk melepas APD dan menghindari kontaminasi. Pertama lepaskan sarung tangan dan baju APD, lalu cuci tangan; selanjutnya lepaskan masker dan alat pelindung mata, serta segera cuci tangan dengan sabun dan air atau antiseptik berbahan alkohol.
  • Buang sarung tangan dan barang sekali pakai lainnya dengan benar, barang yang bersentuhan dengan tubuh orang sakit letakkan dalam kantong biohazard atau kantong plastik yang aman, yang akan dianggap sebagai limbah "biohazard".
Prosedur Staf Dive Center yang Kontak Langsung dengan Tamu yang Terinfeksi
  • Staf Dive Center yang kontak langsung dengan tamu hotel yang sakit harus dilakukan penanganan sesuai dengan instruksi dari otoritas kesehatan. Otoritas kesehatan harus dengan cepat memperbarui laporan hasil pemeriksaan dan diserahkan kepada otoritas kesehatan regional/nasional untuk mengambil tindakan lebih lanjut.
  • Untuk sementara, manajemen Dive Center tersebut perlu melakukan isolasi mandiri selama 14 hari dan menerapkan bekerja jarak jauh atau dari rumah (WFH).
Informasi lainnya mengenai pelaksanaan dan peraturan protokol kesehatan di sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dapat Anda lihat di:
Keputusan Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif No. 131 Tahun 2020 (unduh SK di sini).


Peraturan berlaku sejak 5 Juni 2020.

PSBB Transisi: Usaha Paket Wisata Melalui Travel Agent di Kepulauan Seribu

Selain protokol umum yang wajib diikuti oleh semua pelaku usaha di sektor pariwisata, berikut adalah protokol tambahan bagi para Travel Agent, penyedia jasa paket wisata di Kepulauan Seribu:

A. SOP Reservasi Pemesanan Paket Tour dan Penyeberangan

1. Reservasi/pemesanan paket tour melalui reservasi online (faksimile, telepon seluler/WA).

2. Wisatawan stand-by di dermaga pantai (Marina Ancol) 30 menit sebelum jadwal keberangkatan.

3. Semua wisatawan berpedoman pada Protokol Kesehatan Pencegahan Penularan Covid-19 (tetap jaga jarak sosial distancing dan wajib menggunakan masker).

4. Lakukan pengecekan suhu tubuh sebelum masuk kapal.

5. Sebelum menaiki kapal, harus mencuci tangan dengan air yang mengalir dan menggunakan sabun atau hand sanitizer.

6. Kapasitas kapal penumpang adalah 50 persen dari batas kapasitas maksimal penumpang dengan tetap menjaga jarak aman.

B. SOP di Tempat Tujuan (di Pulau Resort)

1. Reservasi cottage di pulau Resort. Data registrasi, voucher tamu , Identitas fotocopy KTP, paspor tamu diurus pihak travel langsung berhubungan dengan pihak marketing via online (faksimile, telepon seluler/WA).

2. Saat kedatangan, pengunjung/penyambutan tamu tidak disediakan welcome drink.

3. Wisatawan/pengunjung/tamu langsung masuk ke kamar yang sudah disiapkan.

4. Kunci kamar sudah ditempel di kamar masing masing.

5. Informasi pemesanan makan dan Informasi fasilitas lainnya (kebutuhan tentang kamar/Guest Supplies/Stationery) dipesan melalui telepon ke resepsionis.

6. Penyajian makanan dan minuman mengacu pada SOP Penyedia Jasa Makanan dan Minuman.

7. Tidak diperbolehkan mengadakan Pesta/Acara/Kerumunan.

8. Pegawai yang berhubungan langsung dengan tamu diwajibkan memakai seragam staf dan APD seperti masker dan sarung tangan.

PSBB Transisi: Sektor Pusat Perbelanjaan

Selain protokol umum yang wajib diikuti oleh semua pelaku usaha di sektor pariwisata, berikut adalah protokol tambahan bagi usaha pusat perbelanjaan di Jakarta:

A. Manajemen

1. Manajemen bertanggung jawab melaksanakan dan mengawasi pembatasan terhadap pelaksanaan kegiatan usaha, yaitu pembatasan jarak maupun jumlah pengunjung dan karyawan.

2. Melaksanakan dan mengawasi protokol pembersihan terhadap seluruh fasilitas tempat usaha dengan rincian sebagai berikut:

-melakukan disinfeksi seluruh area publik dan fasilitas yang ada dengan menggunakan cairan disinfektan setiap hari setelah selesai jam operasional;

-setiap hari sebelum mulai beroperasi dilakukan pembersihan alat kerja, seluruh gagang pintu, serta melakukan pembersihan secara berkala;

-seluruh petugas yang melaksanakan kebersihan dan penyemprotan dengan menggunakan minimal antara lain masker, sarung tangan, sepatu, serta alat pelindung lainnya (jika ada).

3. Melaksanakan dan mengawasi protokol Screening dan perlindungan karyawan dan pengunjung dengan rincian sebagai berikut:

-sebelum Pusat Belanja dibuka, semua karyawan yang terlibat dalam operasional sudah dilatih sehingga mereka paham dan peduli serta menjalankan ketentuan dengan penuh tanggung jawab untuk melindungi diri mereka sendiri dan pengunjung dari Covid-19;

-mengecek suhu badan karyawan dan pengunjung dengan Alat Pengukur Suhu Tubuh (batas maksimal yang ditoleransi adalah 37,3°C ke bawah);

-seluruh karyawan dan pengunjung wajib mengenakan masker, kecuali sedang makan.

4. Melaksanakan dan mengawasi protokol pengetatan pada pintu masuk:

-Pembatasan jumlah pengunjung dalam antrian untuk menjaga jarak aman (physical distancing) yaitu dalam jarak aman minimal 1 (satu) meter.

-Area tempat cuci tangan dan hand sanitizer disediakan di area publik Pusat Belanja antara lain di pintu masuk atau area lain yang akan ditentukan oleh Pusat Belanja.

-Pengunjung wajib memakai masker dan membuka sendiri tas mereka saat Pemeriksaan Security.

-Pembatasan jumlah pengunjung untuk memastikan physical distancing untuk pengunjung.

5. Melaksanakan dan mengawasi protokol Social/Physical Distancing:

-Memasang signage dan Petunjuk yang berisi arahan mengenai aturan protokol kesehatan.

-Petugas Patroli Keliling atau Petugas Keamanan atau Petugas Pusat Belanja lainnya akan secara rutin menghimbau Pengunjung yang berkerumun atau tidak mengikuti aturan Social/Physical Distancing saat berada di koridor Pusat belanja atau saat menggunakan fasilitas di dalam Pusat Belanja.

-Membuat surat pemberitahuan ke penyewa/tenant dan pemilik kios untuk memberikan jarak fisik baik di antrian kasir maupun dalam area ruangan toko atau restoran.

6. Melaksanakan dan mengawasi protokol kebersihan:

-Menyiapkan tempat cuci tangan sebelum masuk pusat belanja

-Menyediakan Hand Sanitizer di dalam area pusat belanja.

-Di dalam fasilitas pusat belanja seperti toilet, Nursery Room, Elevator/Lift, eskalator, mushola, lounge, tempat tunggu sopir, Counter Customer Service menerapkan pembatasan jumlah pengunjung dan dalam jarak minimal 1 (satu) meter.

-Menyiapkan petugas khusus untuk melakukan pembersihan serta disinfektasi area public yang ada di dalam pusat belanja secara berkala.

-Petugas yang terlibat dalam cleaning dan sanitizing harus memenuhi standar Personal Protective Equipment (PPE) sehingga harus menggunakan masker, penutup wajah, dan sarung tangan saat bertugas.

PSBB Transisi: Sektor Barbershop atau Salon

Selain protokol umum yang wajib diikuti oleh semua pelaku usaha di sektor pariwisata, berikut adalah protokol tambahan bagi usaha salon/barbershop di Jakarta:

Penerapan Standar Higienitas dan Sanitasi

A. Tempat Usaha

1. Menugaskan satu orang karyawan sebagai penjaga pintu yang bertugas mengecek suhu, penggunaan masker serta kondisi pelanggan yang datang.

2. Menyediakan hand sanitizer di pintu masuk/keluar, meja pelanggan, dan area kasir.

3. Menyediakan air minum dalam kemasan.

4. Pelanggan disarankan melakukan reservasi terlebih dahulu sebelum mendapatkan pelayanan.

5. Meniadakan majalah/koran/tabloid di dalam salon.

Penerapan Standar Higienitas dan Sanitasi

B. Karyawan

1. Karyawan yang melakukan pelayananan ke pelanggan wajib memakai APD (masker, faceshield/goggle mask).

2. Mencuci tangan dengan sabun selama 20 detik sesuai standar kesehatan setiap sebelum dan sesudah pelayanan, dan menginformasikan kepada pelanggan.

3. Apabila batuk atau bersin segera menutup hidung dan mulut dengan tisu atau lengan baju,dan segera mengganti masker kain dengan yang bersih.

4. Sterilisasi meja dan kursi dengan disinfektan didepan pelanggan sebelum pelayanan dimulai.

5. Pembersihan lantai dengan cairan disinfektan sebelum buka dan setelah tutup.

6. Menjaga kebersihan alat pendukung servis seperti handuk, cape, apron, bandana, dll; harus dicuci setelah 1 kali pemakaian (tidak dipakai berulang), dan disimpan dengan menggunakan plastik pembungkus.

7. Sterilisasi alat dan barang-barang yang sering disentuh  dengan menggunakan produk pembersih / Alkohol 70%, seperti gunting, sisir, jepit, hairdryer, mesin EDC, kalkulator, telepon, mesin kasir, dsb.

Penerapan Physical Distancing (Jaga Jarak)

1. Melakukan sapa dan salam tanpa berjabat tangan (tanpa kontak fisik) antar karyawan maupun dengan pelanggan.

2. Memastikan jarak antar kursi servis minimal 1 meter. Jika tidak memungkinkan, dapat memasang pembatas/partisi.

3. Membatasi jumlah orang yang berada di dalam salon/barbershop. Pastikan ada jarak minimal 1 meter (kecuali karyawan yang sedang mengerjakan rambut pelanggan, tetap beri jarak lebih dari normal).

4. Memberi garis batas (marking) area antrian kasir dengan jarak minimal 1 meter.

5. Tidak melakukan servis secara berhadapan (tatap muka), dan hanya berbicara seperlunya selama servis berlangsung.

6. Membatasi jenis servis di salon, dengan waktu servis disarankan maksimal 120 menit per orang, meminimalisir kontak fisik dan hanya servis untuk rambut (tidak melakukan servis pada wajah/tubuh.

PSBB Transisi: Sektor Usaha Kawasan Pariwisata, Taman Rekreasi, Taman Bertema, dan Taman Margasatwa

1. Manajemen bertanggung jawab melaksanakan dan mengawasi pembatasan terhadap pelaksanaan kegiatan usaha, yaitu pembatasan jumlah pengunjung, dan pembatasan jumlah karyawan.

2. Melaksanakan dan mengawasi protokol pembersihan terhadap seluruh fasilitas tempat usaha dengan rincian sebagai berikut:

-Melakukan disinfeksi seluruh area dan fasilitas yang ada di menggunakan cairan disinfektan setiap hari setelah selesai jam operasional.

-Seluruh petugas yang melaksanakan kebersihan dan penyemprotan wajib menggunakan masker, sarung tangan karet, sepatu, hazmat (jas hujan) dan diberikan extrafooding vitamin.

3. Melaksanakan dan mengawasi protokol skrining dan perlindungan karyawan dan pengunjung dengan rincian sebagai berikut:

-Sebelum Park dibuka, semua karyawan yg terlibat dalam operasional sudah dilatih sehingga mereka peduli dan tanggung jawab serta mampu melindungi diri mereka sendiri dan pengunjung dari Covid-19.

-Memeriksa kesehatan karyawan sebelum bekerja.

-Mengecek suhu badan karyawan dan pengunjung dengan infrared thermometer.

-Seluruh karyawan dan pengunjung wajib mengenakan masker, kecuali sedang makan.

4. Melaksanakan dan mengawasi protokol pengetatan pada pintu masuk dan checkpoint:

-Batasi jumlah pengunjung untuk menjaga jarak aman (distancing). Pastikan jarak aman 2 meter saat antrian di loket dan pintu masuk.Untuk mengurangi kontak langsung disarankan pembelian tiket via mobile dan online.

-Siapkan hand sanitizer di depan loket dan pintu masuk.

-Pengunjung wajib memakai masker dan membuka sendiri tas mereka saat security inspections. Kecuali saat makan dan ketika menggunakan sarana air di Water Park tidak perlu pakai masker.

5. Melaksanakan dan mengawasi protokol Social Distancing:

-Supaya social distancing dapat terlaksana dengan baik, pasang signage dan marker yang berisi arahan dan petunjuk kesehatan dan keselamatan.

-Buatkan traffic satu arah supaya lancar dan tidak antri.

-Tiap wahana membatasi jumlah pengunjung demi menjaga social distancing.

6. Melaksanakan dan mengawasi protokol kebersihan:

-Siapkan tempat cuci tangan portable di seluruh sudut Park.

-Kurangi kapasitas toilet dan jaga jarak 2 meter.

-Siapkan petugas khusus untuk sanitasi toilet secara berkala.

-Petugas yang terlibat dalam cleaning dan sanitizing sangat sensitif terhadap penularan virus. Maka yang bersangkutan harus memenuhi Personal Protective Equipment (PPE) sehingga harus menggunakan masker, penutup wajah, sarung tangan dan baju lengan panjang saat bertugas.

7. Melaksanakan dan mengawasi kesehatan dan kebersihan di wahana dan atraksi:

-Tambahkan hand sanitizer atau tempat cuci tangan portable di pintu masuk dan keluar wahana

-Pasang marker di seluruh wahana dan tempat2 antrian supaya jarak 2 meter terlaksana dengan optimal.

-Untuk mengurangi panjangnya antrian dan crowding disarankan menggunakan antrian virtual.

Informasi Lebih Lanjut

Informasi lainnya mengenai pelaksanaan dan peraturan protokol kesehatan di sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dapat Anda lihat di:

Keputusan Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif No. 131 Tahun 2020 (unduh SK di sini)

Peraturan berlaku sejak 5 Juni 2020.