LAYANAN DARURAT COVID-19
112
0811 1211 2112
0813 8837 6955

Beranda > Artikel > Cari Tahu Tiga Level Risiko Hasil Tes CLM

Cari Tahu Tiga Level Risiko Hasil Tes CLM

Aditya Gagat Hanggara

28 Juli 2020

Smartcitizen, akhir-akhir ini kamu pasti sering mendengar alat uji risiko bernama Corona Likelihood Metric atau CLM. Ya, fitur ini sudah bisa kamu gunakan melalui aplikasi JAKI, untuk mengetahui apakah kamu berisiko terjangkit virus korona Covid-19. CLM bukan alat cek mandiri biasa, karena didukung teknologi machine learning. Inovasi ini merupakan hasil kembangan para kolaborator yang bekerjasama dengan Pemprov DKI Jakarta, yakni Harvard CLM Team dan Klakklik.ID. Berkat teknologi tersebut, setiap gejala yang kamu laporkan dalam aplikasi akan diproses dengan model perhitungan pada machine learning, untuk memberikan hasil serta rekomendasi kesehatan yang paling sesuai dengan kondisimu. 

[Kenapa Kamu Harus Menggunakan CLM]

Ketahui Level Risikonya, Ikuti Rekomendasinya

Setelah mengisi informasi diri secara lengkap dan menjawab semua pertanyaan klinis yang ada di CLM dengan jujur, kamu tidak perlu menunggu waktu berhari-hari untuk mendapatkan hasil pemeriksaannya. Hanya dalam hitungan detik, kamu sudah bisa mengetahui anjuran tentang beraktivitas melalui tiga level hasil tes: risiko rendah, sedang, dan tinggi.

Setiap kategori risiko yang tercantum dalam hasil tes CLM tentunya juga dilengkapi dengan instruksi-instruksi kesehatan yang perlu Smartcitizen ikuti. Anjuran-anjuran ini tidak hanya untuk melindungi diri, tetapi juga melindungi orang-orang sekitar lingkunganmu, baik di rumah maupun tempat kerja atau arena publik lainnya. Nah, ketiga kategori itu yakni:

Kategori Level 1 - Risiko Rendah

Jika setelah menjalani pemeriksaan di CLM kamu termasuk dalam kategori ini, maka kamu dinyatakan berisiko rendah untuk beraktivitas di luar rumah, seperti pergi bekerja. Adapun rekomendasi kesehatan yang bisa kamu lakukan untuk tetap aman dan sehat adalah:

  • Usahakan tetap di rumah dan mengurangi aktivitas di luar rumah;

  • Tetap mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan;

  • Bila pergi untuk berkegiatan di dalam ruangan, utamakan tempat dengan ventilasi udara yang baik;

  • Budayakan hidup sehat melalui 3M: menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak;

  • Jangan lupa melakukan tes CLM secara berkala untuk memantau kondisi kesehatanmu.

Buat kamu yang termasuk dalam kategori ini, kamu masih bisa melakukan perjalanan ke luar rumah untuk kegiatan yang memang diizinkan oleh Pemprov DKI Jakarta selama PSBB Transisi. Walaupun begitu, untuk mengurangi risiko lebih lanjut, usahakan tetap di rumah ya, Smartcitizen.

[Masa Transisi Jakarta: Tips Aman Beraktivitas di Ibu Kota]

Kategori Level 2 - Risiko Sedang

Jika hasil tes CLM menentukan bahwa kamu termasuk dalam kategori ini, maka kamu dinyatakan berisiko sedang untuk beraktivitas di luar rumah, seperti pergi bekerja. Rekomendasi kesehatan yang bisa kamu ikuti untuk tetap aman dan sehat antara lain:

  • Usahakan tetap di rumah dan mengurangi aktivitas di luar rumah;

  • Tetap mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan;

  • Bila pergi untuk berkegiatan di dalam ruangan, utamakan tempat dengan ventilasi udara yang baik;

  • Budayakan hidup sehat melalui 3M: menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak;

  • Jangan lupa melakukan tes CLM secara berkala untuk memantau kondisi kesehatanmu.

Seperti yang bisa kamu lihat, rekomendasi yang diberikan tidak jauh berbeda dari risiko rendah. Tapi, jika kamu termasuk dalam kategori ini, kamu sangat dianjurkan untuk tidak keluar rumah, kecuali ada keperluan yang begitu mendesak.

Kategori Level 3 - Risiko Tinggi

Kategori terakhir ini mengindikasikan bahwa kamu berisiko tinggi untuk beraktivitas di luar rumah, seperti pergi bekerja. Jika kamu termasuk dalam level ini, segera ikuti rekomendasi medis yang tertera di hasil tes CLM:

  • Melakukan tes PCR atau tes usap (swab) di fasilitas layanan kesehatan terdekat;

  • Mengisolasi diri di rumah selama 14 hari, tidak berkontak dengan orang lain, dan pantau kondisi kesehatan hingga pulih;

  • Tidak keluar rumah demi melindungi diri sendiri dan orang lain;

  • Upayakan berada dalam ruangan dengan ventilasi udara yang baik;

  • Budayakan hidup sehat melalui 3M: menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak;

  • Jika muncul gejala atau gejala memburuk, segera hubungi fasilitas layanan kesehatan terdekat.

Jika hasil CLM menyatakan bahwa kamu termasuk berisiko tinggi, nggak perlu panik ya, Smartcitizen. Kamu cukup mengikuti protokol yang telah diberikan, seperti anjuran untuk mengikuti tes PCR dan tetap tinggal di rumah sampai gejala membaik serta kondisimu pulih sepenuhnya.

[Yang Harus Dilakukan Jika Kamu Direkomendasikan untuk PCR]

Smartcitizen, seperti kita ketahui, pandemi Covid-19 masih melanda kota Jakarta. Jadi belum saatnya bagi kita untuk menurunkan kewaspadaan. Salah satu cara paling efektif dalam meminimalisasi risiko terjangkit virus adalah dengan rutin menjalankan protokol kesehatan. Pantau terus kondisi kesehatanmu dengan melakukan tes CLM secara berkala. Jangan pernah lupa atau bosan pula untuk mengingatkan diri dan sesama dalam melakukan 3M. Karena masa depan Jakarta yang aman dan sehat ada di tangan kita semua!

Pemanfaatan Teknologi
Corona Likelihood Metric

Bagikan :


Penulis

Aditya Gagat Hanggara

Aditya Gagat adalah lulusan Teknik Informatika dari Binus University yang saat ini menjadi salah satu Content Writer di Jakarta Smart City. Gemar mengamati isu transportasi, olahraga, teknologi dan sains, ia memulai karier Jurnalistik bersama media internasional Motorsport.com pada 2016-2019. Saat ini ia terfokus pada topik kesehatan, khususnya mengenai penanggulangan pandemi Covid-19 di wilayah DKI Jakarta.

Artikel Terkait

PSBB Kedua: Tips Memilih Kategori Masalah di JakLapor

27 September 2020

Melihat Aduan Masyarakat Selama Pandemi Lewat Angka dan Data

09 Mei 2020

Kasus Covid-19 di Jakarta selama PSBB Transisi

22 Juli 2020

Tiga Program Bantuan Pemprov DKI Jakarta Selama Pandemi Covid-19

30 Agustus 2020

Keamanan Covid-19 di Perkantoran: Cara Mencegah Penyebaran Virus Antar Karyawan

03 September 2020