LAYANAN DARURAT COVID-19
112
0813 8837 6955

Beranda > Artikel > Strategi Dinkes DKI untuk Alokasi Kuota Vaksinasi JAKI

Strategi Dinkes DKI untuk Alokasi Kuota Vaksinasi JAKI

Teresa Simorangkir

21 September 2021

Beragam lokasi vaksinasi Covid-19 tersedia di Jakarta untuk seluruh masyarakat. Alur pendaftaran juga bisa dilakukan dengan beberapa cara: melalui RT, datang langsung ke lokasi vaksinasi, dan yang paling ringkas tentu saja mendaftar lewat aplikasi JAKI. Dengan banyak lokasi vaksinasi dan berbagai alur pendaftaran, kuota vaksin harus dipetakan secara cermat, agar distribusinya lancar kepada semua warga, termasuk kamu, Smartcitizen.

Vaksinasi JAKI bisa kamu nikmati berkat kerja sama banyak pihak, salah satunya Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta. Instansi inilah yang punya andil besar dalam pengalokasian kuota, lokasi, hingga jadwal vaksinasi yang kamu dapatkan saat registrasi vaksinasi JAKI. Lewat wawancara bersama dr. Ngabila Salama, Kepala Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, yuk kita cari tahu bagaimana strategi alokasi kuota vaksinasi JAKI!

Awal Mula Alokasi Kuota Vaksinasi JAKI

dr. Ngabila Salama, M.K.M, Kepala Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta


Pendaftaran vaksinasi JAKI dimulai sejak Februari 2021. Kala itu, vaksinasi masih diprioritaskan untuk warga lanjut usia (lansia). Pendaftaran vaksinasi JAKI juga belum terlalu masif, karena yang melakukannya masih segelintir masyarakat. Saat vaksinasi akhirnya tersedia untuk umum, masyarakat pun mulai mencari informasi agar bisa segera divaksin. Tentu saja ini membutuhkan perhatian khusus, demi menghindari kejadian yang tidak diinginkan, contohnya penumpukan antrean di lokasi vaksinasi.


Pendaftaran vaksinasi lewat JAKI menjadi strategi tepat untuk menjembatani penyedia vaksinasi dan masyarakat. Pengguna JAKI bebas menentukan jadwal dan lokasi vaksinasi sendiri, selama kuota tersedia. Di sisi lain, penyedia vaksinasi bisa memperkirakan berapa banyak warga yang akan datang, sehingga bisa mematangkan persiapan. Nah, kalau kamu sudah divaksin dan mendaftarnya lewat JAKI, bisa dipastikan kamu sudah mencetak kartu vaksinasi serta kartu kendali Covid-19 sebelum berangkat ke lokasi vaksinasi. Menurut dr. Ngabila, hal ini juga amat memudahkan proses di lokasi vaksinasi, bahkan bisa tiga kali lebih cepat daripada prosedur biasa.

Menjaga Kestabilan Stok Vaksin di Jakarta

“Jadi kami punya database untuk memantau ketersediaan merek vaksin di Jakarta sampai level faskes (fasilitas kesehatan). Saat ini, ketersediaan Sinovac dan AstraZeneca sedang menipis, sehingga kami harus menyesuaikan regulasi, contohnya dosis 1 [sekarang] hanya menggunakan Pfizer dan Moderna. Seperti itulah strateginya, kami enggak asal ‘Oh, ini hentikan dosis 1.’ Kami memiliki database sebagai acuan untuk melihat kecukupan vaksin kita,” dr. Ngabila menerangkan.


Kehadiran vaksinasi JAKI tentu saja diharapkan bisa menjaga kestabilan stok vaksin di Jakarta. Untuk mewujudkannya, langkah pertama yang dilakukan Dinkes DKI Jakarta adalah membuat surat edaran untuk semua kecamatan. Tiap kecamatan harus menyediakan setidaknya 300 kuota pendaftaran via JAKI setiap hari. Supaya tertib, pendaftar vaksinasi JAKI diberikan privilese antrean khusus yang terpisah dari layanan lain. Lebih jauh, Dinkes DKI Jakarta juga melakukan sosialisasi pendaftaran JAKI ke puskesmas, rumah sakit, klinik, dan sentra vaksin. Di tengah hiruk-pikuk dosis 2, Dinkes DKI Jakarta mengeluarkan surat edaran agar puskesmas di Jakarta menambah layanan kuota dosis 2. Kolaborasi dengan Jakarta Smart City untuk memperbarui kuota vaksinasi JAKI juga terus dilakukan. Dinkes DKI Jakarta akan berkoordinasi dengan Jakarta Smart City bila ada faskes atau sentra vaksinasi yang hendak menambah kuota vaksin Sinovac, AstraZeneca, Moderna, dan Pfizer.

JAKI Bantu Percepatan Vaksinasi di Jakarta


Vaksinasi JAKI adalah inovasi yang sejauh ini baru ada di Jakarta, di antara seluruh kota di Indonesia. JAKI mengintegrasikan data yang tersedia dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, sehingga masyarakat bisa melakukan registrasi, pre-screening, hingga mendapatkan status vaksinasi digital. Fasilitas kesehatan juga tidak perlu repot-repot mencetak pre-screening, karena bisa dicetak sendiri oleh masyarakat sebelum hadir di lokasi vaksinasi. Kehadiran vaksinasi JAKI tentu membawa harapan-harapan baik untuk kita semua.


“Harapannya, seluruh warga Jakarta bisa men-download JAKI dan paham cara melakukan vaksinasi via JAKI. Semoga JAKI bisa mengakomodasi semua merek vaksin yang ada secara kontinu. Kami akan terus melakukan evaluasi, teman-teman di faskes diharapkan semakin paham prosedur yang harus dilakukan dan mendaftarkan layanannya di JAKI. Jadi, akhirnya faskes semakin familier dengan JAKI, kuota lebih banyak, masyarakat makin leluasa memilih lokasi vaksinasi terdekat. Sehingga nanti lebih banyak lagi yang mengakses, bahkan mungkin bukan hanya orang Jakarta saja, tapi juga daerah aglomerasi,” tutup dr. Ngabila


Smartcitizen, saat ini Jakarta masih terus mengejar herd immunity atau kekebalan kelompok. Hingga sekarang, 51% dari target 8,9 juta warga sudah divaksin dua dosis. Vaksin Covid-19 sudah boleh diberikan untuk warga berusia 12-17 tahun. Masyarakat dari daerah aglomerasi yang beraktivitas di Jakarta pada siang hari juga harus divaksin agar semuanya aman. Bagaimana dengan kamu, Smartcitizen? Kamu dan keluargamu sudah divaksin, belum? Kalau masih ada yang belum, yuk, daftar lewat JAKI! Download aplikasinya di Play Store atau App Store sekarang juga!

Vaksinasi Covid-19
Pemanfaatan Teknologi
JAKI
Jakarta Tanggap Covid-19

Bagikan :


Penulis

Teresa Simorangkir

A writer and a lifelong learner.

Artikel Terkait

Kasus Covid-19 di Jakarta selama PSBB Transisi

22 Juli 2020

https://smartcity.jakarta.go.id/blog/499/apa-yang-membuat-ksbb-beda

14 Mei 2020

Panduan Vaksinasi Booster Covid-19 di Jakarta

21 Januari 2022

Masih Perlukah Scan QR Code PeduliLindungi?

14 April 2022

Catat! Ini Peraturan PPKM Level 1 di Jakarta

07 Juni 2022