LAYANAN DARURAT COVID-19
112
0811 1211 2112
0813 8837 6955

Beranda > Artikel > Melihat Aduan Masyarakat Selama Pandemi Lewat Angka dan Data

Melihat Aduan Masyarakat Selama Pandemi Lewat Angka dan Data

Aditya Gagat Hanggara

09 Mei 2020

Smartcitizen, masih ingat dengan sistem Cepat Respon Masyarakat (CRM) yang dikelola Pemerintah Provinsi DKI Jakarta? Ya, platform andalan bagi pemerintah dan warga untuk mengatasi permasalahan di ibu kota ini masih bisa kamu gunakan untuk membuat aduan selama pandemi COVID-19. Ini merupakan salah satu manfaat dari inovasi berkelanjutan yang terus digalakkan pemerintah. Jadi, meski dalam situasi sulit seperti sekarang, pemerintah tetap siap melayani laporan tentang gangguan atau masalah yang terjadi di Jakarta. Sebagai bentuk transparansi di tengah wabah, Pemprov DKI Jakarta juga membeberkan sejumlah data aduan CRM yang bisa diakses oleh publik melalui sub-menu Visualisasi Data pada situs resmi corona.jakarta.go.id. Kemudian, kamu bisa memilih dasbor Aduan Masyarakat Terkait COVID-19 untuk menjelajahi data dan angka yang tersedia. 

Membaca Tren Pelaporan 

Sesuai namanya, data dan angka yang ditampilkan dalam dasbor ini hanya yang berkaitan dengan COVID-19 dan bersumber dari database CRM Jakarta Smart City. Ini memungkinkan kita untuk melihat tren pelaporan seiring perkembangan kasus pandemi di Jakarta. Misalnya dengan grafik tren laporan per hari, kita bisa mengetahui adanya lonjakan laporan di saat penerapan pembatasan operasional transportasi pada 23 Maret 2020. Informasi seperti ini tentunya berguna banget bagi pemerintah dalam pembuatan kebijakan ke depannya.

SARS-Cov-2, virus yang menyebabkan penyakit COVID-19 pertama kali terdeteksi di Wuhan, Tiongkok, pada November 2019, dan sejak itu mulai merambah secara global. Seperti yang kita tahu, Indonesia mengumumkan dua pasien pertama yang terkonfirmasi positif COVID-19 pada 2 Maret 2020 lalu. Ini pun tercermin dari akumulasi jumlah laporan di mana pengaduan terkait wabah virus korona baru diterima sistem CRM pada awal bulan Maret.

Melihat Dapur Sistem CRM milik Jakarta

Setelah mengetahui bagaimana jumlah pelaporan dan pelapor menunjukkan sebuah tren, pada baris berikutnya, kita akan disuguhkan pie chart atau diagram lingkaran yang menjelaskan progres tindak lanjut laporan. Dari total 2.109 laporan yang masuk melalui kanal-kanal pengaduan CRM, sebanyak 91,4 persen telah berhasil diselesaikan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan jajaran Pemprov lainnya. 

Pelaporan melalui pengiriman surat elektronik atau e-mail terbukti menjadi cara terfavorit bagi sebagian besar masyarakat Jakarta. Ini tercermin dari diagram di sebelah kanan mengenai jumlah laporan masuk per kanal. Baik dari jumlah laporan (465) maupun jumlah pelapor (362), medium e-mail bertengger di tempat teratas, diikuti dua sosial media secara berurutan yakni Twitter dan Facebook. Aplikasi kesayangan warga Jakarta, JAKI, menjadi yang terbanyak keempat, sementara pesan singkat melalui SMS melengkapi lima besar. 

Kategori Apa yang Paling Banyak Dilaporkan?

Pada tanggal 10 April 2020, Jakarta resmi memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk mengurangi pergerakan warga di luar rumah sekaligus meredam laju penyebaran COVID-19. Dalam penerapannya, pemerintah mendapat bantuan dari OPD terkait untuk menindak pelanggaran yang terjadi selama masa PSBB. Warga bisa menegakkan aturan yang sudah dikeluarkan pemerintah dengan membuat laporan pengaduan. 

[Laporan Warga Bantu Satpol PP Bubarkan Kerumunan di Tengah Pandemi]

Untuk meningkatkan kecepatan dan ketepatan respons, setiap laporan yang dibuat harus mencantumkan kategori terlebih dahulu. Parameter inilah yang membantu proses analisis untuk mengetahui jenis pelanggaran apa yang paling banyak dilaporkan di tengah pandemi. Gangguan Ketenteraman dan Ketertiban menjadi kategori terbanyak dengan total 859 laporan, dan mencakup pelanggaran seperti berkerumun lebih dari lima orang.

Laporan warga tidak semuanya serta merta dibuat untuk pengaduan pelanggaran saja. Kategori Bantuan Sosial misalnya, adalah kategori laporan terbanyak kedua, dan beberapa berisi tentang keluhan mengenai proses pendistribusian paket bantuan sosial.

[5 Kategori Laporan yang Bisa Dilaporkan melalui JAKI selama COVID-19]

Selain kategori, pelapor juga diminta memberikan deskripsi ringkas tentang masalah yang mereka temui. Dari sinim, database CRM bisa membuat sebuah word cloud dengan menghimpun kata-kata yang paling sering digunakan oleh pelapor.

Terakhir, kamu bisa melihat perbandingan jumlah laporan per kategori dari periode sebelum dan sesudah masa COVID-19. Tren yang paling mencolok adalah penurunan jumlah laporan dengan kategori pelanggaran Perda/Pergub, sementara kategori Gangguan Ketenteraman dan Ketertiban terus meningkat seiring bertambahnya kasus wabah virus korona.

Gimana Smartcitizen? Dengan adanya dasbor ini, kamu pastinya belajar banyak tentang seluk beluk sistem Cepat Respon Masyarakat. Jadi, jangan berhenti membantu Jakarta melawan penyebaran pandemi COVID-19 dengan terus melaporkan setiap masalah dan pelanggaran yang kamu temui di lingkungan sekitarmu. 

Laporan Warga
Data Covid-19

Bagikan :


Penulis

Aditya Gagat Hanggara

Aditya Gagat adalah lulusan Teknik Informatika dari Binus University yang saat ini menjadi salah satu Content Writer di Jakarta Smart City. Gemar mengamati isu transportasi, olahraga, teknologi dan sains, ia memulai karier Jurnalistik bersama media internasional Motorsport.com pada 2016-2019. Saat ini ia terfokus pada topik kesehatan, khususnya mengenai penanggulangan pandemi Covid-19 di wilayah DKI Jakarta.

Artikel Terkait

Kisah Kita Bertahan di Setahun Pandemi

05 Maret 2021

Keamanan Covid-19 di Perkantoran: Cara Mencegah Penyebaran Virus Antar Karyawan

03 September 2020

Begini Alur Vaksinasi Covid-19 untuk Lansia

23 Maret 2021

Linimasa Kebijakan Penanganan Pandemi COVID-19 di Jakarta

29 Mei 2020

Inilah Tahapan Vaksinasi Covid-19 di Jakarta

16 Maret 2021