LAYANAN DARURAT COVID-19
112
0813 8837 6955

Beranda > Artikel > Mengenal Varian Baru Virus Corona yang Harus Diwaspadai

Mengenal Varian Baru Virus Corona yang Harus Diwaspadai

Syora Alya Eka Putri

21 Mei 2021

Penyebaran pandemi Covid-19 belum kunjung usai dan kini muncul beberapa varian baru yang menyebabkan lonjakan kasus positif di sejumlah negara, seperti India dan Singapura. Ketiga varian virus, yakni B.1.1.7, B.1.351, serta B.1.617, tergolong variant of concern (VoC) atau varian yang perlu diwaspadai. Di antara ketiga jenis baru ini, B.1.1.7 merupakan varian virus dengan tingkat penularan tertinggi dibandingkan jenis virus yang beredar sebelumnya. Lalu, seperti apa ketiga varian baru virus Corona ini?

Tiga Varian Baru yang Perlu Diwaspadai

Varian baru virus Corona tergolong diwaspadai karena penyebarannya lebih cepat dari orang ke orang, akibat mobilitas atau pergerakan masyarakat. Baru-baru ini, Kementerian Kesehatan mengumumkan, beberapa varian baru  Coronavirus  sudah ada di Indonesia, yaitu B.1.1.7 asal Inggris, B.1.351 asal Afrika Selatan, dan B.1.617 dari India. Perkembangan mutasi virus Corona masih menjadi objek studi para peneliti. Varian baru tersebut kemungkinanlebih berbahaya karena infeksinya dapat menyebabkan sakit berat. Lalu, bagaimana sebenarnya penyebaran ketiga varian virus baru ini?

Varian B.1.1.7 

Pertama, varian virus B.1.1.7. Varian virus ini pertama kali ditemukan di Inggris pada Desember 2020. Adanya varian B.1.1.7 telah menambah lonjakan kasus Covid-19 di wilayah Britania Raya, dan menjadi varian paling dominan yang menyebar ke beberapa negara lainnya.  Penyebaran/transmisi varian virus ini lebih cepat  dibandingkan varian lainnya. Tingkat penularan varian B.1.1.7 cenderung tinggi, sekitar 36-75%. Gejala utama virus B.1.1.7 sama dengan gejala umum Covid-19, seperti batuk, radang tenggorokan, dan pegal-pegal.

Varian B.1.351 

Kedua, varian virus B.1.351. Varian ini pertama kali ditemukan di Afrika Selatan pada Desember 2020. Penyebaran varian ini terbilang cepat dan telah ditemukan di 60 negara. Gejala yang ditimbulkannya mirip dengan varian Covid-19 lain. Namun, varian ini memungkinkan orang yang sebelumnya sudah terkena Covid-19 akan terinfeksi kembali. Perlindungan dengan vaksin dapat mengurangi tubuh kita terinfeksi oleh varian ini. 

Varian B.1.6.7

Ketiga, varian B.1.617. Penularan varian B.1.617 pertama kali dilaporkan di Maharashtra, India. Varian inilah yang kemudian mengakibatkan lonjakan kasus Covid-19 di India, dan kini sudah menyebar ke 17 negara. Varian ini sering disebut juga sebagai varian mutasi ganda. Pada 10 Mei 2021, WHO mengklasifikasikan virus ini menjadi variant of concern.  Virus jenis ini juga termasuk salah satu virus yang paling mudah penularannya. Umumnya, orang yang terinfeksi varian ini dapat melakukan isolasi mandiri. 

Tetap Menjaga Protokol Kesehatan

Ketiga varian virus Corona tergolong tersebar cepat dan mudah ditularkan dari orang ke orang. Sampai saat ini, penelitian tetap dilakukan terkait mutasi virus Corona. Adapun cara preventif untuk menekan penyebaran varian baru tersebut dengan menerapkan protokol kesehatan, seperti mencuci tangan menggunakan sabun dan air bersih, menjaga jarak aman sejauh satu meter, selalu menggunakan masker, membatasi mobilitas, menghindari kerumunan,  serta menghindari atau membatasi waktu di ruangan tertutup dan ramai. Ada pula cara lainnya, yaitu melakukan vaksinasi. Saat ini, tersedia vaksinasi untuk lansia di Jakarta, jangan lupa ya untuk mendaftar vaksinasi.  

Varian baru virus Corona telah menyebar di Indonesia. Karena itu kita harus waspada, dengan menerapkan protokol kesehatan dalam keseharian kita. Selanjutnya, Smarticitizen  dapat mengakses informasi terbaru mengenai perkembangan kasus Covid-19 di Jakarta melalui situs corona.jakarta.go.id atau fitur Jakarta Tanggap Covid-19 di JAKI.

Featured

Bagikan :


Penulis

Syora Alya Eka Putri

Seorang content writer di Jakarta Smart City yang sedang menempuh pendidikan Magister Kebijakan Pembangunan Sosial di Universitas Indonesia.

Artikel Terkait

Akses Ruang Publik di Jakarta dengan Status Vaksinasi Digital

19 Agustus 2021

Dukung #DiRumahAja, Pasar Jaya Layani Masyarakat melalui Online

09 April 2020

Strategi Dinkes DKI Memutus Rantai Pandemi Covid-19

09 Juli 2020

Jakarta Tanggap COVID-19: Kenapa Harus #DiRumahAja Selama 14 Hari?

29 Maret 2020

Apa yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan Selama Pengetatan PPKM

30 Juni 2021