LAYANAN DARURAT COVID-19
112
0811 1211 2112
0813 8837 6955

Beranda > Artikel > Mengupas Fitur Baru corona.jakarta.go.id: Visualisasi Data

Mengupas Fitur Baru corona.jakarta.go.id: Visualisasi Data

Aditya Gagat Hanggara

09 Mei 2020

Dalam mengatasi permasalahan yang kerap muncul di Jakarta, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta selalu berupaya mengambil keputusan dan membuat kebijakan yang tepat. Bagaimana caranya? Tentu melalui pertimbangan yang matang lewat data dan fakta yang diperoleh dari berbagai sudut pandang. Tidak terkecuali ketika Jakarta terkena dampak dari penyebaran pandemi COVID-19 (Coronavirus Disease 2019). Sebagai respons, salah satu langkah awal yang diambil pemerintah adalah dengan membuat situs resmi corona.jakarta.go.id yang kini menjadi acuan informasi bagi masyarakat dan media di Ibu Kota. 

Mengikuti perkembangan kasusnya, situs korona milik Pemprov DKI Jakarta terus melewati pembaruan-pembaruan dengan penambahan fitur. Smartcitizen, kali ini kita akan membahas menu terbaru bernama Data Visualisasi, yang berisi beragam dasbor atau visualisasi tambahan untuk mendukung data utama COVID-19 dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta. Yuk kita cari tahu fungsi atau kegunaannya dan data-data apa saja yang bisa kamu lihat di dalamnya.

Pemantauan Mobilitas Publik

Pemerintah berkolaborasi dengan perusahaan perintis (startup) Nodeflux dalam pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan untuk memantau pergerakan warga selama pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Data pemantauan diambil melalui tangkapan gambar antara pukul 06.00-22.00 WIB dari sekitar 1.500 kamera CCTV yang tersebar di 44 kecamatan. Hasil atau sampling dari pemantauan CCTV yang dilakukan dalam kurun waktu tertentu kemudian diolah untuk menampilkan beragam data, dari kepadatan kendaraan sampai distribusi orang pada tiap jam.

Data-data yang bisa kamu lihat dalam dasbor ini:

  • Kepadatan kendaraan selama masa COVID-19

  • Distribusi densitas kendaraan pada tiap jam

  • Komparasi densitas kendaraan dalam 3 hari terakhir

  • Distribusi densitas orang pada tiap jam

  • Komparasi densitas orang dalam 3 hari terakhir

  • Peta profil kepadatan densitas

  • Peta lokasi CCTV

Antisipasi Pergerakan Mudik 

Tradisi kembali ke kampung halaman atau yang kita kenal sebagai mudik biasanya menjadi momen istimewa pada Hari Raya Lebaran. Sayangnya wabah virus korona yang merebak, tidak hanya di Jakarta tapi juga beberapa kota lainnya di Indonesia, membuat pemerintah melarang masyarakat untuk mudik tahun ini. Meskipun begitu, Pemprov DKI Jakarta tetap melakukan persiapan dengan memanfaatkan sejumlah data historis sebagai langkah antisipasi pergerakan mudik yang akan terjadi di Ibu Kota.

Data-data yang bisa kamu lihat dalam dasbor ini:

  • Angka mobilitas DKI Jakarta

  • Angka pemudik (2018-2019)

  • Angka arus mudik - arus balik (2015)

  • Pergerakan masyarakat dari DKI Jakarta (2018)

  • Jumlah kendaraan (2014-2016)

Dampak COVID-19 terhadap Kemacetan

Demi menekan laju penyebaran pandemi COVID-19, pemerintah berupaya mengurangi pergerakan warga dengan mengalihkan kegiatan sekolah dan perkantoran ke rumah masing-masing. Secara keseluruhan, tingkat kemacetan di Jakarta menunjukkan penurunan setelah adanya kebijakan tersebut. Ini terlihat dari terus meningkatnya rata-rata kecepatan kendaraan yang terekam sejak  16 Februari 2020. Kamu juga bisa melihat perbandingan rata-rata kecepatan di beberapa ruas jalan sebelum dan setelah periode tertentu, seperti pengumuman kasus positif pertama serta kebijakan WFH (Work From Home) dan PSBB.

Data-data yang bisa kamu lihat dalam dasbor ini:

  • Rata-rata kecepatan kendaraan berdasarkan jalan

  • Rata-rata kecepatan kendaraan berdasarkan waktu

  • Rata-rata kecepatan kendaraan berdasarkan periode

Aduan Masyarakat Terkait COVID-19

Smartcitizen, tahukah kamu, meski saat ini Jakarta dilanda pandemi COVID-19, pemerintah masih bekerja menindaklanjuti laporan dari masyarakat? Ya, dengan mengunjungi dasbor ini, kita bisa memantau tren dan status pelaporan yang berkaitan dengan penyebaran wabah virus korona. Selain itu, kamu juga bisa melihat lima kategori laporan dengan jumlah laporan tertinggi selama masa COVID-19, yakni gangguan ketenteraman dan ketertiban, bantuan sosial, hubungan pekerja-pengusaha, pelanggaran perda/pergub, dan pendataan kesehatan. Jadi kamu nggak perlu khawatir. Jika kamu menemui permasalahan terkait COVID-19, laporkan saja melalui 14 kanal pengaduan yang terintegrasi di dalam sistem Cepat Respon Masyarakat (CRM). 

Data-data yang bisa kamu lihat dalam dasbor ini:

  • Tren harian laporan per hari

  • Akumulasi jumlah laporan tiga bulan terakhir

  • Akumulasi jumlah pelapor tiga bulan terakhir

  • Jumlah laporan berdasarkan status laporan

  • Jumlah laporan masuk per kanal

  • Jumlah laporan berdasarkan kategori

  • Kata yang paling banyak muncul dalam isi laporan

  • Perbandingan jumlah laporan top 5 kategori pada masa COVID-19 dan sebelum COVID-19

Harga Komoditas Pangan

Melalui dasbor ini, kamu bisa melihat perkembangan harga beberapa komoditas pangan di pasar tradisional selama masa COVID-19 seperti beras, daging sapi, telur, bawang merah, cabai, gula, dan minyak. Data yang ditampilkan bersumber dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional dan Informasi Pangan Jakarta. Agar kamu bisa tetap #dirumahaja, jangan lupa mencoba memesan kebutuhan pokokmu melalui layanan online yang disediakan PD Pasar Jaya ya Smartcitizen.

[Dukung #DiRumahAja, Pasar Jaya Layani Masyarakat melalui Online]

Data-data yang bisa kamu lihat dalam dasbor ini:

  • Perkembangan harga komoditas pangan Provinsi DKI Jakarta

  • Perkembangan harga komoditas pangan per wilayah Jakarta

Kualitas Udara Jakarta Selama Periode COVID-19

Tingkat kualitas udara Jakarta pada masa COVID-19 bisa kamu pantau lewat dasbor ini. Selain grafik standar pencemaran udara, terdapat juga data jumlah hari per kategori kualitas udara untuk beberapa wilayah di Jakarta. Smartcitizen, ketika sedang menjalani isolasi di rumah, kamu pasti pernah memperhatikan kondisi langit bersih Jakarta yang seolah menggoda kita untuk keluar. Nah, jadikan itu sebagai motivasi untuk berbuat lebih baik terhadap lingkungan, agar ketika Jakarta terbebas dari virus korona, langit biru itu bisa kembali menghampiri tempat kita. 

[Jika Jakarta Punya 30% Ruang Terbuka Hijau]

Data-data yang bisa kamu lihat dalam dasbor ini:

  • Data indeks standar pencemaran udara harian

  • Jumlah hari berdasarkan kategori kualitas udara berdasarkan periode terkait COVID-19

  • Jumlah hari berdasarkan kategori kualitas udara per lokasi stasiun pengamatan

  • Data indeks standar pencemaran udara per bulan

Analisa Persiapan Mudik dari Sisi Ekonomi dan Demografi Masyarakat

Jika sebelumnya kita melihat data tentang persiapan pemerintah dalam mengantisipasi arus mudik dari sudut pandang transportasi, sekarang kita akan melihat bagaimana pemerintah menilai dampak mudik berdasarkan data ekonomi dan demografi masyarakat. Dari sisi ekonomi, kamu akan disuguhkan data seperti rata-rata upah buruh pada periode Februari-Maret 2020. Sementara untuk sisi demografi, kamu bisa melihat daerah atau provinsi yang menjadi tujuan para pemudik pada 2019.

Data-data yang bisa kamu lihat dalam dasbor ini:

  • Pemudik yang sudah pulang kampung terlebih dahulu pada 1-28 Maret 2020

  • Daerah yang mendapatkan aliran dana pemudik Jabodetabek pada 2019

  • Kebutuhan uang tunai untuk pemudik pada 2019 dalam satuan triliun rupiah

  • Rata-rata upah buruh

  • Rata-rata harga pangan pada periode puasa-lebaran 2019

Dampak Ekonomi Terkait COVID-19

Ketika pandemi COVID-19 merambah Jakarta, muncul di media sosial pemandangan yang mungkin tidak pernah kita bayangkan sebelumnya, dari bandara yang terlihat sepi wisatawan sampai deretan toko yang tutup di beberapa pusat perbelanjaan. Ini hanya sebagian contoh dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat Jakarta sekarang. Pemprov DKI Jakarta terus mencari cara untuk meringankan beban ekonomi warganya, salah satunya dengan mendistribusikan paket bantuan sosial untuk masyarakat rentan terdampak COVID-19. Smartcitizen, dasbor ini akan mengajakmu untuk melihat pengaruh virus korona terhadap perekonomian di Ibu Kota dari berbagai sektor seperti keuangan, pariwisata, dan penerimaan pajak.

Data-data yang bisa kamu lihat dalam dasbor ini:

  • Pergerakan inflasi bulanan dan tahunan

  • Inflasi bulanan menurut kelompok pengeluaran pada Maret 2020

  • Detail dan rata-rata harga komoditas pangan pada Januari-Maret 2020

  • Jumlah dan negara asal wisatawan di DKI Jakarta

  • Perkembangan ekspor dan detail komoditi unggulan 

  • Lima tujuan ekspor pada Januari dan Februari 2020

  • Perkembangan impor

  • Lima negara asal impor pada Januari dan Februari 2020

  • Rencana dan realisasi penerimaan pajak pada Januari-Maret 2020

  • Detail data penumpang pesawat domestik dan kereta api

  • Jumlah omzet pemasaran bunga dan tanaman hias menurut lokasi dan jenis komoditi

Network Graph Penularan COVID-19

Dalam mengukur seberapa parah tingkat penularan suatu virus, peneliti menggunakan sebuah patokan yang bernama R0 atau R-naught. Saat ini, nilai R0 untuk virus yang menyebabkan penyakit COVID-19, yakni SARS-Cov-2, berkisar antara 1,4 hingga 5,7. Ini berarti satu orang yang telah terjangkit secara rata-rata bisa menularkan kepada satu hingga lima orang lainnya. Pandemi baru bisa dikatakan berhasil diatasi jika nilai R0 tidak melebihi angka 1. Informasi tersebut memberikan kita sedikit gambaran tentang pola penularan COVID-19. Pola serupa juga mengakibatkan munculnya beberapa kluster kasus di Jakarta, seperti yang ditampilkan oleh data dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta di dalam dasbor ini.

City Dashboard 

Jakarta tidak berdiam diri, terus berinovasi dan berkembang untuk mewujudkan sebuah kota yang cerdas dan nyaman. Untuk memantau progresnya, Pemprov DKI Jakarta mengandalkan sebuah dasbor yang memberikan gambaran umum kondisi Ibu Kota, dari proses tindak lanjut laporan warga, pendidikan, sampai lingkungan. Jenis data yang ditampilkan pun terbagi menjadi enam, sesuai dengan enam indikator Jakarta Smart City yakni:

  • Smart Governance

  • Smart People

  • Smart Economy

  • Smart Living

  • Smart Mobility

  • Smart Environment

Tidak hanya menjadi wujud transparansi kepada warganya, fitur Data Visualisasi juga merupakan bukti bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta selalu berusaha menangani pandemi COVID-19 secara terukur dan pastinya nggak sembarangan. Jadi jangan lupa ya, Smartcitizen, ikuti terus perkembangan kasus dan proses mitigasi wabah virus korona di corona.jakarta.go.id.

Data Covid-19

Bagikan :


Penulis

Aditya Gagat Hanggara

Aditya Gagat adalah lulusan Teknik Informatika dari Binus University yang saat ini menjadi salah satu Content Writer di Jakarta Smart City. Gemar mengamati isu transportasi, olahraga, teknologi dan sains, ia memulai karier Jurnalistik bersama media internasional Motorsport.com pada 2016-2019. Saat ini ia terfokus pada topik kesehatan, khususnya mengenai penanggulangan pandemi Covid-19 di wilayah DKI Jakarta.

Artikel Terkait

Cara Membantu Tetangga yang Terdampak COVID-19

04 Mei 2020

Punya Tampilan Baru, Begini Cara Baca Data di corona.jakarta.go.id

10 Agustus 2020

Ngobrol Jakarta #17: Bantu Sesama dengan Program KSBB Jakarta

26 Mei 2020

Lihat Informasi Bantuan Sosial Tahap 2 Jakarta di Sini

22 Mei 2020

Masa Transisi Jakarta: Tips Aman Beraktivitas di Ibu Kota

11 Juni 2020