LAYANAN DARURAT COVID-19
112
0811 1211 2112
0813 8837 6955

Beranda > Artikel > JSC Talks Vol.5: Digitalisasi Pembelajaran melalui Aplikasi Sekolah.mu

JSC Talks Vol.5: Digitalisasi Pembelajaran melalui Aplikasi Sekolah.mu

Nadhif Seto Sanubari

16 Juni 2020

Sejak dunia dilanda pandemi COVID-19 beberapa bulan lalu, keseharian masyarakat pun berubah drastis. Seiring dengan penutupan kantor, tempat wisata, pertokoan, dan lain-lain, kita menjalankan segala aktivitas dari rumah masing-masing. Begitu pula kegiatan pendidikan. Pelajar, mahasiswa, guru, serta dosen belajar memanfaatkan teknologi untuk proses pembelajaran. Jika sebelumnya proses belajar mengajar dilakukan dalam ruangan kelas, kini berlangsung dari rumah secara daring. 

Salah satu pihak yang terus berupaya mendorong edukasi pada masa pandemi ini adalah Sekolah.mu. Berkolaborasi dengan Pemprov DKI Jakarta, aplikasi ini memfasilitasi proses belajar mengajar warga ibu kota. Bagaimana ya caranya? Nah, Smartcitizen, dalam diskusi JSC Talks Vol. 5 ini, kita berkenalan dengan aplikasi Sekolah.mu dan segala metode unik yang disediakannya dalam rangka meneruskan proses belajar mengajar, walau antara guru dan murid terbentang jarak. Moderator kita dari Jakarta Smart City, Nur Laily Romadhotul Husna, kali ini mengundang Ibu Najeela Shihab, seorang guru dengan semangat pendidikan yang tinggi serta pendiri aplikasi Sekolah.mu.

Sebelum sesi diskusi dimulai, Bu Najeela memutar video yang berisi sejumlah testimoni dari guru, murid, dan orang tua yang sudah terlibat dalam proses belajar mengajar di Sekolah.mu.

“Kita ambil hikmahnya dengan adanya COVID-19 ini, komunikasi antara anak dengan orangtua, antara orangtua dengan guru, menjadi lebih intens. Jadi kepedulian pun akhirnya meningkat,” ujar salah seorang guru dalam video tersebut.

Dari video pembuka ini, kita menyaksikan cerita-cerita murid dan guru yang sama-sama terbantu oleh metode pembelajaran Sekolah.mu. Semangat belajar serta semangat berkolaborasi antarguru dan antarsekolah masih sangat kuat pada masa pandemi. Sekolah.mu tidak hanya memfasilitasi platform kolaborasi one-to-one atau dari satu guru dengan guru lain, tapi juga many-to-many di mana satu sekolah bisa bekerjasama dengan sekolah lain dengan berbagi akses kepada konten yang dimiliki, fasilitator, serta modul-modul pelajaran tertentu. Hingga sekarang, Sekolah.mu telah menjadi platform kolaborasi untuk lebih dari 700 sekolah di Jakarta, dengan pengguna yang sudah mencapai 4.000 sekolah.

Saat awal pandemi COVID-19,  Bu Najeela bersama tim Sekolah.mu langsung mencoba mengidentifikasi risiko-risiko jangka menengah dan panjang situasi ini terhadap proses pendidikan. Mereka mencoba menggagas solusi, agar guru tidak terbebani dan murid tidak dirugikan akibat berdiam di rumah pada jangka waktu yang lama. Dengan mempertemukan berbagai pihak, seperti Dinas Pendidikan, JSC, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov DKI Jakarta, serta berbagai komunitas pendidikan untuk berkolaborasi, Sekolah.mu dapat menjadi tempat bertemu antara guru dan pelajar yang efektif serta produktif.

Menurut Bu Najeela, teknologi hanya bisa menjadi solusi pendidikan jika dapat digunakan untuk mendukung kompetensi murid. Menumbuhkan kompetensi untuk masa depan murid memang menjadi tujuan yang dijunjung tinggi oleh Sekolah.mu, sehingga generasi masa depan Indonesia tak hanya mampu bersaing di tingkat lokal, tapi juga secara global. Walaupun saat ini guru dan murid Sekolah.mu hanya berinteraksi melalui layar virtual, anak-anak tetap didorong untuk menjadi lebih inovatif, mandiri, reflektif, komunikatif, mahir berkarya, serta bekerjasama.

Metode pengajaran melalui Sekolah.mu cukup beragam. Guru dapat mengunggah konten pelajaran dan latihan yang sudah dibuat ke dalam situs Sekolah.mu, sehingga dapat diakses oleh semua murid.  Selain itu, guru pun bisa mengadakan kelas belajar secara live yang akan dijadwalkan dan bisa ditonton secara langsung di kanal YouTube Sekolah.mu. Tak hanya IPA dan matematika, semua mata pelajaran juga masuk ke dalam konten Sekolah.mu, seperti olahraga, agama, bahkan konseling untuk orangtua yang kini perlu berkontribusi secara langsung untuk pendidikan anaknya. Ada pula program-program yang disediakan oleh dunia usaha dan industri, seperti Wahana Kreator yang menyediakan program penulis skenario muda yang bisa diikuti secara gratis oleh para pelajar di Jakarta, atau Nutrifood yang menyediakan program magang untuk murid yang tertarik terjun dalam dunia pekerjaan.

Seperti kata Bu Najeela, masa pandemi ini memang masa yang penuh risiko. Namun, hasil kerja keras berbagai pihak yang berkontribusi dalam Sekolah.mu membuktikan, masa ini juga bisa menjadi kesempatan untuk memunculkan inovasi di bidang pendidikan. Walaupun sedang dihadang pandemi dan terkurung di rumah masing-masing, tak berarti langkah maju para pelajar, pengajar, dan seluruh warga Jakarta harus berhenti. 

Jika kamu seorang pelajar, guru, orangtua, atau representatif sekolah yang tertarik untuk berpartisipasi dalam Sekolah.mu, langsung saja kunjungi situs Sekolah.mu untuk mempelajari lebih lanjut. Aplikasi Sekolah.mu juga bisa diakses melalui JAKI yang bisa diunduh di App Store dan Play Store.

JAKI
JSC Talks

Bagikan :


Penulis

Nadhif Seto Sanubari

Penulis dan penerjemah alumni Universitas Bina Nusantara, dengan pengalaman internasional di University of Bradford, UK dan Deakin University, Australia.

Artikel Terkait

Sepuluh Hoaks Seputar Covid-19 yang Perlu Kamu Ketahui

11 September 2020

Kolaborasi Jakarta Smart City dan Sekolah.mu Membantu Siswa Belajar dari Rumah

21 April 2020

Belajar Bersama Jakarta: Fasilitasi Riset Covid-19 di Jakarta

09 Juli 2020

Melihat Aduan Masyarakat Selama Pandemi Lewat Angka dan Data

09 Mei 2020

Cara Cek Jadwal Vaksinasi Covid-19 di JAKI

15 Maret 2021